Seputar Kaltim

    Perbaikan Sarana dan Prasarana Sekolah di Samarinda Dinilai Belum Optimal

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    26 April 2024 pukul 19:34 WITA

    Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin saat ditemui usai pertemuan di DPRD Samarinda, Jumat (26/4/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dalam pertemuan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda (Disdikbud) menyampaikan bahwa belum semua sekolah mendapat perbaikan sarana dan prasarana. 

    Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin, mengungkapkan bahwa sekitar 34 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 24 Sekolah Dasar (SD) di Kota Samarinda akan mendapat perhatian.

    "SMP itu jumlahnya sekitar 48, jadi sekitar 34 yang tersentuh, tidak semua," ungkap Asli,  Jumat (26/4/2024).

    Namun demikian, tidak semua aspek dari setiap sekolah akan mendapat perbaikan sekaligus. 

    “Ada yang sekolah hanya diperbaiki toiletnya, tapi ada yang tidak diperbaiki toiletnya tapi diperbaiki pavingnya," jelasnya.

    Ia menegaskan bahwa jika semua sekolah bisa terakomodasi, anggarannya akan menjadi jumlah yang besar. 

    Di sisi lain Anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Wali Kota, Abdul Rohim mendorong penuh agar pemerintah kota melalui Disdikbud lebih mengoptimalkan perbaikan sarana dan prasarana sekolah. 

    Pria yang merupakan Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyoroti pentingnya optimalisasi sarana dan prasarana pendidikan sebagai langkah menuju peningkatan kualitas pendidikan di Samarinda.

    “Kualitas pendidikan sangat terkait dengan kondisi sarana prasarana sekolah yang memadai,” jelas Rohim. 

    Ia menyoroti perlunya dukungan lebih lanjut dari pemerintah dan pihak terkait untuk memastikan bahwa setiap sekolah di Kota Samarinda memiliki sarana dan prasarana yang memadai. 

    "Kita perlu bersama-sama memastikan bahwa setiap anak di Samarinda memiliki akses terhadap pendidikan yang berkualitas," tegasnya.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan urgensi kepada pemerintah untuk tidak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek lain yang memengaruhi proses pembelajaran, seperti ketersediaan fasilitas pendukung pembelajaran dan lingkungan sekolah yang kondusif. 

    "Perbaikan sarana dan prasarana haruslah holistik, meliputi semua aspek yang memengaruhi proses pendidikan," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Perbaikan Sarana dan Prasarana Sekolah di Samarinda Dinilai Belum Optimal

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    26 April 2024 pukul 19:34 WITA

    Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin saat ditemui usai pertemuan di DPRD Samarinda, Jumat (26/4/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dalam pertemuan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda (Disdikbud) menyampaikan bahwa belum semua sekolah mendapat perbaikan sarana dan prasarana. 

    Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin, mengungkapkan bahwa sekitar 34 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 24 Sekolah Dasar (SD) di Kota Samarinda akan mendapat perhatian.

    "SMP itu jumlahnya sekitar 48, jadi sekitar 34 yang tersentuh, tidak semua," ungkap Asli,  Jumat (26/4/2024).

    Namun demikian, tidak semua aspek dari setiap sekolah akan mendapat perbaikan sekaligus. 

    “Ada yang sekolah hanya diperbaiki toiletnya, tapi ada yang tidak diperbaiki toiletnya tapi diperbaiki pavingnya," jelasnya.

    Ia menegaskan bahwa jika semua sekolah bisa terakomodasi, anggarannya akan menjadi jumlah yang besar. 

    Di sisi lain Anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Wali Kota, Abdul Rohim mendorong penuh agar pemerintah kota melalui Disdikbud lebih mengoptimalkan perbaikan sarana dan prasarana sekolah. 

    Pria yang merupakan Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyoroti pentingnya optimalisasi sarana dan prasarana pendidikan sebagai langkah menuju peningkatan kualitas pendidikan di Samarinda.

    “Kualitas pendidikan sangat terkait dengan kondisi sarana prasarana sekolah yang memadai,” jelas Rohim. 

    Ia menyoroti perlunya dukungan lebih lanjut dari pemerintah dan pihak terkait untuk memastikan bahwa setiap sekolah di Kota Samarinda memiliki sarana dan prasarana yang memadai. 

    "Kita perlu bersama-sama memastikan bahwa setiap anak di Samarinda memiliki akses terhadap pendidikan yang berkualitas," tegasnya.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan urgensi kepada pemerintah untuk tidak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek lain yang memengaruhi proses pembelajaran, seperti ketersediaan fasilitas pendukung pembelajaran dan lingkungan sekolah yang kondusif. 

    "Perbaikan sarana dan prasarana haruslah holistik, meliputi semua aspek yang memengaruhi proses pendidikan," pungkasnya.

    (Sf/Rs)