Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi. (Freepik)
BONTANG — Di tengah upaya pemerintah daerah memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor perizinan di Kota Bontang justru mencatat capaian mengejutkan.
Hingga April 2026, realisasi Retribusi Perizinan Tertentu telah melampaui target yang ditetapkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Berdasarkan data audited per 30 April 2026 yang dipublikasikan melalui akun Instagram resmi Bapenda Kota Bontang, realisasi retribusi perizinan mencapai Rp409,5 juta atau melebihi target Rp365,8 juta.
Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal meningkatnya aktivitas perizinan dan geliat investasi di Kota Taman sepanjang awal 2026.
Tak hanya sektor perizinan, total realisasi retribusi daerah Bontang juga menunjukkan tren positif. Hingga April 2026, penerimaan retribusi telah mencapai Rp43,86 miliar atau 85,17 persen dari target Triwulan II sebesar Rp51,50 miliar.
Secara keseluruhan, target retribusi daerah 2026 dipatok sebesar Rp128,75 miliar. Namun Bapenda memetakan potensi penerimaan bisa menembus Rp133,53 miliar hingga akhir tahun.
Retribusi Jasa Umum masih menjadi tulang punggung utama penerimaan daerah dengan target mencapai Rp126,4 miliar. Dari angka tersebut, realisasi sementara tercatat sekitar Rp42,5 miliar.
Sementara Retribusi Jasa Usaha membukukan penerimaan sekitar Rp926 juta dari target Rp1,9 miliar. Jumlah Selain capaian tahunan, Bapenda juga memproyeksikan tren peningkatan retribusi daerah terus berlanjut hingga 2030. Dalam proyeksi itu, sektor jasa umum diperkirakan meningkat hingga Rp138,7 miliar.
Pertumbuhan retribusi pada April 2026 juga tercatat sebesar 12,21 persen dibanding periode sebelumnya. Angka itu memperlihatkan penerimaan daerah masih bergerak positif di tengah tantangan ekonomi.
Pemkot Bontang berharap optimalisasi retribusi dapat menjadi penopang pembangunan daerah, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi. (Freepik)
BONTANG — Di tengah upaya pemerintah daerah memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor perizinan di Kota Bontang justru mencatat capaian mengejutkan.
Hingga April 2026, realisasi Retribusi Perizinan Tertentu telah melampaui target yang ditetapkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Berdasarkan data audited per 30 April 2026 yang dipublikasikan melalui akun Instagram resmi Bapenda Kota Bontang, realisasi retribusi perizinan mencapai Rp409,5 juta atau melebihi target Rp365,8 juta.
Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal meningkatnya aktivitas perizinan dan geliat investasi di Kota Taman sepanjang awal 2026.
Tak hanya sektor perizinan, total realisasi retribusi daerah Bontang juga menunjukkan tren positif. Hingga April 2026, penerimaan retribusi telah mencapai Rp43,86 miliar atau 85,17 persen dari target Triwulan II sebesar Rp51,50 miliar.
Secara keseluruhan, target retribusi daerah 2026 dipatok sebesar Rp128,75 miliar. Namun Bapenda memetakan potensi penerimaan bisa menembus Rp133,53 miliar hingga akhir tahun.
Retribusi Jasa Umum masih menjadi tulang punggung utama penerimaan daerah dengan target mencapai Rp126,4 miliar. Dari angka tersebut, realisasi sementara tercatat sekitar Rp42,5 miliar.
Sementara Retribusi Jasa Usaha membukukan penerimaan sekitar Rp926 juta dari target Rp1,9 miliar. Jumlah Selain capaian tahunan, Bapenda juga memproyeksikan tren peningkatan retribusi daerah terus berlanjut hingga 2030. Dalam proyeksi itu, sektor jasa umum diperkirakan meningkat hingga Rp138,7 miliar.
Pertumbuhan retribusi pada April 2026 juga tercatat sebesar 12,21 persen dibanding periode sebelumnya. Angka itu memperlihatkan penerimaan daerah masih bergerak positif di tengah tantangan ekonomi.
Pemkot Bontang berharap optimalisasi retribusi dapat menjadi penopang pembangunan daerah, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.
(Sf/Lo)