Seputar Kaltim

    Peringatan Tsunami Berakhir, BMKG Minta Warga Tetap Pantau Informasi Resmi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    08 Juni 2026 pukul 13:54 WITA

    Peringatan dini tsunami berakhir. (Foto: BMKG)

    Tanjung Redeb - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan dini potensi tsunami untuk Kabupaten Berau pada Senin (8/6/2026) pukul 11.15 Wita. Meski status waspada telah dicabut, masyarakat diminta tetap memantau informasi resmi guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa bumi maupun bencana lainnya.

    Sebelumnya, Kabupaten Berau ditetapkan sebagai salah satu wilayah berstatus waspada tsunami setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina. Selain Berau, sejumlah daerah lain seperti Bulungan, Nunukan, Kota Tarakan, Kutai Timur, Kota Bontang, Halmahera, Halmahera Utara, dan Kota Tidore juga masuk dalam daftar wilayah yang mendapat peringatan dini.

    Di tengah masa waspada, warga Kecamatan Biduk-biduk sempat melaporkan adanya kenaikan muka air laut sekitar pukul 10.30 Wita. Laporan tersebut diterima BMKG melalui dokumentasi video yang dikirimkan masyarakat setempat.

    Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, mengatakan perubahan muka air laut yang sempat terpantau di Biduk-biduk sekitar pukul 10.30 Wita tersebut diduga merupakan tsunami kecil dengan tinggi gelombang yang relatif rendah dan diperkirakan di bawah 30 sentimeter.

    "Diperkirakan di bawah 30 sentimeter, sekitar 20 sentimeter. Fenomena tersebut tidak menimbulkan dampak yang membahayakan. Tidak ada getaran yang dirasakan warga saat kejadian tersebut. hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan maupun gangguan aktivitas masyarakat akibat kenaikan muka air laut tersebut," katanya.

    Setelah melakukan pemantauan dan evaluasi kondisi di wilayah terdampak, BMKG Pusat memutuskan mengakhiri peringatan dini tsunami pada jam 11.15 Wita Keputusan itu berlaku untuk seluruh wilayah yang sebelumnya masuk dalam status waspada, termasuk Kabupaten Berau.

    "Kita mengikuti arahan dari pusat," terangnya.

    Ade menegaskan, meskipun situasi telah dinyatakan aman, masyarakat tetap perlu mengandalkan informasi dari sumber resmi untuk memperoleh perkembangan terkini terkait cuaca, gempa bumi, maupun potensi bencana lainnya.

    "Informasi resmi BMKG terkait perkembangan terkini terkait cuaca, gempa maupun potensi bencana lainnya dapat dilihat melalui kanal resmi kami, baik media sosial maupun saluran informasi resmi lainnya," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Peringatan Tsunami Berakhir, BMKG Minta Warga Tetap Pantau Informasi Resmi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    08 Juni 2026 pukul 13:54 WITA

    Peringatan dini tsunami berakhir. (Foto: BMKG)

    Tanjung Redeb - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan dini potensi tsunami untuk Kabupaten Berau pada Senin (8/6/2026) pukul 11.15 Wita. Meski status waspada telah dicabut, masyarakat diminta tetap memantau informasi resmi guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa bumi maupun bencana lainnya.

    Sebelumnya, Kabupaten Berau ditetapkan sebagai salah satu wilayah berstatus waspada tsunami setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina. Selain Berau, sejumlah daerah lain seperti Bulungan, Nunukan, Kota Tarakan, Kutai Timur, Kota Bontang, Halmahera, Halmahera Utara, dan Kota Tidore juga masuk dalam daftar wilayah yang mendapat peringatan dini.

    Di tengah masa waspada, warga Kecamatan Biduk-biduk sempat melaporkan adanya kenaikan muka air laut sekitar pukul 10.30 Wita. Laporan tersebut diterima BMKG melalui dokumentasi video yang dikirimkan masyarakat setempat.

    Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, mengatakan perubahan muka air laut yang sempat terpantau di Biduk-biduk sekitar pukul 10.30 Wita tersebut diduga merupakan tsunami kecil dengan tinggi gelombang yang relatif rendah dan diperkirakan di bawah 30 sentimeter.

    "Diperkirakan di bawah 30 sentimeter, sekitar 20 sentimeter. Fenomena tersebut tidak menimbulkan dampak yang membahayakan. Tidak ada getaran yang dirasakan warga saat kejadian tersebut. hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan maupun gangguan aktivitas masyarakat akibat kenaikan muka air laut tersebut," katanya.

    Setelah melakukan pemantauan dan evaluasi kondisi di wilayah terdampak, BMKG Pusat memutuskan mengakhiri peringatan dini tsunami pada jam 11.15 Wita Keputusan itu berlaku untuk seluruh wilayah yang sebelumnya masuk dalam status waspada, termasuk Kabupaten Berau.

    "Kita mengikuti arahan dari pusat," terangnya.

    Ade menegaskan, meskipun situasi telah dinyatakan aman, masyarakat tetap perlu mengandalkan informasi dari sumber resmi untuk memperoleh perkembangan terkini terkait cuaca, gempa bumi, maupun potensi bencana lainnya.

    "Informasi resmi BMKG terkait perkembangan terkini terkait cuaca, gempa maupun potensi bencana lainnya dapat dilihat melalui kanal resmi kami, baik media sosial maupun saluran informasi resmi lainnya," pungkasnya.

    (Sf/Rs)