Seputar Kaltim

    Perbaikan Pelabuhan Speedboat Penajam Dapat Rp400 Juta, Revitalisasi Total Menyusul

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    05 Oktober 2026 pukul 16:33 WITA

    Kepala Dishub PPU, Agus Dahlan. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Kondisi Pelabuhan Speedboat Penajam yang mulai memprihatinkan mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Sekitar Rp400 juta disiapkan melalui APBD Perubahan 2026 untuk membenahi fasilitas yang paling mendesak.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Agus Dahlan, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim karena aset pelabuhan tersebut sudah menjadi kewenangan provinsi.

    "Pelabuhan ini memang digunakan masyarakat PPU, tapi asetnya sudah di provinsi. Jadi kita terus komunikasikan kebutuhan perbaikannya, termasuk dengan bidang yang menangani perairan," kata Agus, Senin (5/10/2026).

    Dari koordinasi tersebut, Pemprov Kaltim memastikan anggaran perbaikan telah disiapkan pada APBD Perubahan. Dana itu diarahkan lebih dulu untuk membenahi pelampung sisi kanan-kiri yang menjadi akses naik turun penumpang, termasuk tiang penyangganya.

    "Pelampung dan penyangganya yang paling mendesak. Kondisinya sudah cukup memprihatinkan, jadi itu yang kita dorong agar segera ditangani," ujarnya.

    Dishub PPU sebelumnya mengirimkan surat kepada Pemprov Kaltim dengan melampirkan dokumentasi kondisi fasilitas pelabuhan. Data tersebut menjadi bahan untuk mengusulkan kebutuhan perbaikan dalam anggaran perubahan.

    Agus menyebut perbaikan yang mendapat alokasi saat ini belum mencakup pembangunan ulang seluruh fasilitas. Untuk revitalisasi total, pembahasannya masih menunggu penyesuaian dengan rencana dan desain kawasan pelabuhan.

    "Untuk sekarang kita selesaikan dulu bagian yang sifatnya mendesak. Kalau nanti arahnya pembangunan atau penggantian secara keseluruhan, itu perlu dibahas lagi sesuai masterplan yang disiapkan," jelasnya.

    Ia belum memastikan pembangunan baru dapat direalisasikan pada 2027. Menurut Agus, opsi tersebut masih terbuka untuk tahun berikutnya menyesuaikan hasil pembahasan dan kesiapan desain.

    "Kalau melihat prosesnya, bisa saja bergeser ke 2028. Kita masih menunggu pembahasan desain dan masterplan, mudah-mudahan kebutuhan PPU bisa masuk di situ," tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Perbaikan Pelabuhan Speedboat Penajam Dapat Rp400 Juta, Revitalisasi Total Menyusul

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    05 Oktober 2026 pukul 16:33 WITA

    Kepala Dishub PPU, Agus Dahlan. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Kondisi Pelabuhan Speedboat Penajam yang mulai memprihatinkan mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Sekitar Rp400 juta disiapkan melalui APBD Perubahan 2026 untuk membenahi fasilitas yang paling mendesak.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Agus Dahlan, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim karena aset pelabuhan tersebut sudah menjadi kewenangan provinsi.

    "Pelabuhan ini memang digunakan masyarakat PPU, tapi asetnya sudah di provinsi. Jadi kita terus komunikasikan kebutuhan perbaikannya, termasuk dengan bidang yang menangani perairan," kata Agus, Senin (5/10/2026).

    Dari koordinasi tersebut, Pemprov Kaltim memastikan anggaran perbaikan telah disiapkan pada APBD Perubahan. Dana itu diarahkan lebih dulu untuk membenahi pelampung sisi kanan-kiri yang menjadi akses naik turun penumpang, termasuk tiang penyangganya.

    "Pelampung dan penyangganya yang paling mendesak. Kondisinya sudah cukup memprihatinkan, jadi itu yang kita dorong agar segera ditangani," ujarnya.

    Dishub PPU sebelumnya mengirimkan surat kepada Pemprov Kaltim dengan melampirkan dokumentasi kondisi fasilitas pelabuhan. Data tersebut menjadi bahan untuk mengusulkan kebutuhan perbaikan dalam anggaran perubahan.

    Agus menyebut perbaikan yang mendapat alokasi saat ini belum mencakup pembangunan ulang seluruh fasilitas. Untuk revitalisasi total, pembahasannya masih menunggu penyesuaian dengan rencana dan desain kawasan pelabuhan.

    "Untuk sekarang kita selesaikan dulu bagian yang sifatnya mendesak. Kalau nanti arahnya pembangunan atau penggantian secara keseluruhan, itu perlu dibahas lagi sesuai masterplan yang disiapkan," jelasnya.

    Ia belum memastikan pembangunan baru dapat direalisasikan pada 2027. Menurut Agus, opsi tersebut masih terbuka untuk tahun berikutnya menyesuaikan hasil pembahasan dan kesiapan desain.

    "Kalau melihat prosesnya, bisa saja bergeser ke 2028. Kita masih menunggu pembahasan desain dan masterplan, mudah-mudahan kebutuhan PPU bisa masuk di situ," tandasnya.

    (Sf/Rs)