Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi cuaca ekstrim. (Foto: Pinterest)
Tenggarong - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memperkuat langkah mitigasi bencana.
Ini dilakukan karena ancaman cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah pesisir Kukar. Dalam upaya itu, DKP Kukar akan menjalin kerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Timur (Kaltim).
Kepala DKP Kukar, Muslik mengatakan kerja sama tersebut dirancang untuk memprioritaskan keselamatan para nelayan di tengah ancaman kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi.
“Cuaca ekstrem seperti angin kencang dan gelombang tinggi menjadi tantangan serius bagi nelayan kita. Dengan informasi yang cepat dan akurat, kami ingin memastikan mereka dapat berlayar dengan aman, makanya kita gandeng BMKG) Kaltim,” katanya, Kamis (19/12/2024).
Nantinya sosialisasi tersebut, BMKG Kaltim akan menyediakan data perkiraan cuaca berbasis wilayah pesisir, termasuk potensi badai dan tinggi gelombang laut.
Informasi itu akan disampaikan melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk aplikasi berbasis digital yang dapat diakses langsung oleh masyarakat.
Ia menyebut salah satu fokus utama adalah menjangkau daerah pesisir seperti Kecamatan Anggana dan Muara Badak yang selama ini menjadi pusat aktivitas nelayan.
Dalam program ini, nelayan juga diajak untuk berdiskusi sehingga mereka dapat menyampaikan kebutuhan dan tantangan mereka terkait kondisi cuaca.
"Dirinya berharap langkah kolaboratif ini tidak hanya meningkatkan keselamatan nelayan, tetapi juga mengurangi kerugian ekonomi yang sering terjadi akibat cuaca buruk," tutupnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi cuaca ekstrim. (Foto: Pinterest)
Tenggarong - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memperkuat langkah mitigasi bencana.
Ini dilakukan karena ancaman cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah pesisir Kukar. Dalam upaya itu, DKP Kukar akan menjalin kerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Timur (Kaltim).
Kepala DKP Kukar, Muslik mengatakan kerja sama tersebut dirancang untuk memprioritaskan keselamatan para nelayan di tengah ancaman kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi.
“Cuaca ekstrem seperti angin kencang dan gelombang tinggi menjadi tantangan serius bagi nelayan kita. Dengan informasi yang cepat dan akurat, kami ingin memastikan mereka dapat berlayar dengan aman, makanya kita gandeng BMKG) Kaltim,” katanya, Kamis (19/12/2024).
Nantinya sosialisasi tersebut, BMKG Kaltim akan menyediakan data perkiraan cuaca berbasis wilayah pesisir, termasuk potensi badai dan tinggi gelombang laut.
Informasi itu akan disampaikan melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk aplikasi berbasis digital yang dapat diakses langsung oleh masyarakat.
Ia menyebut salah satu fokus utama adalah menjangkau daerah pesisir seperti Kecamatan Anggana dan Muara Badak yang selama ini menjadi pusat aktivitas nelayan.
Dalam program ini, nelayan juga diajak untuk berdiskusi sehingga mereka dapat menyampaikan kebutuhan dan tantangan mereka terkait kondisi cuaca.
"Dirinya berharap langkah kolaboratif ini tidak hanya meningkatkan keselamatan nelayan, tetapi juga mengurangi kerugian ekonomi yang sering terjadi akibat cuaca buruk," tutupnya.
(Sf/By)