Seputar Kaltim

    Peringati HUT ke-3, Seputar Fakta Gelar Diskusi Soal Data dan Fakta Pembangunan Kaltim

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    06 Maret 2026 pukul 21:21 WITA

    Pelaksanaan diskusi publik oleh Seputar Fakta (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Media online nasional seputarfakta.com menggelar diskusi publik bertajuk ‘Bicara Data, Bicara Fakta’ di Aula Lantai 1 Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Jumat (6/3/2026).

    Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) seputarfakta.com ke-3, dihadiri sejumlah pejabat Kaltim dan 150 mahasiswa.

    Diskusi publik ini membahas soal korelasi data dan fakta pembangunan Kaltim di bawah pemerintahan Rudy Mas’ud dan Seno Aji.

    Ketua Tim Ahli Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim, Irianto Lambrie menyampaikan kebijakan Kaltim untuk periode 2025-2030 difokuskan pada beberapa aspek penting, yakni peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pembangunan pelayanan pendidikan dan kesehatan.

    Kemudian mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menjaga kualitas perkembangan ekonomi daerah dan membangun kemandirian ekonomi melalui mempercepat transformasi struktur ekonomi.

    Tak hanya itu, Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Rudy-Seno turut memprioritaskan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan ekonomi daerah.

    “Ini kita sedang berbicara tentang data dan fakta. Gubernur kita sempat menyampaikan terkait hal-hal ini kepada seluruh OPD untuk mempercepat pembangunan daerah,” ujar Irianto.

    Kepala Badan Statistik Pusat (BPS) Kaltim, Mas’ud Rifai memaparkan data terkait Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kaltim yang mengalami kenaikan dari 5.18 menjadi 5.20 persen pada November 2025 lalu.

    Angka itu membuat Kaltim berada pada posisi ke-12 tertinggi dari 38 provinsi secara nasional pada November 2025 lalu.

    Selain TPT, Mas’ud Rifai juga turut menguraikan jumlah dan persentase penduduk miskin Kaltim pada September 2025 lalu mencapai 202,04 ribu jiwa atau 5,19 persen.

    Meski begitu, angka kemiskinan Kaltim berada di posisi tujuh terendah secara nasional. “Kita tidak bisa menyimpulkan data itu berdasarkan persepsi sendiri, sebagai contoh seperti angka pengangguran dan kemiskinan,” terang Rifai.

    Sementara Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal mengatakan peran media online di era serba digital ini sangat penting dalam menyebarkan informasi.

    Maka dari itu, Diskominfo Kaltim menyediakan website Satu Data Kaltim bagi masyarakat yang ingin mengetahui berbagai data secara akurat dan terpadu.

    “Jika masyarakat mau mencari data laporan keuangan dan lain sebagainya bisa mengakses website Satu Data Kaltim,” ungkapnya.

    Pimpinan Redaksi seputarfakta.com, Rusdianto menyatakan diskusi publik ini digelar sebagai salah satu upaya untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin memperoleh informasi pembangunan daerah secara objektif berdasarkan data dan fakta.

    “Jadi di ulang tahun ketiga ini Seputar Fakta mencoba untuk menjembatani masyarakat. Jadi ketika ada data-data pembangunan itu tidak hanya selesai di atas kertas, tapi memberikan manfaat secara luas,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Peringati HUT ke-3, Seputar Fakta Gelar Diskusi Soal Data dan Fakta Pembangunan Kaltim

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    06 Maret 2026 pukul 21:21 WITA

    Pelaksanaan diskusi publik oleh Seputar Fakta (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Media online nasional seputarfakta.com menggelar diskusi publik bertajuk ‘Bicara Data, Bicara Fakta’ di Aula Lantai 1 Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Jumat (6/3/2026).

    Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) seputarfakta.com ke-3, dihadiri sejumlah pejabat Kaltim dan 150 mahasiswa.

    Diskusi publik ini membahas soal korelasi data dan fakta pembangunan Kaltim di bawah pemerintahan Rudy Mas’ud dan Seno Aji.

    Ketua Tim Ahli Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim, Irianto Lambrie menyampaikan kebijakan Kaltim untuk periode 2025-2030 difokuskan pada beberapa aspek penting, yakni peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pembangunan pelayanan pendidikan dan kesehatan.

    Kemudian mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menjaga kualitas perkembangan ekonomi daerah dan membangun kemandirian ekonomi melalui mempercepat transformasi struktur ekonomi.

    Tak hanya itu, Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Rudy-Seno turut memprioritaskan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan ekonomi daerah.

    “Ini kita sedang berbicara tentang data dan fakta. Gubernur kita sempat menyampaikan terkait hal-hal ini kepada seluruh OPD untuk mempercepat pembangunan daerah,” ujar Irianto.

    Kepala Badan Statistik Pusat (BPS) Kaltim, Mas’ud Rifai memaparkan data terkait Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kaltim yang mengalami kenaikan dari 5.18 menjadi 5.20 persen pada November 2025 lalu.

    Angka itu membuat Kaltim berada pada posisi ke-12 tertinggi dari 38 provinsi secara nasional pada November 2025 lalu.

    Selain TPT, Mas’ud Rifai juga turut menguraikan jumlah dan persentase penduduk miskin Kaltim pada September 2025 lalu mencapai 202,04 ribu jiwa atau 5,19 persen.

    Meski begitu, angka kemiskinan Kaltim berada di posisi tujuh terendah secara nasional. “Kita tidak bisa menyimpulkan data itu berdasarkan persepsi sendiri, sebagai contoh seperti angka pengangguran dan kemiskinan,” terang Rifai.

    Sementara Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal mengatakan peran media online di era serba digital ini sangat penting dalam menyebarkan informasi.

    Maka dari itu, Diskominfo Kaltim menyediakan website Satu Data Kaltim bagi masyarakat yang ingin mengetahui berbagai data secara akurat dan terpadu.

    “Jika masyarakat mau mencari data laporan keuangan dan lain sebagainya bisa mengakses website Satu Data Kaltim,” ungkapnya.

    Pimpinan Redaksi seputarfakta.com, Rusdianto menyatakan diskusi publik ini digelar sebagai salah satu upaya untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin memperoleh informasi pembangunan daerah secara objektif berdasarkan data dan fakta.

    “Jadi di ulang tahun ketiga ini Seputar Fakta mencoba untuk menjembatani masyarakat. Jadi ketika ada data-data pembangunan itu tidak hanya selesai di atas kertas, tapi memberikan manfaat secara luas,” tandasnya.

    (Sf/Lo)