Seputar Kaltim

    Pergerakan Tanah Terus Membayangi Warga Jembayan, Belasan Jiwa Pilih Tinggalkan Kediaman 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    15 September 2026 pukul 23:50 WITA

    Kondisi rumah warga di Dusun Margasari, Desa Jembayan saat terjadi pergerakan tanah (Dok: Kades Jembayan)

    Tenggarong - Pergerakan tanah yang sempat terjadi di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) terus membayangi warga yang tinggal di sekitar lokasi. 

    Kondisi tanah yang mengalami retakan semakin melebar, sehingga sejumlah rumah warga harus dibongkar untuk menghindari risiko yang lebih besar.

    Kepala Dusun Margasari, Haerudi menyampaikan ada lima rumah warga yang telah dibongkar akibat terdampak pergerakan tanah tersebut. 

    Kini, sebanyak 18 jiwa yang menghuni rumah-rumah tersebut masih tinggal di sekitar lokasi dengan menyewa tempat tinggal secara mandiri.

    Namun, terdapat beberapa warga diketahui masih berada di kawasan tersebut karena proses pemindahan barang dari rumah yang terdampak belum seluruhnya selesai.

    “Warganya masih menyewa di daerah situ juga. Karena sampai selesai barang-barang rumah itu dipindahkan, baru kemudian cari tempat yang lain,” ujar Haerudi, Selasa (15/9/2026).

    Ia mengungkapkan pergerakan tanah juga semakin terlihat di sisi hulu lokasi. Selain rumah warga, terdapat gudang pakan yang turut terdampak. 

    Bahkan, retakan tanah di kawasan tersebut disebut terus melebar seiring berjalannya waktu.

    Kondisi tersebut diperkuat hasil pemeriksaan sondir. Lapisan tanah keras yang sebelumnya ditemukan pada kedalaman sekitar 28 meter, kini berada di kedalaman 38 meter. Sementara, lapisan di atasnya didominasi tanah lunak.

    “Retakan tanah di situ yang terakhir hasil sondir, yang awalnya di kedalaman 28 sekarang sudah kedalaman 38 tanah kerasnya. Karena di atas itu lunak semua,” terangnya.

    Kini, upaya penanganan terhadap lokasi pergerakan tanah masih dalam tahap pengecekan. 

    Pemerintah daerah juga mendorong percepatan perbaikan, namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala terkait kebutuhan anggaran dan material.

    Salah satu rencana penanganan berkaitan dengan pemasangan tiang bor pile untuk pembangunan jembatan sementara guna membuka akses atas amblasnya jalan utama di Desa Jembayan.

    Namun, kebutuhan tersebut masih terkendala pendanaan dan material yang diperlukan di lokasi.

    “Harapan kami dari pemerintah itu segera untuk realisasi perbaikan, percepatannya seperti apa,” tutur Haerudi.

    Sebelumnya, persoalan tersebut juga telah dibahas dalam rapat gabungan di Kantor Bupati Kukar. 

    Dalam rapat itu, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri disebut menekankan agar penanganan dapat dipercepat.

    Tapi, penanganan jalan di lokasi turut menjadi kendala karena berkaitan dengan kewenangan provinsi dan kebutuhan anggaran dari pemerintah pusat.

    Di tengah kondisi tersebut, bantuan telah disalurkan kepada warga terdampak. BPBD dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar memberikan bantuan berupa sembako serta perlengkapan tidur.

    Sementara untuk biaya sewa tempat tinggal, warga masih menanggungnya secara mandiri.

    Hingga kini, tidak ada korban jiwa akibat pergerakan tanah tersebut. 

    Warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan juga telah mendapat imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan.

    Haerudi menerangkan pemerintah setempat sudah memasang spanduk dan selebaran di sejumlah titik rawan longsor di wilayah Jembayan dan sekitarnya. 

    Warga, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, diminta lebih berhati-hati terhadap tanda-tanda pergerakan tanah.

    “Kami mengharapkan dari Kabupaten Kukar maupun Provinsi Kalimantan Timur cepat melaksanakan kegiatan perbaikan di situ,” katanya.

    Selain bantuan pemerintah, pihaknya juga berharap perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut turut memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak.

