Seputar Kaltim

    Pergeseran Tanah di Kenohan Kukar Hancurkan 4 Rumah Warga

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    15 September 2026 pukul 14:16 WITA

    Rekaman amatir warga Kahala Ulu yang memperlihatkan sebuah rumah hancur akibat pergeseran tanah (Dok: salah satu warga setempat)

    Tenggarong - Sebanyak empat rumah warga yang dihuni 13 jiwa di Desa Kahala Ulu, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara (Kukar) dilaporkan hancur, Senin (14/9/2026) malam.

    Insiden itu terjadi sekitar pukul 20.15 WITA yang dipicu pergeseran tanah di kawasan permukiman warga. Pergerakan tanah tersebut menyebabkan bangunan rumah mengalami kerusakan hingga akhirnya hancur.

    Kepala Desa Kahala Ulu, Mulham mengatakan pergerakan tanah sebenarnya telah terjadi sejak dua hari sebelumnya. 

    Kala itu, warga yang tinggal di bantaran sungai juga telah diperingatkan untuk melakukan evakuasi secara mandiri guna menghindari risiko yang lebih besar.

    Menurutnya, peringatan tersebut disampaikan setelah muncul tanda-tanda pergerakan tanah di sekitar permukiman warga.

    “Sebenarnya sudah kami peringatkan warga sejak dua hari lalu dan mereka memang sudah mengevakuasi sebagian harta bendanya. Dan benar saja, terjadi pergeseran tanah malam tadi sekitar pukul 21.15 WITA,” ujar Mulham, Selasa (15/9/2026).

    Selain hancur, terdapat beberapa rumah yang mengalami kerusakan saat kejadian, terutama pada bagian dapur.

    “Rumah saya juga terdampak akibat pergeseran tanah ini, terutama pada bagian belakang menurun. Untuk barang didapur sudah pindahkan ke ruangan tengah,” terangnya.

    Kini, sebagian penghuni rumah telah mengungsi di posko darurat yang didirikan oleh pemerintah desa (Pemdes), sementara sebagian lainnya memilih tinggal sementara di kediaman lain.

    Mulham menyebut pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi tanah di sekitar lokasi untuk mengantisipasi terjadinya pergerakan susulan.

    “Untuk posko sudah berdiri. Dari empat KK itu ada warga yang langsung pindah ke rumah, keduanya tidak ikut menginap di posko,” ungkap Mulham.

    Selanjutnya, Pemdes Kahala Ulu bersama Kecamatan Kenohan akan melaporkan kondisi tersebut kepada Pemkab Kukar. 

    Koordinasi dilakukan untuk memastikan langkah penanganan serta kebutuhan warga yang terdampak pergeseran tanah.

    “Proses validasi masih berjalan dan itu dilakukan oleh pihak RT. Warga juga sudah kita imbau untuk segera melapor apabila ada retakan baru di sekitar rumah,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Pergeseran Tanah di Kenohan Kukar Hancurkan 4 Rumah Warga

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    15 September 2026 pukul 14:16 WITA

    Rekaman amatir warga Kahala Ulu yang memperlihatkan sebuah rumah hancur akibat pergeseran tanah (Dok: salah satu warga setempat)

    Tenggarong - Sebanyak empat rumah warga yang dihuni 13 jiwa di Desa Kahala Ulu, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara (Kukar) dilaporkan hancur, Senin (14/9/2026) malam.

    Insiden itu terjadi sekitar pukul 20.15 WITA yang dipicu pergeseran tanah di kawasan permukiman warga. Pergerakan tanah tersebut menyebabkan bangunan rumah mengalami kerusakan hingga akhirnya hancur.

    Kepala Desa Kahala Ulu, Mulham mengatakan pergerakan tanah sebenarnya telah terjadi sejak dua hari sebelumnya. 

    Kala itu, warga yang tinggal di bantaran sungai juga telah diperingatkan untuk melakukan evakuasi secara mandiri guna menghindari risiko yang lebih besar.

    Menurutnya, peringatan tersebut disampaikan setelah muncul tanda-tanda pergerakan tanah di sekitar permukiman warga.

    “Sebenarnya sudah kami peringatkan warga sejak dua hari lalu dan mereka memang sudah mengevakuasi sebagian harta bendanya. Dan benar saja, terjadi pergeseran tanah malam tadi sekitar pukul 21.15 WITA,” ujar Mulham, Selasa (15/9/2026).

    Selain hancur, terdapat beberapa rumah yang mengalami kerusakan saat kejadian, terutama pada bagian dapur.

    “Rumah saya juga terdampak akibat pergeseran tanah ini, terutama pada bagian belakang menurun. Untuk barang didapur sudah pindahkan ke ruangan tengah,” terangnya.

    Kini, sebagian penghuni rumah telah mengungsi di posko darurat yang didirikan oleh pemerintah desa (Pemdes), sementara sebagian lainnya memilih tinggal sementara di kediaman lain.

    Mulham menyebut pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi tanah di sekitar lokasi untuk mengantisipasi terjadinya pergerakan susulan.

    “Untuk posko sudah berdiri. Dari empat KK itu ada warga yang langsung pindah ke rumah, keduanya tidak ikut menginap di posko,” ungkap Mulham.

    Selanjutnya, Pemdes Kahala Ulu bersama Kecamatan Kenohan akan melaporkan kondisi tersebut kepada Pemkab Kukar. 

    Koordinasi dilakukan untuk memastikan langkah penanganan serta kebutuhan warga yang terdampak pergeseran tanah.

    “Proses validasi masih berjalan dan itu dilakukan oleh pihak RT. Warga juga sudah kita imbau untuk segera melapor apabila ada retakan baru di sekitar rumah,” tandasnya.

    (Sf/Lo)