Seputar Kaltim

    Peredaran Ganja di Kalangan Mahasiswa Memprihatinkan,  Pihak Kampus Diminta Beri Perhatian Lebih

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    28 Desember 2024 pukul 21:00 WITA

    Jajaran BNNP Kaltim saat press release. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur (Kaltim) mengimbau seluruh perguruan tinggi di wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa. 

    Imbauan ini disampaikan menyusul terungkapnya kasus penyelundupan ganja seberat 3,6 Kilogram (Kg) yang dilakukan oleh seorang mahasiswa pada tahun ini.

    Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Kaltim, Kombes Pol Tejo Yuantoro mengatakan ganja menjadi pilihan utama bagi sebagian mahasiswa karena harganya yang relatif terjangkau dibandingkan narkoba jenis lainnya.

    "Memang kalangan mahasiswa rata-rata pakainya ganja karena hemat, harga ganja tidak terlalu tinggi. Kalau sabu dan sejenisnya itu tinggi (Mahal), sehingga kurang daya belinya," ujar Tejo Yuantoro.

    Tejo mengaku kondisi ini perlu menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak, terutama pihak kampus. Sebab, kampus memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan pengawasan terhadap mahasiswa.

    "Jadi diharapkan kepada pihak kampus yang ada di Kaltim untuk mulai aware terhadap mahasiswanya untuk sosialisasi mengenai anti narkoba. Tolong diperhatikan, termasuk keluh kesah saat menghadapi pembelajaran di sana, karena nanti itu pelampiasannya kepada ganja," tegasnya.

    BNNP Kaltim berencana melakukan koordinasi dengan seluruh perguruan tinggi di Kaltim untuk membahas langkah-langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus. 

    BNNP Kaltim juga akan melakukan sampling terhadap beberapa kampus untuk mengetahui lebih dalam mengenai kondisi dan upaya pencegahan yang telah dilakukan. "Nanti dari bidang pencegahan akan melakukan koordinasi kepada kampus. Dan kami juga akan mengambil sampel kampus," kata Tejo.

    Tejo berharap dengan adanya upaya bersama antara BNNP Kaltim dan perguruan tinggi, kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa dapat ditekan.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Peredaran Ganja di Kalangan Mahasiswa Memprihatinkan,  Pihak Kampus Diminta Beri Perhatian Lebih

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    28 Desember 2024 pukul 21:00 WITA

    Jajaran BNNP Kaltim saat press release. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur (Kaltim) mengimbau seluruh perguruan tinggi di wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa. 

    Imbauan ini disampaikan menyusul terungkapnya kasus penyelundupan ganja seberat 3,6 Kilogram (Kg) yang dilakukan oleh seorang mahasiswa pada tahun ini.

    Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Kaltim, Kombes Pol Tejo Yuantoro mengatakan ganja menjadi pilihan utama bagi sebagian mahasiswa karena harganya yang relatif terjangkau dibandingkan narkoba jenis lainnya.

    "Memang kalangan mahasiswa rata-rata pakainya ganja karena hemat, harga ganja tidak terlalu tinggi. Kalau sabu dan sejenisnya itu tinggi (Mahal), sehingga kurang daya belinya," ujar Tejo Yuantoro.

    Tejo mengaku kondisi ini perlu menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak, terutama pihak kampus. Sebab, kampus memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan pengawasan terhadap mahasiswa.

    "Jadi diharapkan kepada pihak kampus yang ada di Kaltim untuk mulai aware terhadap mahasiswanya untuk sosialisasi mengenai anti narkoba. Tolong diperhatikan, termasuk keluh kesah saat menghadapi pembelajaran di sana, karena nanti itu pelampiasannya kepada ganja," tegasnya.

    BNNP Kaltim berencana melakukan koordinasi dengan seluruh perguruan tinggi di Kaltim untuk membahas langkah-langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus. 

    BNNP Kaltim juga akan melakukan sampling terhadap beberapa kampus untuk mengetahui lebih dalam mengenai kondisi dan upaya pencegahan yang telah dilakukan. "Nanti dari bidang pencegahan akan melakukan koordinasi kepada kampus. Dan kami juga akan mengambil sampel kampus," kata Tejo.

    Tejo berharap dengan adanya upaya bersama antara BNNP Kaltim dan perguruan tinggi, kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa dapat ditekan.

    (Sf/By)