Seputar Kaltim

    Percobaan Penculikan Kembali Terjadi di SDN 004 Rempanga, Tiga Murid Pernah Jadi Target

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    13 Agustus 2025 pukul 23:09 WITA

    Sekolah Dasar Negeri (SDN) 004 Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - SDN 004 Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu hampir saja menjadi target penculikan oleh sekelompok orang tidak dikenal. 

    Percobaan penculikan ini terjadi pada Selasa (12/8/2025) kemarin. Guru Agama SDN 004, Sabran menjelaskan kejadian ini bermula saat anak yang duduk di bangku kelas lima SD ini hendak pulang menuju ke kediamannya yang berada di pal 8.

    Anak tersebut pulang menggunakan sepeda, kemudian datang tiga orang pria menggunakan mobil Avanza berwarna hitam keluar dan menarik tas anak tersebut. Beruntungnya target sempat melawan dan melepaskan diri.

    "Anak kami ini sempat teriak, dia minta tolong kepada warga, tapi lokasi itu kosong tak ada orang, beruntungnya dia bisa lolos dari cengkeraman pria. Kondisi korban saat ini masih trauma tidak mau turun sekolah, ini pengakuan dari orang tuanya," kata Sabran, Rabu (13/8/2025).

    Kata dia percobaan penculikan ini bukan yang pertama kalinya terjadi di sekolah tersebut. "Sudah tiga kali terjadi, rata-rata kejadian ini disaat anak-anak sedang pulang sekolah," ujarnya. 

    Sabran mengungkapkan bahwa pada 2025 kejadian ini pertama kali dialami oleh murid kelas enam, saat itu sang murid sedang berada di masjid dan hendak kembali menuju ke kediamannya, tiba-tiba datang seorang pria menggunakan kendaraan roda dua menghampirinya dan memegang erat tangan anak tersebut.

    "Dia menguaknya genggaman orang itu sangat keras sekali dan tak bisa bergerak, ada niat mau mencium tapi tak jadi. Ini masuk di pelecehan kepada anak, untungnya anak kami ini sempat lolos dari pria tersebut," ungkapnya.

    Selanjutnya siswa kelas lima, kejadian ini mirip dengan yang terjadi kepada siswa kelas tiga, tapi dalam kejadian ini korban masih berani keluar rumah dan pergi ke sekolah. 

    "Ketiga murid kami laki-laki dan perempuan ini rumahnya berada di Km 8 dan Km 9, mereka ada yang pergi ke sekolah jalan kaki dan naik sepeda," ucap Sabran.  

    Sabran mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Rempanga untuk memperketat patroli Bhabinkamtibmas. 

    "Kami juga menyarankan pemdes dapat memasang CCTV di setiap sudut desa ini untuk memperketat pengawasan bukan hanya kepada anak sekolah, tapi juga kepada keamanan warga," sebutnya. 

    Dirinya juga mengimbau para orang tua murid agar dapat tepat waktu saat menjemput anak-anaknya pulang sekolah, ini merupakan bentuk pengawasan yang dapat mencegah terjadinya penculikan terhadap anak.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Percobaan Penculikan Kembali Terjadi di SDN 004 Rempanga, Tiga Murid Pernah Jadi Target

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    13 Agustus 2025 pukul 23:09 WITA

    Sekolah Dasar Negeri (SDN) 004 Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - SDN 004 Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu hampir saja menjadi target penculikan oleh sekelompok orang tidak dikenal. 

    Percobaan penculikan ini terjadi pada Selasa (12/8/2025) kemarin. Guru Agama SDN 004, Sabran menjelaskan kejadian ini bermula saat anak yang duduk di bangku kelas lima SD ini hendak pulang menuju ke kediamannya yang berada di pal 8.

    Anak tersebut pulang menggunakan sepeda, kemudian datang tiga orang pria menggunakan mobil Avanza berwarna hitam keluar dan menarik tas anak tersebut. Beruntungnya target sempat melawan dan melepaskan diri.

    "Anak kami ini sempat teriak, dia minta tolong kepada warga, tapi lokasi itu kosong tak ada orang, beruntungnya dia bisa lolos dari cengkeraman pria. Kondisi korban saat ini masih trauma tidak mau turun sekolah, ini pengakuan dari orang tuanya," kata Sabran, Rabu (13/8/2025).

    Kata dia percobaan penculikan ini bukan yang pertama kalinya terjadi di sekolah tersebut. "Sudah tiga kali terjadi, rata-rata kejadian ini disaat anak-anak sedang pulang sekolah," ujarnya. 

    Sabran mengungkapkan bahwa pada 2025 kejadian ini pertama kali dialami oleh murid kelas enam, saat itu sang murid sedang berada di masjid dan hendak kembali menuju ke kediamannya, tiba-tiba datang seorang pria menggunakan kendaraan roda dua menghampirinya dan memegang erat tangan anak tersebut.

    "Dia menguaknya genggaman orang itu sangat keras sekali dan tak bisa bergerak, ada niat mau mencium tapi tak jadi. Ini masuk di pelecehan kepada anak, untungnya anak kami ini sempat lolos dari pria tersebut," ungkapnya.

    Selanjutnya siswa kelas lima, kejadian ini mirip dengan yang terjadi kepada siswa kelas tiga, tapi dalam kejadian ini korban masih berani keluar rumah dan pergi ke sekolah. 

    "Ketiga murid kami laki-laki dan perempuan ini rumahnya berada di Km 8 dan Km 9, mereka ada yang pergi ke sekolah jalan kaki dan naik sepeda," ucap Sabran.  

    Sabran mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Rempanga untuk memperketat patroli Bhabinkamtibmas. 

    "Kami juga menyarankan pemdes dapat memasang CCTV di setiap sudut desa ini untuk memperketat pengawasan bukan hanya kepada anak sekolah, tapi juga kepada keamanan warga," sebutnya. 

    Dirinya juga mengimbau para orang tua murid agar dapat tepat waktu saat menjemput anak-anaknya pulang sekolah, ini merupakan bentuk pengawasan yang dapat mencegah terjadinya penculikan terhadap anak.

    (Sf/Lo)