Seputar Kaltim

    Perbarui Data Pertanian Berbasis Spasial, Distanak Kukar Latih Ratusan Penyuluh Gunakan Google Earth Pro

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    01 April 2026 pukul 19:47 WITA

    Plt Kepala Distanak Kukar, Mohammad Rifani (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) melatih ratusan penyuluh pertanian di seluruh kecamatan.

    Pelatihan ini meliputi penggunaan aplikasi pemetaan skala sederhana, seperti Google Earth Pro untuk mendukung pembaruan data pertanian berbasis spasial.

    “Ada sekitar 100-an penyuluh pertanian di Kukar yang akan dibina secara singkat terkait penggunaan aplikasi tersebut,” ujar Plt Kepala Distanak Kukar, Mohammad Rifani, Rabu (1/4/2026).

    Melalui pembinaan ini para penyuluh di Kukar akan dibekali kemampuan dalam mengidentifikasi, memetakan serta memperbarui data lahan pertanian secara lebih akurat.

    Pemanfaatan Google Earth Pro dinilai penting untuk meningkatkan kualitas data sektor pertanian, mulai dari luas lahan, jenis tanaman hingga kondisi jalan tani dan irigasi yang rusak.

    Selain meningkatkan kualitas data pertanian, penggunaan Google Earth Pro juga dapat memudahkan seluruh pihak dalam mengindentifikasi kondisi faktual di lapangan.

    Mengingat Google Earth Pro akan menunjukkan gambar kondisi di lapangan secara visual karena telah tersambung dengan satelit.

    Artinya kini pemerintah bisa memantau secara langsung apabila ada usulan perbaikan irigasi yang disampaikan dari kelompok tani (poktan) dengan melihat kondisi riil di lapangan melalui Google Earth Pro.

    “Meski bukan data secara real-time, tapi ini sudah cukup untuk analisis awal karena lebih efisien jika dibandingkan menggunakan drone,” terang Rifani.

    “Jadi dengan sistem ini, kita bisa memfilter usulan bantuan agar lebih adil dan sesuai kebutuhan,” tambahnya.

    Tak hanya itu, pemerintah juga dapat mengukur panjang irigasi yang dibutuhkan secara lebih presisi melalui fitur pengukuran yang tersedia di Google Earth Pro.

    “Harapannya melalui pelatihan ini, data yang disajikan tidak hanya berupa data, tapi juga bisa ditunjukkan lokasinya secara detail di peta melalui Google Earth Pro tadi,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Perbarui Data Pertanian Berbasis Spasial, Distanak Kukar Latih Ratusan Penyuluh Gunakan Google Earth Pro

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    01 April 2026 pukul 19:47 WITA

    Plt Kepala Distanak Kukar, Mohammad Rifani (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) melatih ratusan penyuluh pertanian di seluruh kecamatan.

    Pelatihan ini meliputi penggunaan aplikasi pemetaan skala sederhana, seperti Google Earth Pro untuk mendukung pembaruan data pertanian berbasis spasial.

    “Ada sekitar 100-an penyuluh pertanian di Kukar yang akan dibina secara singkat terkait penggunaan aplikasi tersebut,” ujar Plt Kepala Distanak Kukar, Mohammad Rifani, Rabu (1/4/2026).

    Melalui pembinaan ini para penyuluh di Kukar akan dibekali kemampuan dalam mengidentifikasi, memetakan serta memperbarui data lahan pertanian secara lebih akurat.

    Pemanfaatan Google Earth Pro dinilai penting untuk meningkatkan kualitas data sektor pertanian, mulai dari luas lahan, jenis tanaman hingga kondisi jalan tani dan irigasi yang rusak.

    Selain meningkatkan kualitas data pertanian, penggunaan Google Earth Pro juga dapat memudahkan seluruh pihak dalam mengindentifikasi kondisi faktual di lapangan.

    Mengingat Google Earth Pro akan menunjukkan gambar kondisi di lapangan secara visual karena telah tersambung dengan satelit.

    Artinya kini pemerintah bisa memantau secara langsung apabila ada usulan perbaikan irigasi yang disampaikan dari kelompok tani (poktan) dengan melihat kondisi riil di lapangan melalui Google Earth Pro.

    “Meski bukan data secara real-time, tapi ini sudah cukup untuk analisis awal karena lebih efisien jika dibandingkan menggunakan drone,” terang Rifani.

    “Jadi dengan sistem ini, kita bisa memfilter usulan bantuan agar lebih adil dan sesuai kebutuhan,” tambahnya.

    Tak hanya itu, pemerintah juga dapat mengukur panjang irigasi yang dibutuhkan secara lebih presisi melalui fitur pengukuran yang tersedia di Google Earth Pro.

    “Harapannya melalui pelatihan ini, data yang disajikan tidak hanya berupa data, tapi juga bisa ditunjukkan lokasinya secara detail di peta melalui Google Earth Pro tadi,” tandasnya.

    (Sf/Lo)