Seputar Kaltim

    Perkuat Layanan Keagamaan, APRI Kaltim Dorong Peran Penghulu Lebih Strategis

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Musyawarah Wilayah (Muswil) perdana Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kaltim yang digelar di Asrama Haji Balikpapan, Rabu (27/8/2025). (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Para penghulu di Kaltim kini tak hanya dikenal sebagai pencatat pernikahan, tetapi juga mulai diakui sebagai mitra strategis dalam membangun ketahanan keluarga dan moral masyarakat.

    Hal ini mengemuka dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) perdana Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kaltim yang digelar di Asrama Haji Balikpapan, Rabu (27/8/2025).

    Muswil ini menjadi wadah penting untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus memilih kepengurusan baru. Namun lebih dari itu, kegiatan ini juga menegaskan komitmen APRI dalam memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan.

    Ketua APRI Kaltim, Hairillah, menekankan bahwa peran penghulu saat ini jauh lebih luas dibandingkan dulu.

    “Penghulu sekarang bukan hanya menikahkan, tapi juga aktif dalam pembinaan keluarga, edukasi remaja, pencegahan pernikahan dini, hingga terlibat dalam program sosial seperti penanganan stunting,” ucap Hairillah.

    Senada dengan itu, Ketua Pengurus Pusat APRI, Madari menyebut bahwa kehadiran APRI merupakan mandat dari regulasi pemerintah, bukan sekadar inisiatif internal. Organisasi ini dibentuk untuk menjaga profesionalitas dan integritas para penghulu.

    “Penghulu adalah figur penting di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya memberikan layanan administrasi, tapi juga menjadi teladan dan pendamping dalam urusan keagamaan,” terangnya.

    Ia juga menyoroti pentingnya keikhlasan para penghulu dalam menjalankan tugas, termasuk bagi mereka yang bertugas di daerah terpencil.

    Dukungan terhadap peran strategis penghulu juga datang dari Kementerian Agama Kaltim. Kabid Bimbingan Masyarakat Islam, Maslekhan menyebut penghulu sebagai penjaga martabat keluarga dan tokoh penting dalam komunitas.

    Sementara itu, Staf Ahli Bidang III SDA, Perekonomian, Daerah, dan Kesra Setprov Kaltim, Arief Murdiyanto, menilai Muswil ini sebagai langkah maju yang akan memperkuat kerja sama antara APRI dan pemerintah daerah.

    “Penghulu adalah garda depan dalam pembinaan keluarga dan masyarakat. Kami siap bersinergi dalam berbagai program, mulai dari edukasi remaja hingga penguatan nilai-nilai keagamaan,” imbuhnya.

    Melalui Muswil ini, APRI Kaltim diharapkan mampu merancang program kerja yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan di Kaltim.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Perkuat Layanan Keagamaan, APRI Kaltim Dorong Peran Penghulu Lebih Strategis

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Musyawarah Wilayah (Muswil) perdana Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kaltim yang digelar di Asrama Haji Balikpapan, Rabu (27/8/2025). (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Para penghulu di Kaltim kini tak hanya dikenal sebagai pencatat pernikahan, tetapi juga mulai diakui sebagai mitra strategis dalam membangun ketahanan keluarga dan moral masyarakat.

    Hal ini mengemuka dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) perdana Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kaltim yang digelar di Asrama Haji Balikpapan, Rabu (27/8/2025).

    Muswil ini menjadi wadah penting untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus memilih kepengurusan baru. Namun lebih dari itu, kegiatan ini juga menegaskan komitmen APRI dalam memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan.

    Ketua APRI Kaltim, Hairillah, menekankan bahwa peran penghulu saat ini jauh lebih luas dibandingkan dulu.

    “Penghulu sekarang bukan hanya menikahkan, tapi juga aktif dalam pembinaan keluarga, edukasi remaja, pencegahan pernikahan dini, hingga terlibat dalam program sosial seperti penanganan stunting,” ucap Hairillah.

    Senada dengan itu, Ketua Pengurus Pusat APRI, Madari menyebut bahwa kehadiran APRI merupakan mandat dari regulasi pemerintah, bukan sekadar inisiatif internal. Organisasi ini dibentuk untuk menjaga profesionalitas dan integritas para penghulu.

    “Penghulu adalah figur penting di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya memberikan layanan administrasi, tapi juga menjadi teladan dan pendamping dalam urusan keagamaan,” terangnya.

    Ia juga menyoroti pentingnya keikhlasan para penghulu dalam menjalankan tugas, termasuk bagi mereka yang bertugas di daerah terpencil.

    Dukungan terhadap peran strategis penghulu juga datang dari Kementerian Agama Kaltim. Kabid Bimbingan Masyarakat Islam, Maslekhan menyebut penghulu sebagai penjaga martabat keluarga dan tokoh penting dalam komunitas.

    Sementara itu, Staf Ahli Bidang III SDA, Perekonomian, Daerah, dan Kesra Setprov Kaltim, Arief Murdiyanto, menilai Muswil ini sebagai langkah maju yang akan memperkuat kerja sama antara APRI dan pemerintah daerah.

    “Penghulu adalah garda depan dalam pembinaan keluarga dan masyarakat. Kami siap bersinergi dalam berbagai program, mulai dari edukasi remaja hingga penguatan nilai-nilai keagamaan,” imbuhnya.

    Melalui Muswil ini, APRI Kaltim diharapkan mampu merancang program kerja yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan di Kaltim.

    (Sf/Rs)