Seputar Kaltim

    Perkuat Akses Pendidikan, Wali Kota Balikpapan Harap Revitalisasi Sekolah dari Pempus Ditambah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    05 Juni 2026 pukul 13:49 WITA

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat ditemui di BSCC Dome Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi utama dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. 

    Berbagai program pemerataan akses pendidikan, pembangunan sekolah baru, hingga digitalisasi pembelajaran terus digencarkan dengan dukungan pemerintah pusat.

    Hal tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat menerima kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti. 

    Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan di Kota Balikpapan.

    “Pemkot Balikpapan memiliki komitmen kuat bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan SDM unggul,” ucap Rahmad kepada awak media, Jumat (5/6/2026).

    Salah satu program yang saat ini menjadi fokus Pemkot Balikpapan adalah pelaksanaan wajib belajar 13 tahun. Program tersebut mencakup satu tahun pendidikan pra-SD yang telah diatur melalui Peraturan Wali Kota Balikpapan Nomor 24 Tahun 2025.

    Menurut Rahmad, kebijakan tersebut merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk memastikan seluruh anak di Balikpapan mendapatkan akses pendidikan sejak usia dini hingga jenjang menengah.

    “Program ini kami jalankan agar tidak ada anak yang putus sekolah, mulai dari pendidikan pra-sekolah hingga pendidikan menengah,” terangnya.

    Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan yang diberikan untuk mendukung program pendidikan di Balikpapan.

    Salah satunya berupa bantuan sebesar Rp100 juta untuk mendukung pelaksanaan program wajib belajar satu tahun pra-sekolah.

    Selain itu, Kota Balikpapan juga memperoleh penghargaan nasional atas keberhasilannya membangun sinergi dengan sekolah swasta dalam pemerataan akses pendidikan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang inklusif.

    “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sekolah swasta mampu memperluas akses pendidikan bagi masyarakat,” katanya.

    Dukungan pemerintah pusat juga diwujudkan melalui program revitalisasi sarana pendidikan. Pada 2025-2026, Balikpapan mendapatkan 10 paket revitalisasi gedung satuan pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

    Meski demikian, wali kota berharap jumlah sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.

    “Untuk Kota Balikpapan sendiri ada sekitar 10 sekolah yang mendapatkan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kami berharap tahun depan jumlahnya bisa bertambah lagi, minimal 50 sekolah,” harapnya.

    Kata dia, peningkatan jumlah sekolah yang direvitalisasi akan membantu mempercepat peningkatan kualitas sarana pendidikan di Balikpapan.

    “Bukan hanya pemerintah kota yang berperan, tetapi keterlibatan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga sangat kami harapkan,” tambahnya.

    Rahmad mengaku telah menyampaikan langsung usulan tersebut kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah saat kunjungan berlangsung.

    “Kami sudah menyampaikan kepada Pak Menteri. Tahun ini ada 10 sekolah, mudah-mudahan tahun depan bisa bertambah lebih banyak lagi,” akunya.

    Selain pembangunan fisik sekolah, Balikpapan juga mendapat dukungan program digitalisasi pendidikan pada 2025.

    Bantuan tersebut berupa 423 unit papan interaktif (interactive display), 423 unit laptop dan 423 unit hard disk eksternal. Secara keseluruhan terdapat 1.269 perangkat yang akan digunakan untuk mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi di sekolah.

    Pemkot Balikpapan menilai digitalisasi pendidikan menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sekaligus menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan era digital.

    “Dalam upaya pemerataan akses pendidikan, Pemkot Balikpapan juga terus membangun sarana pendidikan baru,” imbuhnya.

    Sejak 2022-2026, pemerintah telah membangun enam unit sekolah baru jenjang SMP, satu unit SD dan satu unit PAUD. 

    Selain pembangunan sekolah baru, sebanyak 497 paket revitalisasi dan rehabilitasi sekolah telah dilaksanakan dalam kurun waktu yang sama.

    Tidak hanya itu, kerja sama dengan sekolah swasta dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang mulai diterapkan pada 2025 juga akan kembali dilanjutkan pada 2026.

    “Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat dan Pemkot Balikpapan terus diperkuat, terutama dalam percepatan digitalisasi pendidikan dan pemenuhan sarana-prasarana sekolah,” ungkapnya.

    Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting agar kualitas pendidikan di Balikpapan semakin meningkat dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

    “Kami berharap kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah semakin erat, terutama dalam mengakselerasi digitalisasi pembelajaran dan pemenuhan sarana-prasarana sekolah agar standar pendidikan di Balikpapan benar-benar berkelas dunia,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Perkuat Akses Pendidikan, Wali Kota Balikpapan Harap Revitalisasi Sekolah dari Pempus Ditambah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    05 Juni 2026 pukul 13:49 WITA

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat ditemui di BSCC Dome Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi utama dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. 

