Cari disini...
Seputar Kaltim
Pertunjukan Peresean dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73, di GOR Pemuda Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Kerukunan Keluarga Sasak Lombok (KKSL) Kabupaten Berau mendorong pelestarian budaya Sasak melalui pertunjukan Peresean dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan HUT Kota ke-216 Tanjung Redeb.
Kegiatan yang digelar selama dua hari, 25-26 September 2026, di GOR Pemuda Tanjung Redeb tersebut tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni tradisional, tetapi juga menjadi momentum peresmian Sanggar Seni Budaya Sasak Lombok di Kabupaten Berau.
Ketua KKSL Kabupaten Berau, Hairudin, mengatakan keberadaan masyarakat Sasak di Berau memiliki sejarah yang cukup panjang. Bahkan, masyarakat Sasak telah hadir di tanah Batiwakkal sejak sebelum Indonesia merdeka.
Pada masa awal, masyarakat Sasak banyak berperan dalam bidang pertanian, terutama sebagai penyokong kebutuhan beras lokal. Seiring perkembangan daerah, kontribusi tersebut kemudian meluas ke sektor perhutanan, pertambangan hingga pendidikan.
"Mari kita jadikan pagelaran seni dan budaya ini sebagai agenda rutin tahunan untuk melestarikan kebudayaan Sasak sebagai bagian dari kekayaan Kabupaten Berau," ujar Yudha.
Hairudin pun mendorong agar keberadaan sanggar seni juga dapat menjadi wadah bagi masyarakat Sasak untuk menjaga tradisi, sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda.
Kemudian, Ketua Panitia Pelaksana, Musaini, menjelaskan kegiatan tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa dipungut biaya. Panitia juga mendatangkan pepepadan atau petarung Peresean dari luar Berau untuk menambah daya tarik pertunjukan.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat silaturahmi sesama warga Sasak dan Lombok di Berau. Kami memperkirakan keterlibatan peserta dan masyarakat yang hadir mencapai kurang lebih 220 orang setiap harinya," tuturnya.
Musaini pun berharap melalui kegiatan tersebut, seni Peresean dan berbagai tradisi Sasak lainnya dapat terus dikenal sekaligus menjadi bagian dari kekayaan budaya yang hidup di Kabupaten Berau.
Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas yang diwakili Staf Ahli Bidang Keuangan dan Sumber Daya Manusia Setda Berau, Junaidi, mengapresiasi kegiatan yang digelar KKSL tersebut. Ia juga menyebut peresmian Sanggar Seni Budaya Sasak Lombok memiliki nilai strategis di tengah keberagaman budaya yang ada di Kabupaten Berau.
"Peresmian Sanggar Seni Budaya Sasak Lombok tidak hanya menjadi wadah pelestarian tradisi, tetapi juga ruang edukasi bagi generasi muda agar tidak terasing dari akar budayanya di era modern," kata Junaidi.
Ia menilai pertunjukan Peresean dapat dikembangkan sebagai salah satu daya tarik budaya dan pariwisata daerah. Oleh karena itu, dirinya mengajak masyarakat Sasak Lombok untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah serta menjadikan keberagaman sebagai modal sosial dalam menjaga suasana Berau tetap aman, rukun dan harmonis.
"Atraksi seni ini dapat menjadi aset daerah yang dapat memperkuat daya tarik pariwisata bagi Kabupaten Berau," tandas Junaidi.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pertunjukan Peresean dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73, di GOR Pemuda Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Kerukunan Keluarga Sasak Lombok (KKSL) Kabupaten Berau mendorong pelestarian budaya Sasak melalui pertunjukan Peresean dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan HUT Kota ke-216 Tanjung Redeb.
Kegiatan yang digelar selama dua hari, 25-26 September 2026, di GOR Pemuda Tanjung Redeb tersebut tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni tradisional, tetapi juga menjadi momentum peresmian Sanggar Seni Budaya Sasak Lombok di Kabupaten Berau.
Ketua KKSL Kabupaten Berau, Hairudin, mengatakan keberadaan masyarakat Sasak di Berau memiliki sejarah yang cukup panjang. Bahkan, masyarakat Sasak telah hadir di tanah Batiwakkal sejak sebelum Indonesia merdeka.
Pada masa awal, masyarakat Sasak banyak berperan dalam bidang pertanian, terutama sebagai penyokong kebutuhan beras lokal. Seiring perkembangan daerah, kontribusi tersebut kemudian meluas ke sektor perhutanan, pertambangan hingga pendidikan.
"Mari kita jadikan pagelaran seni dan budaya ini sebagai agenda rutin tahunan untuk melestarikan kebudayaan Sasak sebagai bagian dari kekayaan Kabupaten Berau," ujar Yudha.
Hairudin pun mendorong agar keberadaan sanggar seni juga dapat menjadi wadah bagi masyarakat Sasak untuk menjaga tradisi, sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda.
Kemudian, Ketua Panitia Pelaksana, Musaini, menjelaskan kegiatan tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa dipungut biaya. Panitia juga mendatangkan pepepadan atau petarung Peresean dari luar Berau untuk menambah daya tarik pertunjukan.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat silaturahmi sesama warga Sasak dan Lombok di Berau. Kami memperkirakan keterlibatan peserta dan masyarakat yang hadir mencapai kurang lebih 220 orang setiap harinya," tuturnya.
Musaini pun berharap melalui kegiatan tersebut, seni Peresean dan berbagai tradisi Sasak lainnya dapat terus dikenal sekaligus menjadi bagian dari kekayaan budaya yang hidup di Kabupaten Berau.
Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas yang diwakili Staf Ahli Bidang Keuangan dan Sumber Daya Manusia Setda Berau, Junaidi, mengapresiasi kegiatan yang digelar KKSL tersebut. Ia juga menyebut peresmian Sanggar Seni Budaya Sasak Lombok memiliki nilai strategis di tengah keberagaman budaya yang ada di Kabupaten Berau.
"Peresmian Sanggar Seni Budaya Sasak Lombok tidak hanya menjadi wadah pelestarian tradisi, tetapi juga ruang edukasi bagi generasi muda agar tidak terasing dari akar budayanya di era modern," kata Junaidi.
Ia menilai pertunjukan Peresean dapat dikembangkan sebagai salah satu daya tarik budaya dan pariwisata daerah. Oleh karena itu, dirinya mengajak masyarakat Sasak Lombok untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah serta menjadikan keberagaman sebagai modal sosial dalam menjaga suasana Berau tetap aman, rukun dan harmonis.
"Atraksi seni ini dapat menjadi aset daerah yang dapat memperkuat daya tarik pariwisata bagi Kabupaten Berau," tandas Junaidi.
(Sf/Lo)