Cari disini...
Seputar Kaltim
Beberapa masyarakat telah menikmati destinasi wisata Teras Samarinda, Jumat (6/9/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pagar seng yang mengelilingi proyek Teras Samarinda tahap I mulai dibuka pada Jumat (6/9/2024) pagi, yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat secara langsung keindahan proyek senilai puluhan miliar rupiah tersebut.
Pembukaan pagar ini menandai akses terbuka bagi masyarakat ke tempat wisata yang baru dibangun di Samarinda. Namun, destinasi wisata itu belum secara resmi belum diresmikan.
Seperti yang dikatakan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat tinjauan, Rabu (4/9/2024) lalu, Teras Samarinda rencananya baru akan diresmikan pada Senin (9/9/2024) mendatang.
Di sisi lain dengan dibukanya pagar itu, Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengimbau masyarakat untuk turut menjaga aset kota yang ada di dalamnya. Ia menekankan pentingnya menjaga segala fasilitas yang tersedia di Teras Samarinda agar tetap terawat.
"Dengan dibukanya pagar, masyarakat sudah bisa mengakses dan melihat keindahannya. Kami harap semua dapat menjaga apa yang ada di dalam, baik itu rumput, bunga, maupun fasilitas lainnya," ujar Marnabas, Jumat (6/9/2024).
Pembukaan pagar tersebut juga terkait dengan persiapan Pawai Ta'aruf Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional yang akan digelar pada Sabtu (7/9/2024) pagi. Marnabas menjelaskan bahwa tujuan utama membuka pagar seng adalah untuk memperlihatkan keindahan Teras Samarinda kepada masyarakat luas saat pawai berlangsung.
Dengan memanfaatkan momen itu, ia ingin seluruh masyarakat nantinya dapat melihat perubahan signifikan dari tepian Mahakam dahulu, antara sesudah dan sebelum direvitalisasi.
Lebih lanjut, untuk menjaga ketertiban dan keamanan, ia menyebut Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda telah dikerahkan sejak pagi hingga waktu peresmian Teras Samarinda.
Matan Kepala Dinas Perdagangan ini menilai langkah ini diambil guna mencegah potensi kerusakan dan sampah yang berserakan akibat tangan-tangan nakal yang mungkin merusak fasilitas.
“Silakan masyarakat menonton dari Teras Samarinda, tapi jangan lupa menjaga kebersihan. Jangan buang sampah sembarangan, jangan injak rumput, dan jangan copot bunga yang ada,” tegasnya.
Untuk menjaga keindahan taman dan edukasi masyarakat terkait kebersihan, pihaknya juga memastikan bahwa pedagang kaki lima (PKL) tidak akan diizinkan masuk ke area Teras Samarinda selama acara berlangsung.
Ia pun berharap agar masyarakat bisa memiliki kesadaran yang tinggi untuk sama-sama merawat dan menjaga keindahan Teras Samarinda sebagai aset berharga kota.
Pantauan di lapangan, sudah banyak masyarakat yang berkunjung untuk melihat tempat tersebut. Kemudian banyak juga masyarakat yang tetap memaksa parkir di tepi jalan meski ada petugas yang berjaga.
“Kami turunkan personel Satpol PP dalam jumlah besar agar tidak ada PKL yang masuk dan memastikan Teras Samarinda tetap bersih dari sampah. Teras ini sudah sangat indah, dan kami ingin masyarakat bisa menikmatinya tanpa gangguan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Beberapa masyarakat telah menikmati destinasi wisata Teras Samarinda, Jumat (6/9/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pagar seng yang mengelilingi proyek Teras Samarinda tahap I mulai dibuka pada Jumat (6/9/2024) pagi, yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat secara langsung keindahan proyek senilai puluhan miliar rupiah tersebut.
Pembukaan pagar ini menandai akses terbuka bagi masyarakat ke tempat wisata yang baru dibangun di Samarinda. Namun, destinasi wisata itu belum secara resmi belum diresmikan.
Seperti yang dikatakan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat tinjauan, Rabu (4/9/2024) lalu, Teras Samarinda rencananya baru akan diresmikan pada Senin (9/9/2024) mendatang.
Di sisi lain dengan dibukanya pagar itu, Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengimbau masyarakat untuk turut menjaga aset kota yang ada di dalamnya. Ia menekankan pentingnya menjaga segala fasilitas yang tersedia di Teras Samarinda agar tetap terawat.
"Dengan dibukanya pagar, masyarakat sudah bisa mengakses dan melihat keindahannya. Kami harap semua dapat menjaga apa yang ada di dalam, baik itu rumput, bunga, maupun fasilitas lainnya," ujar Marnabas, Jumat (6/9/2024).
Pembukaan pagar tersebut juga terkait dengan persiapan Pawai Ta'aruf Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional yang akan digelar pada Sabtu (7/9/2024) pagi. Marnabas menjelaskan bahwa tujuan utama membuka pagar seng adalah untuk memperlihatkan keindahan Teras Samarinda kepada masyarakat luas saat pawai berlangsung.
Dengan memanfaatkan momen itu, ia ingin seluruh masyarakat nantinya dapat melihat perubahan signifikan dari tepian Mahakam dahulu, antara sesudah dan sebelum direvitalisasi.
Lebih lanjut, untuk menjaga ketertiban dan keamanan, ia menyebut Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda telah dikerahkan sejak pagi hingga waktu peresmian Teras Samarinda.
Matan Kepala Dinas Perdagangan ini menilai langkah ini diambil guna mencegah potensi kerusakan dan sampah yang berserakan akibat tangan-tangan nakal yang mungkin merusak fasilitas.
“Silakan masyarakat menonton dari Teras Samarinda, tapi jangan lupa menjaga kebersihan. Jangan buang sampah sembarangan, jangan injak rumput, dan jangan copot bunga yang ada,” tegasnya.
Untuk menjaga keindahan taman dan edukasi masyarakat terkait kebersihan, pihaknya juga memastikan bahwa pedagang kaki lima (PKL) tidak akan diizinkan masuk ke area Teras Samarinda selama acara berlangsung.
Ia pun berharap agar masyarakat bisa memiliki kesadaran yang tinggi untuk sama-sama merawat dan menjaga keindahan Teras Samarinda sebagai aset berharga kota.
Pantauan di lapangan, sudah banyak masyarakat yang berkunjung untuk melihat tempat tersebut. Kemudian banyak juga masyarakat yang tetap memaksa parkir di tepi jalan meski ada petugas yang berjaga.
“Kami turunkan personel Satpol PP dalam jumlah besar agar tidak ada PKL yang masuk dan memastikan Teras Samarinda tetap bersih dari sampah. Teras ini sudah sangat indah, dan kami ingin masyarakat bisa menikmatinya tanpa gangguan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)