Seputar Kaltim

    Perjuangkan Pembangunan di Tengah Efisiensi, Bupati PPU Lobi Pemerintah Pusat

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    14 Oktober 2025 pukul 19:20 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor (Dok: Humassetkabppu)

    Penajam - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor terus berupaya memastikan rencana pembangunan di sektor kesehatan, pertanian, infrastruktur dan lainnya tetap berjalan meski di tengah efisiensi anggaran.

    Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melobi atau mengusulkan dukungan anggaran serta percepatan realisasi pembangunan kepada pemerintah pusat.

    Mudyat mengatakan terdapat beberapa usulan yang mendapat sinyal hijau dari pemerintah pusat, seperti rencana pembangunan Bendung Gerak Telake, jembatan Sungai Riko, pelebaran Jalan Provinsi hingga bantuan keuangan untuk peningkatan layanan kesehatan.

    “Kita sempat melakukan audiensi bersama Kementerian PU, Bappenas, Kemenkes dan lainnya. Alhamdulillah kita mendapat lampu hijau, salah satunya dapat bantuan keuangan senilai Rp46 miliar dari Kemenkes untuk RSUD RAPB,” ucap Mudyat, Selasa (14/10/2025).

    Ia mengatakan keterbatasan fiskal bukan menjadi penghalang bagi pemerintah daerah untuk terus memperjuangkan pembangunan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

    “Efisiensi bukan alasan untuk berhenti membangun daerah, justru ini ujian sejauh mana kita bisa berinovasi demi rakyat,” jelasnya.

    Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian khusus, mengingat letak geografis PPU berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang digadang-gadang sebagai Ibu Kota Indonesia baru di masa mendatang.

    “Kita harap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian khusus terhadap daerah kita,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Perjuangkan Pembangunan di Tengah Efisiensi, Bupati PPU Lobi Pemerintah Pusat

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    14 Oktober 2025 pukul 19:20 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor (Dok: Humassetkabppu)

    Penajam - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor terus berupaya memastikan rencana pembangunan di sektor kesehatan, pertanian, infrastruktur dan lainnya tetap berjalan meski di tengah efisiensi anggaran.

    Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melobi atau mengusulkan dukungan anggaran serta percepatan realisasi pembangunan kepada pemerintah pusat.

    Mudyat mengatakan terdapat beberapa usulan yang mendapat sinyal hijau dari pemerintah pusat, seperti rencana pembangunan Bendung Gerak Telake, jembatan Sungai Riko, pelebaran Jalan Provinsi hingga bantuan keuangan untuk peningkatan layanan kesehatan.

    “Kita sempat melakukan audiensi bersama Kementerian PU, Bappenas, Kemenkes dan lainnya. Alhamdulillah kita mendapat lampu hijau, salah satunya dapat bantuan keuangan senilai Rp46 miliar dari Kemenkes untuk RSUD RAPB,” ucap Mudyat, Selasa (14/10/2025).

    Ia mengatakan keterbatasan fiskal bukan menjadi penghalang bagi pemerintah daerah untuk terus memperjuangkan pembangunan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

    “Efisiensi bukan alasan untuk berhenti membangun daerah, justru ini ujian sejauh mana kita bisa berinovasi demi rakyat,” jelasnya.

    Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian khusus, mengingat letak geografis PPU berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang digadang-gadang sebagai Ibu Kota Indonesia baru di masa mendatang.

    “Kita harap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian khusus terhadap daerah kita,” tandasnya.

    (Sf/Lo)