Seputar Kaltim

    Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Paser Tekankan Pentingnya Penguatan Ideologi Negara

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    01 Oktober 2026 pukul 12:22 WITA

    Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Bupati Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Pemkab Paser menekankan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan perpecahan dan ancaman terhadap ideologi negara. Penekanan tersebut disampaikan dalam Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026, Kamis (1/10/2026).

    Peringatan tahun ini mengusung tema nasional Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur. Tema tersebut dimaknai sebagai pengingat bahwa Pancasila bukan sekadar simbol, melainkan landasan moral dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat.

    Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari menyebut Pancasila harus menjadi rujukan dalam setiap kebijakan daerah. Menurutnya, prinsip keadilan dan persatuan dalam Pancasila harus diterjemahkan dalam program pembangunan yang merata hingga ke desa-desa.

    "Tanpa Pancasila, keberagaman di Paser yang terdiri dari berbagai suku dan agama akan mudah terpecah," kata Ikhwan, Kamis (1/10/2026).

    Ia menilai, tantangan terhadap Pancasila saat ini tidak lagi berbentuk gerakan fisik seperti peristiwa G30S/PKI, melainkan dalam bentuk hoaks, ujaran kebencian dan intoleransi di ruang digital yang berpotensi memecah persatuan.

    "Lawan hari ini berbeda, salah satunya hoaks hingga ujaran kebencian yang dapat berdampak negatif terhadap toleransi antar masyarakat," tambahnya.

    Kondisi tersebut membutuhkan peran aktif seluruh elemen, mulai dari pemerintah, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga pelajar untuk membentengi generasi muda dengan pemahaman kebangsaan.

    Pemkab Paser mencatat, penguatan wawasan kebangsaan menjadi salah satu program prioritas di sektor pendidikan dan kepemudaan. Sosialisasi nilai Pancasila secara rutin dilakukan di sekolah dan organisasi kemasyarakatan.

    Selain itu, semangat gotong royong yang terdapat dalam nilai Pancasila juga menjadi pendorong dalam penanganan persoalan sosial di daerah, seperti kemiskinan dan ketahanan pangan.


    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Paser Tekankan Pentingnya Penguatan Ideologi Negara

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    01 Oktober 2026 pukul 12:22 WITA

    Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Bupati Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Pemkab Paser menekankan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan perpecahan dan ancaman terhadap ideologi negara. Penekanan tersebut disampaikan dalam Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026, Kamis (1/10/2026).

    Peringatan tahun ini mengusung tema nasional Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur. Tema tersebut dimaknai sebagai pengingat bahwa Pancasila bukan sekadar simbol, melainkan landasan moral dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat.

    Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari menyebut Pancasila harus menjadi rujukan dalam setiap kebijakan daerah. Menurutnya, prinsip keadilan dan persatuan dalam Pancasila harus diterjemahkan dalam program pembangunan yang merata hingga ke desa-desa.

    "Tanpa Pancasila, keberagaman di Paser yang terdiri dari berbagai suku dan agama akan mudah terpecah," kata Ikhwan, Kamis (1/10/2026).

    Ia menilai, tantangan terhadap Pancasila saat ini tidak lagi berbentuk gerakan fisik seperti peristiwa G30S/PKI, melainkan dalam bentuk hoaks, ujaran kebencian dan intoleransi di ruang digital yang berpotensi memecah persatuan.

    "Lawan hari ini berbeda, salah satunya hoaks hingga ujaran kebencian yang dapat berdampak negatif terhadap toleransi antar masyarakat," tambahnya.

    Kondisi tersebut membutuhkan peran aktif seluruh elemen, mulai dari pemerintah, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga pelajar untuk membentengi generasi muda dengan pemahaman kebangsaan.

    Pemkab Paser mencatat, penguatan wawasan kebangsaan menjadi salah satu program prioritas di sektor pendidikan dan kepemudaan. Sosialisasi nilai Pancasila secara rutin dilakukan di sekolah dan organisasi kemasyarakatan.

    Selain itu, semangat gotong royong yang terdapat dalam nilai Pancasila juga menjadi pendorong dalam penanganan persoalan sosial di daerah, seperti kemiskinan dan ketahanan pangan.


    (Sf/Lo)