Cari disini...
Seputar Kaltim
Kafilah asal Paser yang mewakili Kaltim di MTQ Nasional. (Foto: Kemenag Paser)
Tana Paser - Empat putra-putri terbaik Kabupaten Paser dipercaya memperkuat Kafilah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Ajang tingkat nasional tersebut akan diselenggarakan di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Keempat peserta asal Paser itu berkompetisi pada cabang yang berbeda. Khansa Ilmiya tampil pada Cabang Tafsir Bahasa Indonesia, sedangkan Cipto Wijaya berlaga pada Cabang Tafsir Bahasa Inggris.
Dua utusan lainnya, Hakim Maulana akan bertanding pada Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) serta Muhammad Aslan Amir Muthalib akan berlaga pada Cabang Syarhil Qur’an.
Sebelum berhasil melaju ke tingkat nasional, para peserta telah melewati serangkaian proses seleksi ketat serta program persiapan yang intensif.
Plt Kepala Kemenenterian Agama (Kmenag) Paser, Syarifuddin menyebut selain mengikuti seleksi berjenjang, keempat peserta juga mengikuti pemusatan latihan atau Training Center (TC).
"Program pembekalan diselenggarakan khusus oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kaltim untuk memantangkan persiapan teknis dan mental," kata Syarifuddin, Kamis (16/9/2026).
Delegasi asal Paser bergabung bersama 56 peserta terbaik dari hasil seleksi dari seluruh wilayah di Kaltim. Mereka dipercaya untuk membawa nama Kaltim ke tingkat nasional.
Pelaksanaan lomba bagi kontingen Paser berlangsung bertahap. Hakim Maulana tercatat sebagai peserta pertama dari Paser yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian penampilannya di arena lomba.
Sementara itu, tiga delegasi lainnya Khansa Ilmiya, Cipto Wijaya dan Muhammad Aslan Amir Muthalib dijadwalkan tampil pada Kamis, 17 September 2026 untuk mengerahkan kemampuan terbaik di hadapan dewan hakim.
Syarifuddin berpesan, agar para peserta tetap dapat menjaga kesehatan fisik dan fokus dalam menghadapi ajang tersebut.
"Tetap tenang dan jaga fokus serta tampilkan penampilan terbaik yang telah dilatih selama ini," tutup Syarifuddin.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kafilah asal Paser yang mewakili Kaltim di MTQ Nasional. (Foto: Kemenag Paser)
Tana Paser - Empat putra-putri terbaik Kabupaten Paser dipercaya memperkuat Kafilah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Ajang tingkat nasional tersebut akan diselenggarakan di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Keempat peserta asal Paser itu berkompetisi pada cabang yang berbeda. Khansa Ilmiya tampil pada Cabang Tafsir Bahasa Indonesia, sedangkan Cipto Wijaya berlaga pada Cabang Tafsir Bahasa Inggris.
Dua utusan lainnya, Hakim Maulana akan bertanding pada Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) serta Muhammad Aslan Amir Muthalib akan berlaga pada Cabang Syarhil Qur’an.
Sebelum berhasil melaju ke tingkat nasional, para peserta telah melewati serangkaian proses seleksi ketat serta program persiapan yang intensif.
Plt Kepala Kemenenterian Agama (Kmenag) Paser, Syarifuddin menyebut selain mengikuti seleksi berjenjang, keempat peserta juga mengikuti pemusatan latihan atau Training Center (TC).
"Program pembekalan diselenggarakan khusus oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kaltim untuk memantangkan persiapan teknis dan mental," kata Syarifuddin, Kamis (16/9/2026).
Delegasi asal Paser bergabung bersama 56 peserta terbaik dari hasil seleksi dari seluruh wilayah di Kaltim. Mereka dipercaya untuk membawa nama Kaltim ke tingkat nasional.
Pelaksanaan lomba bagi kontingen Paser berlangsung bertahap. Hakim Maulana tercatat sebagai peserta pertama dari Paser yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian penampilannya di arena lomba.
Sementara itu, tiga delegasi lainnya Khansa Ilmiya, Cipto Wijaya dan Muhammad Aslan Amir Muthalib dijadwalkan tampil pada Kamis, 17 September 2026 untuk mengerahkan kemampuan terbaik di hadapan dewan hakim.
Syarifuddin berpesan, agar para peserta tetap dapat menjaga kesehatan fisik dan fokus dalam menghadapi ajang tersebut.
"Tetap tenang dan jaga fokus serta tampilkan penampilan terbaik yang telah dilatih selama ini," tutup Syarifuddin.
(Sf/Lo)