Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat melakukan penanaman pohon di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). (Foto: Humas/ Seputarfakta.com)
Balikpapan - Upaya mewujudkan IKN sebagai kota hijau dan berkelanjutan terus mendapat dukungan, kali ini dari kalangan alumni perguruan tinggi melalui aksi nyata di lapangan.
Keluarga Alumni Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada (KATSGAMA) bersama Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo melakukan penanaman pohon di kawasan IKN, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi alumni UGM dalam mendukung pembangunan ibu kota baru yang ramah lingkungan.
Penanaman pohon dipilih sebagai bentuk komitmen awal terhadap pembangunan berkelanjutan. Aksi tersebut sekaligus menegaskan pembangunan infrastruktur di IKN harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan.
Bagus Susetyo mengapresiasi keterlibatan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) dan KATSGAMA dalam mendukung visi IKN. Menurutnya peran alumni perguruan tinggi sangat strategis karena memiliki kapasitas intelektual, pengalaman profesional, serta jaringan yang luas.
“Pembangunan IKN tidak hanya berbicara soal fisik dan infrastruktur, tetapi juga membangun ekosistem kota yang sehat dan berkelanjutan. Keterlibatan komunitas intelektual seperti alumni UGM menjadi kekuatan penting dalam proses ini,” ucapnya, Minggu (18/1/2026)
Sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi perlu terus diperkuat agar pembangunan IKN tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga berkualitas dan berorientasi jangka panjang.
“Selain kegiatan penghijauan, agenda kunjungan alumni UGM juga diisi dengan audiensi dan dialog bersama yang membahas peluang kontribusi keilmuan, khususnya di bidang infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia,” jelasnya.
KATSGAMA menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan IKN melalui pendekatan akademis dan profesional.
Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan komunitas intelektual, sekaligus mendorong partisipasi publik dalam menjaga kelestarian lingkungan di kawasan strategis nasional.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat melakukan penanaman pohon di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). (Foto: Humas/ Seputarfakta.com)
Balikpapan - Upaya mewujudkan IKN sebagai kota hijau dan berkelanjutan terus mendapat dukungan, kali ini dari kalangan alumni perguruan tinggi melalui aksi nyata di lapangan.
Keluarga Alumni Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada (KATSGAMA) bersama Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo melakukan penanaman pohon di kawasan IKN, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi alumni UGM dalam mendukung pembangunan ibu kota baru yang ramah lingkungan.
Penanaman pohon dipilih sebagai bentuk komitmen awal terhadap pembangunan berkelanjutan. Aksi tersebut sekaligus menegaskan pembangunan infrastruktur di IKN harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan.
Bagus Susetyo mengapresiasi keterlibatan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) dan KATSGAMA dalam mendukung visi IKN. Menurutnya peran alumni perguruan tinggi sangat strategis karena memiliki kapasitas intelektual, pengalaman profesional, serta jaringan yang luas.
“Pembangunan IKN tidak hanya berbicara soal fisik dan infrastruktur, tetapi juga membangun ekosistem kota yang sehat dan berkelanjutan. Keterlibatan komunitas intelektual seperti alumni UGM menjadi kekuatan penting dalam proses ini,” ucapnya, Minggu (18/1/2026)
Sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi perlu terus diperkuat agar pembangunan IKN tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga berkualitas dan berorientasi jangka panjang.
“Selain kegiatan penghijauan, agenda kunjungan alumni UGM juga diisi dengan audiensi dan dialog bersama yang membahas peluang kontribusi keilmuan, khususnya di bidang infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia,” jelasnya.
KATSGAMA menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan IKN melalui pendekatan akademis dan profesional.
Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan komunitas intelektual, sekaligus mendorong partisipasi publik dalam menjaga kelestarian lingkungan di kawasan strategis nasional.
(Sf/Lo)