Seputar Kaltim

    Perkuat Kohesi Diaspora, RBFI Kaltim Ikuti Perayaan Natal dan Tahun Baru di Banjarmasin

    Redaktur:Lodya A
    13 Januari 2026 pukul 10:51 WITA

    Pengurus RBFI Kaltim saat hadiri nataru diaspora Flobamora se-Kalimantan di Banjarmasin, Kalsel (Foto: Istimewa)

    SAMARINDA - Jajaran pengurus Rumah Besar Flobamora Indonesia (RBFI) Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) turut ambil bagian dalam Perayaan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 Diaspora Flobamora se-Kalimantan yang digelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (12/1/2026). 

    Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi sosial dan kultural bagi warga perantauan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Pulau Kalimantan.

    Pengurus RBFI Kaltim yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Ketua Kornelius Keladu Maran, Sekretaris Petrus Pelo Djoka, serta Pembina Damianus Wara. Acara bertajuk 'Cahaya dari Kampung Halaman' itu juga dihadiri langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena sebagai bentuk atensi pemerintah daerah terhadap eksistensi diaspora Flobamora.

    Ketua RBFI Wilayah Kaltim, Kornelius Keladu Maran menyebut kegiatan ini memiliki signifikansi strategis dalam mempererat kohesi sosial di kalangan diaspora. Menurut dia, perayaan ini bukan sekadar seremoni keagamaan dan pergantian tahun, melainkan momentum reflektif untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur kampung halaman di tengah dinamika kehidupan perantauan.

    “Ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan dan merefleksikan nilai-nilai luhur kampung halaman di tengah perantauan. Juga sekaligus membangun silaturahmi serta menjadi ajang berbagi informasi dan pengalaman antarsesama warga perantauan asal NTT di Kalimantan,” ujar Kornelius dalam keterangan rilisnya yang dikirimkan ke media.

    Kehadiran Gubernur NTT semakin menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap diaspora Flobamora di berbagai wilayah Indonesia. Dukungan tersebut dinilai penting dalam memperkuat relasi antara komunitas diaspora dan pemerintah, baik dalam aspek sosial, budaya, maupun pembangunan sumber daya manusia.

    Kornelius menyebut, tema yang diusung mengandung makna filosofis yang mendalam. Tema ini menjadi simbol pengingat akan akar budaya, identitas kolektif, serta nilai-nilai tradisional yang berfungsi sebagai kompas moral bagi masyarakat Flobamora di perantauan. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu memancarkan energi positif dalam menyongsong tahun yang baru.

    “Acara ini diharapkan menjadi wadah untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat identitas budaya, serta merumuskan langkah-langkah strategis demi kemajuan diaspora Flobamora, khususnya di Kalimantan Timur,” tutup Kornelius. (*)

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Perkuat Kohesi Diaspora, RBFI Kaltim Ikuti Perayaan Natal dan Tahun Baru di Banjarmasin

    Redaktur:Lodya A
    13 Januari 2026 pukul 10:51 WITA

    Pengurus RBFI Kaltim saat hadiri nataru diaspora Flobamora se-Kalimantan di Banjarmasin, Kalsel (Foto: Istimewa)

    SAMARINDA - Jajaran pengurus Rumah Besar Flobamora Indonesia (RBFI) Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) turut ambil bagian dalam Perayaan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 Diaspora Flobamora se-Kalimantan yang digelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (12/1/2026). 

    Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi sosial dan kultural bagi warga perantauan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Pulau Kalimantan.

    Pengurus RBFI Kaltim yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Ketua Kornelius Keladu Maran, Sekretaris Petrus Pelo Djoka, serta Pembina Damianus Wara. Acara bertajuk 'Cahaya dari Kampung Halaman' itu juga dihadiri langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena sebagai bentuk atensi pemerintah daerah terhadap eksistensi diaspora Flobamora.

    Ketua RBFI Wilayah Kaltim, Kornelius Keladu Maran menyebut kegiatan ini memiliki signifikansi strategis dalam mempererat kohesi sosial di kalangan diaspora. Menurut dia, perayaan ini bukan sekadar seremoni keagamaan dan pergantian tahun, melainkan momentum reflektif untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur kampung halaman di tengah dinamika kehidupan perantauan.

    “Ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan dan merefleksikan nilai-nilai luhur kampung halaman di tengah perantauan. Juga sekaligus membangun silaturahmi serta menjadi ajang berbagi informasi dan pengalaman antarsesama warga perantauan asal NTT di Kalimantan,” ujar Kornelius dalam keterangan rilisnya yang dikirimkan ke media.

    Kehadiran Gubernur NTT semakin menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap diaspora Flobamora di berbagai wilayah Indonesia. Dukungan tersebut dinilai penting dalam memperkuat relasi antara komunitas diaspora dan pemerintah, baik dalam aspek sosial, budaya, maupun pembangunan sumber daya manusia.

    Kornelius menyebut, tema yang diusung mengandung makna filosofis yang mendalam. Tema ini menjadi simbol pengingat akan akar budaya, identitas kolektif, serta nilai-nilai tradisional yang berfungsi sebagai kompas moral bagi masyarakat Flobamora di perantauan. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu memancarkan energi positif dalam menyongsong tahun yang baru.

    “Acara ini diharapkan menjadi wadah untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat identitas budaya, serta merumuskan langkah-langkah strategis demi kemajuan diaspora Flobamora, khususnya di Kalimantan Timur,” tutup Kornelius. (*)

    (Sf/Lo)