    Berbagai program pemerataan akses pendidikan, pembangunan sekolah baru, hingga digitalisasi pembelajaran terus digencarkan dengan dukungan pemerintah pusat.

    Hal tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat menerima kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti. 

    Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan di Kota Balikpapan.

    “Pemkot Balikpapan memiliki komitmen kuat bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan SDM unggul,” ucap Rahmad kepada awak media, Jumat (5/6/2026).

    Salah satu program yang saat ini menjadi fokus Pemkot Balikpapan adalah pelaksanaan wajib belajar 13 tahun. Program tersebut mencakup satu tahun pendidikan pra-SD yang telah diatur melalui Peraturan Wali Kota Balikpapan Nomor 24 Tahun 2025.

    Menurut Rahmad, kebijakan tersebut merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk memastikan seluruh anak di Balikpapan mendapatkan akses pendidikan sejak usia dini hingga jenjang menengah.

    “Program ini kami jalankan agar tidak ada anak yang putus sekolah, mulai dari pendidikan pra-sekolah hingga pendidikan menengah,” terangnya.

    Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan yang diberikan untuk mendukung program pendidikan di Balikpapan.

    Salah satunya berupa bantuan sebesar Rp100 juta untuk mendukung pelaksanaan program wajib belajar satu tahun pra-sekolah.

    Selain itu, Kota Balikpapan juga memperoleh penghargaan nasional atas keberhasilannya membangun sinergi dengan sekolah swasta dalam pemerataan akses pendidikan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang inklusif.

    “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sekolah swasta mampu memperluas akses pendidikan bagi masyarakat,” katanya.

    Dukungan pemerintah pusat juga diwujudkan melalui program revitalisasi sarana pendidikan. Pada 2025-2026, Balikpapan mendapatkan 10 paket revitalisasi gedung satuan pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

    Meski demikian, wali kota berharap jumlah sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.

    “Untuk Kota Balikpapan sendiri ada sekitar 10 sekolah yang mendapatkan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kami berharap tahun depan jumlahnya bisa bertambah lagi, minimal 50 sekolah,” harapnya.

    Kata dia, peningkatan jumlah sekolah yang direvitalisasi akan membantu mempercepat peningkatan kualitas sarana pendidikan di Balikpapan.

    “Bukan hanya pemerintah kota yang berperan, tetapi keterlibatan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga sangat kami harapkan,” tambahnya.

    Rahmad mengaku telah menyampaikan langsung usulan tersebut kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah saat kunjungan berlangsung.

    “Kami sudah menyampaikan kepada Pak Menteri. Tahun ini ada 10 sekolah, mudah-mudahan tahun depan bisa bertambah lebih banyak lagi,” akunya.

    Selain pembangunan fisik sekolah, Balikpapan juga mendapat dukungan program digitalisasi pendidikan pada 2025.

    Bantuan tersebut berupa 423 unit papan interaktif (interactive display), 423 unit laptop dan 423 unit hard disk eksternal. Secara keseluruhan terdapat 1.269 perangkat yang akan digunakan untuk mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi di sekolah.

    Pemkot Balikpapan menilai digitalisasi pendidikan menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sekaligus menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan era digital.

    “Dalam upaya pemerataan akses pendidikan, Pemkot Balikpapan juga terus membangun sarana pendidikan baru,” imbuhnya.

    Sejak 2022-2026, pemerintah telah membangun enam unit sekolah baru jenjang SMP, satu unit SD dan satu unit PAUD. 

    Selain pembangunan sekolah baru, sebanyak 497 paket revitalisasi dan rehabilitasi sekolah telah dilaksanakan dalam kurun waktu yang sama.

    Tidak hanya itu, kerja sama dengan sekolah swasta dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang mulai diterapkan pada 2025 juga akan kembali dilanjutkan pada 2026.

    “Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat dan Pemkot Balikpapan terus diperkuat, terutama dalam percepatan digitalisasi pendidikan dan pemenuhan sarana-prasarana sekolah,” ungkapnya.

    Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting agar kualitas pendidikan di Balikpapan semakin meningkat dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

    “Kami berharap kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah semakin erat, terutama dalam mengakselerasi digitalisasi pembelajaran dan pemenuhan sarana-prasarana sekolah agar standar pendidikan di Balikpapan benar-benar berkelas dunia,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)