Seputar Kaltim

    Perkuat Penanganan Karhutla, Pemkab Berau Andalkan BTT Rp4,5 Miliar

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    07 September 2026 pukul 15:11 WITA

    Bupati Berau, Sri Jurniarsih Mas saat mendatangi lokasi Karhutla di Berau. (Foto: istimewa)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiapkan dukungan anggaran melalui Biaya Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp4,5 miliar.

    BTT adalah anggaran cadangan daerah untuk situasi darurat yang tidak bisa diprediksi sebelumnya seperti Karhutla. Dukungan tersebut disiapkan untuk memastikan kebutuhan operasional tim gabungan yang berada di lapangan tetap terpenuhi selama proses penanganan karhutla berlangsung.

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan karhutla sekaligus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

    Ia menjelaskan, dari total anggaran tersebut, Rp3 miliar dialokasikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau. Sementara Rp1,5 miliar diberikan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat).

    "Berkas persetujuan penggunaan BTT sudah saya tandatangani," ujar Sri.

    Menurutnya, dukungan anggaran menjadi bagian penting dalam memperkuat respons pemerintah daerah. Sebab, penanganan karhutla membutuhkan mobilisasi personel dan peralatan secara berkelanjutan, terutama pada wilayah yang sulit dijangkau.

    "Anggaran itu akan digunakan untuk mendukung kebutuhan penanganan di lapangan, mulai dari logistik, bahan bakar, hingga kebutuhan tim selama melakukan pemadaman dan penanganan titik-titik karhutla," katanya.

    Selain itu, ia menegaskan bahwa Pemkab Berau juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk memperkuat upaya pemadaman melalui operasi water bombing.

    "Komunikasi dengan BNPB bahkan dilakukan untuk mendorong relokasi atau penguatan operasi water bombing, agar dapat menangani wilayah Berau yang terdampak karhutla," terangnya.

    Dirinya pun menyampaikan bahwa penanganan juga telah dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) dan pemadaman langsung oleh tim di lapangan.

    "Khusus wilayah gambut, kami juga telah meminta BPBD Berau untuk mengoptimalkan penggunaan peat injector atau nozzle suntik gambut," ujarnya.

    Ia menjelaskan, teknologi tersebut digunakan untuk memasukkan air ke lapisan gambut yang terbakar maupun yang masih menyimpan titik panas di bawah permukaan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah api kembali muncul setelah kebakaran di permukaan berhasil dipadamkan.

    Sri Juniarsih menegaskan, seluruh dukungan yang disiapkan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mempercepat penanganan karhutla di lapangan. Penggunaan anggaran dan sumber daya juga akan diarahkan sesuai kebutuhan agar upaya pemadaman dapat berjalan optimal dan kebakaran tidak semakin meluas.

    "Yang paling penting bagaimana seluruh dukungan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk penanganan karhutla, sehingga tim di lapangan bisa bekerja secara maksimal dan kebakaran tidak semakin meluas," tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Perkuat Penanganan Karhutla, Pemkab Berau Andalkan BTT Rp4,5 Miliar

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    07 September 2026 pukul 15:11 WITA

    Bupati Berau, Sri Jurniarsih Mas saat mendatangi lokasi Karhutla di Berau. (Foto: istimewa)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiapkan dukungan anggaran melalui Biaya Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp4,5 miliar.

    BTT adalah anggaran cadangan daerah untuk situasi darurat yang tidak bisa diprediksi sebelumnya seperti Karhutla. Dukungan tersebut disiapkan untuk memastikan kebutuhan operasional tim gabungan yang berada di lapangan tetap terpenuhi selama proses penanganan karhutla berlangsung.

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan karhutla sekaligus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

    Ia menjelaskan, dari total anggaran tersebut, Rp3 miliar dialokasikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau. Sementara Rp1,5 miliar diberikan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat).

    "Berkas persetujuan penggunaan BTT sudah saya tandatangani," ujar Sri.

    Menurutnya, dukungan anggaran menjadi bagian penting dalam memperkuat respons pemerintah daerah. Sebab, penanganan karhutla membutuhkan mobilisasi personel dan peralatan secara berkelanjutan, terutama pada wilayah yang sulit dijangkau.

    "Anggaran itu akan digunakan untuk mendukung kebutuhan penanganan di lapangan, mulai dari logistik, bahan bakar, hingga kebutuhan tim selama melakukan pemadaman dan penanganan titik-titik karhutla," katanya.

    Selain itu, ia menegaskan bahwa Pemkab Berau juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk memperkuat upaya pemadaman melalui operasi water bombing.

    "Komunikasi dengan BNPB bahkan dilakukan untuk mendorong relokasi atau penguatan operasi water bombing, agar dapat menangani wilayah Berau yang terdampak karhutla," terangnya.

    Dirinya pun menyampaikan bahwa penanganan juga telah dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) dan pemadaman langsung oleh tim di lapangan.

    "Khusus wilayah gambut, kami juga telah meminta BPBD Berau untuk mengoptimalkan penggunaan peat injector atau nozzle suntik gambut," ujarnya.

    Ia menjelaskan, teknologi tersebut digunakan untuk memasukkan air ke lapisan gambut yang terbakar maupun yang masih menyimpan titik panas di bawah permukaan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah api kembali muncul setelah kebakaran di permukaan berhasil dipadamkan.

    Sri Juniarsih menegaskan, seluruh dukungan yang disiapkan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mempercepat penanganan karhutla di lapangan. Penggunaan anggaran dan sumber daya juga akan diarahkan sesuai kebutuhan agar upaya pemadaman dapat berjalan optimal dan kebakaran tidak semakin meluas.

    "Yang paling penting bagaimana seluruh dukungan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk penanganan karhutla, sehingga tim di lapangan bisa bekerja secara maksimal dan kebakaran tidak semakin meluas," tandasnya.

    (Sf/Lo)