Seputar Kaltim

    Peringati HAM Sedunia, Bupati Paser Akui Pentingnya Menjaga Keharmonisan

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    11 Desember 2024 pukul 16:08 WITA

    Bupati Paser, dr Fahmi Fadli saat menghadiri puncak peringatan HAM sedunia di Jakarta Timur (Dok. Prokopim Paser)

    Tanah Grogot - Bupati Paser, dr Fahmi Fadli turut menghadiri puncak peringatan Hak Asasi Manusia (HAM) se-dunia ke-76 di Taman Mini Indonesia (TMII), Jakarta Timur, Selasa (10/12/2024) malam.

    Puncak peringatan HAM mengusung tema Harmoni dalam Keberagaman Menuju Indonesia Emas 2045 yang bertujuan untuk memperkokoh nilai-nilai HAM, demokrasi, keadilan dan perdamaian di tengah masyarakat.

    dr Fahmi menilai tema peringata HAM se-dunia 2024 ini sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang kaya akan keberagaman budaya dan etnis.

    Untuk itu, dengan menjaga haromoni dalam keberagaman dapat memperkuat persatuan menuju Indonesia Emas 2045.

    "Dengan menjaga harmoni dalam keberagaman, kita dapat mencegah diskriminasi dan memperkuat persatuan bangsa yang tentunya merupakan langkah penting menuju Indonesia Emas 2045," kata Fahmi.

    Dalam menjaga keharmonisan dalam keberagaman, kata dia, merupakan bagian dari penghormatan terhadap HAM.

    Menurutnya, keberagaman merupakan realitas sosial yang dengan menghormatinya berarti mengakui hak setiap individu untuk hidup dalam damai dan bermartabat.

    "Prinsip ini juga tercantum dalam deklarasi universal HAM (DUHAM), yang menyatakan bahwa semua manusia dilahirkan merdeka dan setara dalam martabat dan hak," tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Peringati HAM Sedunia, Bupati Paser Akui Pentingnya Menjaga Keharmonisan

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    11 Desember 2024 pukul 16:08 WITA

    Bupati Paser, dr Fahmi Fadli saat menghadiri puncak peringatan HAM sedunia di Jakarta Timur (Dok. Prokopim Paser)

    Tanah Grogot - Bupati Paser, dr Fahmi Fadli turut menghadiri puncak peringatan Hak Asasi Manusia (HAM) se-dunia ke-76 di Taman Mini Indonesia (TMII), Jakarta Timur, Selasa (10/12/2024) malam.

    Puncak peringatan HAM mengusung tema Harmoni dalam Keberagaman Menuju Indonesia Emas 2045 yang bertujuan untuk memperkokoh nilai-nilai HAM, demokrasi, keadilan dan perdamaian di tengah masyarakat.

    dr Fahmi menilai tema peringata HAM se-dunia 2024 ini sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang kaya akan keberagaman budaya dan etnis.

    Untuk itu, dengan menjaga haromoni dalam keberagaman dapat memperkuat persatuan menuju Indonesia Emas 2045.

    "Dengan menjaga harmoni dalam keberagaman, kita dapat mencegah diskriminasi dan memperkuat persatuan bangsa yang tentunya merupakan langkah penting menuju Indonesia Emas 2045," kata Fahmi.

    Dalam menjaga keharmonisan dalam keberagaman, kata dia, merupakan bagian dari penghormatan terhadap HAM.

    Menurutnya, keberagaman merupakan realitas sosial yang dengan menghormatinya berarti mengakui hak setiap individu untuk hidup dalam damai dan bermartabat.

    "Prinsip ini juga tercantum dalam deklarasi universal HAM (DUHAM), yang menyatakan bahwa semua manusia dilahirkan merdeka dan setara dalam martabat dan hak," tandasnya.

    (Sf/By)