Cari disini...
Seputar Kaltim
Kolaborasi Asosiasi Profesor Indonesia, Pascasarjana Universitas Mulawarman, dan Otorita IKN gelar aksi peduli bersih-bersih sampah di Titik Nol IKN. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Asosiasi Profesor Indonesia (API) Pascasarjana Universitas Mulawarman dan Otorita IKN bersama ratusan relawan yang terdiri dari tendik, dosen dan mahasiswa menggelar aksi bersih-bersih di titik nol IKN, Minggu (4/6/2023) kemarin.
Kegiatan ini untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) sedunia. Tak hanya bersih-bersih, kegiatan dialog bertemakan lingkungan dilaksanakan di titik nol IKN Nusantara.
Ini menjadi langkah komitmen dari API untuk memberikan masukan, arahan serta inovasi terhadap gencarnya pembangunan di IKN.
Guru Besar Fakuktas Perikanan Unmul, Prof Esti Handayani Hardi mengutarakan API selalu memberikan masukan tentang antisipasi bencana di IKN.
"API memiliki cluster atau bagian lingkungan hidup yang fokusnya terhadap lingkungan, terutama pada pembangunan IKN ini. Kami selalu memberikan masukan mengantisipasi supaya bisa mengidentifikasi bencana dan langkah-langkahnya seperti apa," ungkapnya.
Pihaknya selalu memberikan inovasi yang dihasilkan dari penilitiannya di perguruan tinggi. "Misalnya mikroplastik itu dideteksinya dengan cara apa? Apakah terdapat di plankton aja atau mikroba saja. Hal begini yang perlu dikasih tahu agar masalahnya tidak menjadi besar," paparnya.
Langkah API berikutnya akan membuat seminar tentang pengelolaan mikro dan makroplastik di wilayah IKN dengan melibatkan pihak terkait, yakni PUPR, NGO hingga akademisi pemerhati mikroplastik dan makroplastik.
"Kebanyakan orang-orang itu baru aware ketika tahu bahayanya itu apa, kita harus tau masalah-masalah terkecil seperti mikroplastik ini. Sebab sampah ini sebagai masalah yang sangat besar dan harus bisa mengetahui pengelolaan dengan baik seperti apa.
Kami akan terus tetap mengawal bahwa pembangunan IKN ini tidak meninggalkan sampah yang menyebabkan kerusakan lingkungan," jabarnya.
Puluhan kantong plastik yang terkumpul pun diapresiasi oleh Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri.
"IKN ini milik kita semua, kita sama-sama ingin membangun Indonesia, ini langkah yang baik untuk kita semua. Kedepan tentu dalam hal ini Perguruan Tinggi sebagai mitra kami dalam mengembangkan inovasi, kami mempersilahkan kedepannya untuk memberikan masukan agar pembangunan IKN ini juga ter arah dengan baik," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kolaborasi Asosiasi Profesor Indonesia, Pascasarjana Universitas Mulawarman, dan Otorita IKN gelar aksi peduli bersih-bersih sampah di Titik Nol IKN. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Asosiasi Profesor Indonesia (API) Pascasarjana Universitas Mulawarman dan Otorita IKN bersama ratusan relawan yang terdiri dari tendik, dosen dan mahasiswa menggelar aksi bersih-bersih di titik nol IKN, Minggu (4/6/2023) kemarin.
Kegiatan ini untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) sedunia. Tak hanya bersih-bersih, kegiatan dialog bertemakan lingkungan dilaksanakan di titik nol IKN Nusantara.
Ini menjadi langkah komitmen dari API untuk memberikan masukan, arahan serta inovasi terhadap gencarnya pembangunan di IKN.
Guru Besar Fakuktas Perikanan Unmul, Prof Esti Handayani Hardi mengutarakan API selalu memberikan masukan tentang antisipasi bencana di IKN.
"API memiliki cluster atau bagian lingkungan hidup yang fokusnya terhadap lingkungan, terutama pada pembangunan IKN ini. Kami selalu memberikan masukan mengantisipasi supaya bisa mengidentifikasi bencana dan langkah-langkahnya seperti apa," ungkapnya.
Pihaknya selalu memberikan inovasi yang dihasilkan dari penilitiannya di perguruan tinggi. "Misalnya mikroplastik itu dideteksinya dengan cara apa? Apakah terdapat di plankton aja atau mikroba saja. Hal begini yang perlu dikasih tahu agar masalahnya tidak menjadi besar," paparnya.
Langkah API berikutnya akan membuat seminar tentang pengelolaan mikro dan makroplastik di wilayah IKN dengan melibatkan pihak terkait, yakni PUPR, NGO hingga akademisi pemerhati mikroplastik dan makroplastik.
"Kebanyakan orang-orang itu baru aware ketika tahu bahayanya itu apa, kita harus tau masalah-masalah terkecil seperti mikroplastik ini. Sebab sampah ini sebagai masalah yang sangat besar dan harus bisa mengetahui pengelolaan dengan baik seperti apa.
Kami akan terus tetap mengawal bahwa pembangunan IKN ini tidak meninggalkan sampah yang menyebabkan kerusakan lingkungan," jabarnya.
Puluhan kantong plastik yang terkumpul pun diapresiasi oleh Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri.
"IKN ini milik kita semua, kita sama-sama ingin membangun Indonesia, ini langkah yang baik untuk kita semua. Kedepan tentu dalam hal ini Perguruan Tinggi sebagai mitra kami dalam mengembangkan inovasi, kami mempersilahkan kedepannya untuk memberikan masukan agar pembangunan IKN ini juga ter arah dengan baik," pungkasnya.
(Sf/By)