Cari disini...
Seputar Kaltim
Peringatan Hakordia 2025 di Pendopo Lou Bapekat. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Tindakan korupsi merupakan masalah serius yang terus menjadi perhatian karena dapat merugikan keuangan rakyat dan menghilangkan kepercayaan di mata masyarakat.
Berkaitan dengan ini, Bupati Paser, dr Fahmi Fadli dalam sambutannya pada kegiatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang dilaksanakan di Pendopo Lou Bapekat Kabupaten Paser, Senin (24/11/2025), ia mengajak seluruh kepala perangkat daerah dan jajarannya untuk mendukung pencegahan dan pemberantasan korupsi di Paser.
"Komitmen pemberantasan korupsi merupakan hal yang perlu kita bangun dan tuntaskan bersama," katanya.
Ia menjelaskan hal tersebut juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia pada point ke tujuh, yaitu memperkuat reformasi politik, hukum, birokrasi serta pencegahan dan pemberantasan korupsi.
Ia berharap peringatan hakordia bukan hanya sekadar peringatan seremonial, akan tetapi dapat dijadikan momentum untuk memaknai nilai-nilai anti korupsi dan integritas.
"Prinsip antikorupsi dan integritas harus ditanamkan dalam diri untuk diimplementasikan di dalam lingkungan kerja," tambahnya.
Ia menilai prinsip antikorupsi mulai dari integritas, semangat perlawanan korupsi, menyadarkan dari bahaya dan dampak korupsi, serta membangun sikap antikorupsi merupakan perwujudan misi pemerintah daerah yang tertuang di dalam rencana pembangunan daerah, yaitu Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Berintegritas dan Adaptif.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Peringatan Hakordia 2025 di Pendopo Lou Bapekat. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Tindakan korupsi merupakan masalah serius yang terus menjadi perhatian karena dapat merugikan keuangan rakyat dan menghilangkan kepercayaan di mata masyarakat.
Berkaitan dengan ini, Bupati Paser, dr Fahmi Fadli dalam sambutannya pada kegiatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang dilaksanakan di Pendopo Lou Bapekat Kabupaten Paser, Senin (24/11/2025), ia mengajak seluruh kepala perangkat daerah dan jajarannya untuk mendukung pencegahan dan pemberantasan korupsi di Paser.
"Komitmen pemberantasan korupsi merupakan hal yang perlu kita bangun dan tuntaskan bersama," katanya.
Ia menjelaskan hal tersebut juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia pada point ke tujuh, yaitu memperkuat reformasi politik, hukum, birokrasi serta pencegahan dan pemberantasan korupsi.
Ia berharap peringatan hakordia bukan hanya sekadar peringatan seremonial, akan tetapi dapat dijadikan momentum untuk memaknai nilai-nilai anti korupsi dan integritas.
"Prinsip antikorupsi dan integritas harus ditanamkan dalam diri untuk diimplementasikan di dalam lingkungan kerja," tambahnya.
Ia menilai prinsip antikorupsi mulai dari integritas, semangat perlawanan korupsi, menyadarkan dari bahaya dan dampak korupsi, serta membangun sikap antikorupsi merupakan perwujudan misi pemerintah daerah yang tertuang di dalam rencana pembangunan daerah, yaitu Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Berintegritas dan Adaptif.
(Sf/Lo)