Seputar Kaltim

    Perkuat Respons Cepat Kebakaran, Disdamkarmat Berau Siapkan 300 Redkar di Kampung

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    16 April 2026 pukul 16:53 WITA

    Disdamkarmat Berau saat melakukan pemadaman di salah satu kejadian kebakaran. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau terus memperkuat upaya mitigasi kebakaran dengan melibatkan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) sebagai unit respons cepat di tingkat kampung dan kelurahan.

    Hingga kini hampir 300 relawan telah tergabung dalam redkar dan tersebar di seluruh kecamatan di Berau. Kehadiran mereka diharapkan mampu mempercepat penanganan awal saat terjadi kebakaran sebelum petugas tiba di lokasi.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Disdamkarmat Berau, Nofian Hidayat menyampaikan ratusan relawan tersebut masih dalam tahap awal administrasi.

    "Saat ini jumlah redkar mencapai 300 orang dan sudah tersebar di seluruh kecamatan. Tapi mereka baru direkrut, belum dikukuhkan, belum memiliki SK, dan juga belum mendapatkan pelatihan," ujar Nofian.

    Ia juga mengatakan sebelum diterjunkan ke lapangan, para relawan memiliki sejumlah hak yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah, seperti pelatihan khusus, penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), serta jaminan keselamatan kerja.

    "Mereka berhak mendapatkan pelatihan, APD dan jaminan keselamatan kerja. Namun karena statusnya sebagai relawan, mereka tidak menerima gaji atau bayaran bulanan," jelasnya.

    Untuk memperluas jangkauan mitigasi kebakaran, Disdamkarmat Berau terus melakukan sosialisasi dan membuka rekrutmen hingga ke tingkat kampung dan kelurahan. Proses pendaftaran juga dipermudah melalui sistem online maupun secara langsung.

    "Rekrutmen masih berjalan terus. Kami turun ke kampung-kampung, kecamatan dan kelurahan. Masyarakat juga bisa mendaftar secara mandiri atau melalui kelurahan masing-masing," tambahnya.

    Nofian menyampaikan ke depan redkar akan difokuskan sebagai garda terdepan dalam penanganan awal kebakaran di lingkungan masyarakat. Sehingga, ia berharap dampak kebakaran dapat diminimalisir serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan semakin meningkat.

    "Redkar ini juga akan difokuskan di tingkat kelurahan atau kampung masing-masing sebagai unit respons cepat di lapangan," tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Perkuat Respons Cepat Kebakaran, Disdamkarmat Berau Siapkan 300 Redkar di Kampung

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    16 April 2026 pukul 16:53 WITA

    Disdamkarmat Berau saat melakukan pemadaman di salah satu kejadian kebakaran. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau terus memperkuat upaya mitigasi kebakaran dengan melibatkan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) sebagai unit respons cepat di tingkat kampung dan kelurahan.

    Hingga kini hampir 300 relawan telah tergabung dalam redkar dan tersebar di seluruh kecamatan di Berau. Kehadiran mereka diharapkan mampu mempercepat penanganan awal saat terjadi kebakaran sebelum petugas tiba di lokasi.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Disdamkarmat Berau, Nofian Hidayat menyampaikan ratusan relawan tersebut masih dalam tahap awal administrasi.

    "Saat ini jumlah redkar mencapai 300 orang dan sudah tersebar di seluruh kecamatan. Tapi mereka baru direkrut, belum dikukuhkan, belum memiliki SK, dan juga belum mendapatkan pelatihan," ujar Nofian.

    Ia juga mengatakan sebelum diterjunkan ke lapangan, para relawan memiliki sejumlah hak yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah, seperti pelatihan khusus, penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), serta jaminan keselamatan kerja.

    "Mereka berhak mendapatkan pelatihan, APD dan jaminan keselamatan kerja. Namun karena statusnya sebagai relawan, mereka tidak menerima gaji atau bayaran bulanan," jelasnya.

    Untuk memperluas jangkauan mitigasi kebakaran, Disdamkarmat Berau terus melakukan sosialisasi dan membuka rekrutmen hingga ke tingkat kampung dan kelurahan. Proses pendaftaran juga dipermudah melalui sistem online maupun secara langsung.

    "Rekrutmen masih berjalan terus. Kami turun ke kampung-kampung, kecamatan dan kelurahan. Masyarakat juga bisa mendaftar secara mandiri atau melalui kelurahan masing-masing," tambahnya.

    Nofian menyampaikan ke depan redkar akan difokuskan sebagai garda terdepan dalam penanganan awal kebakaran di lingkungan masyarakat. Sehingga, ia berharap dampak kebakaran dapat diminimalisir serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan semakin meningkat.

    "Redkar ini juga akan difokuskan di tingkat kelurahan atau kampung masing-masing sebagai unit respons cepat di lapangan," tandasnya.

    (Sf/Lo)