    “Kami mengharapkan dari perusahaan-perusahaan yang ada tidak tutup mata dengan kejadian tersebut,” tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pergerakan Tanah Terus Membayangi Warga Jembayan, Belasan Jiwa Pilih Tinggalkan Kediaman 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    15 September 2026 pukul 23:50 WITA

    Kondisi rumah warga di Dusun Margasari, Desa Jembayan saat terjadi pergerakan tanah (Dok: Kades Jembayan)

    Tenggarong - Pergerakan tanah yang sempat terjadi di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) terus membayangi warga yang tinggal di sekitar lokasi. 

    Kondisi tanah yang mengalami retakan semakin melebar, sehingga sejumlah rumah warga harus dibongkar untuk menghindari risiko yang lebih besar.

    Kepala Dusun Margasari, Haerudi menyampaikan ada lima rumah warga yang telah dibongkar akibat terdampak pergerakan tanah tersebut. 

    Kini, sebanyak 18 jiwa yang menghuni rumah-rumah tersebut masih tinggal di sekitar lokasi dengan menyewa tempat tinggal secara mandiri.

    Namun, terdapat beberapa warga diketahui masih berada di kawasan tersebut karena proses pemindahan barang dari rumah yang terdampak belum seluruhnya selesai.

    “Warganya masih menyewa di daerah situ juga. Karena sampai selesai barang-barang rumah itu dipindahkan, baru kemudian cari tempat yang lain,” ujar Haerudi, Selasa (15/9/2026).

    Ia mengungkapkan pergerakan tanah juga semakin terlihat di sisi hulu lokasi. Selain rumah warga, terdapat gudang pakan yang turut terdampak. 

    Bahkan, retakan tanah di kawasan tersebut disebut terus melebar seiring berjalannya waktu.

    Kondisi tersebut diperkuat hasil pemeriksaan sondir. Lapisan tanah keras yang sebelumnya ditemukan pada kedalaman sekitar 28 meter, kini berada di kedalaman 38 meter. Sementara, lapisan di atasnya didominasi tanah lunak.

    “Retakan tanah di situ yang terakhir hasil sondir, yang awalnya di kedalaman 28 sekarang sudah kedalaman 38 tanah kerasnya. Karena di atas itu lunak semua,” terangnya.

    Kini, upaya penanganan terhadap lokasi pergerakan tanah masih dalam tahap pengecekan. 

    Pemerintah daerah juga mendorong percepatan perbaikan, namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala terkait kebutuhan anggaran dan material.

    Salah satu rencana penanganan berkaitan dengan pemasangan tiang bor pile untuk pembangunan jembatan sementara guna membuka akses atas amblasnya jalan utama di Desa Jembayan.

    Namun, kebutuhan tersebut masih terkendala pendanaan dan material yang diperlukan di lokasi.

    “Harapan kami dari pemerintah itu segera untuk realisasi perbaikan, percepatannya seperti apa,” tutur Haerudi.

    Sebelumnya, persoalan tersebut juga telah dibahas dalam rapat gabungan di Kantor Bupati Kukar. 

    Dalam rapat itu, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri disebut menekankan agar penanganan dapat dipercepat.

    Tapi, penanganan jalan di lokasi turut menjadi kendala karena berkaitan dengan kewenangan provinsi dan kebutuhan anggaran dari pemerintah pusat.

    Di tengah kondisi tersebut, bantuan telah disalurkan kepada warga terdampak. BPBD dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar memberikan bantuan berupa sembako serta perlengkapan tidur.

    Sementara untuk biaya sewa tempat tinggal, warga masih menanggungnya secara mandiri.

    Hingga kini, tidak ada korban jiwa akibat pergerakan tanah tersebut. 

    Warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan juga telah mendapat imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan.

    Haerudi menerangkan pemerintah setempat sudah memasang spanduk dan selebaran di sejumlah titik rawan longsor di wilayah Jembayan dan sekitarnya. 

    Warga, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, diminta lebih berhati-hati terhadap tanda-tanda pergerakan tanah.

    “Kami mengharapkan dari Kabupaten Kukar maupun Provinsi Kalimantan Timur cepat melaksanakan kegiatan perbaikan di situ,” katanya.

    Selain bantuan pemerintah, pihaknya juga berharap perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut turut memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak.

    “Kami mengharapkan dari perusahaan-perusahaan yang ada tidak tutup mata dengan kejadian tersebut,” tandasnya.

    (Sf/Rs)