Seputar Kaltim

    Perbaikan Jalan Longsor, Arus Lalu Lintas di Jalan Syarifudin Yoes Dialihkan Sementara

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    14 Mei 2026 pukul 16:22 WITA

    Pemberitahuan pengalihan arus lalu lintas. Masyarakat diminta untuk mencari jalan alternatif. (Foto: Dishub/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Syarifudin Yoes akibat pekerjaan perbaikan jalan yang terdampak longsor. Pengalihan arus dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran proses perbaikan di lokasi.

    Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Paturahman mengatakan, rekayasa lalu lintas mulai diterapkan selama pekerjaan berlangsung. Sejumlah jalur alternatif disiapkan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar area proyek.

    “Pengalihan arus ini bersifat sementara selama proses perbaikan berlangsung. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ucap Fadli kepada media, Kamis (14/5/2026).

    Ia menjelaskan, pengaturan arus diberlakukan untuk kendaraan dari arah Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan maupun dari arah kawasan WIKA.

    Untuk kendaraan golongan R6 dengan Jumlah Berat Bruto (JBB) di atas 6 ton dari arah bandara, arus dialihkan melalui Jalan MT Haryono menuju Jalan Jenderal Sudirman.

    Sementara kendaraan roda dua dan roda empat diarahkan melewati beberapa jalur alternatif, seperti Jalan Kasih menuju Jalan Ruhui Rahayu, Jalan Asnawi Arbain menuju Jalan Punai atau Jalan Ketinjau, Jalan Asnawi Arbain menuju Jalan MT Haryono, serta Jalan Marsma Iswahyudi menuju Jalan ZA Maulani.

    Sedangkan kendaraan besar dari arah WIKA juga dialihkan melalui Jalan MT Haryono menuju Jalan Jenderal Sudirman.

    “Untuk kendaraan kecil dari arah WIKA diarahkan melalui Jalan Ruhui Rahayu menuju Jalan MT Haryono,” terangnya.

    Dishub Balikpapan telah menempatkan petugas di sejumlah titik untuk membantu pengaturan lalu lintas dan memberikan arahan kepada pengendara selama rekayasa arus diterapkan.

    Masyarakat juga diimbau mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta mengurangi kecepatan saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan guna menghindari risiko kecelakaan.

    “Kami meminta pengguna jalan mengikuti arahan petugas di lapangan dan memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan agar tidak terjadi kemacetan,” tambahnya.

    Dishub memperkirakan volume kendaraan di jalur alternatif akan meningkat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Karena itu, masyarakat diminta mengatur waktu perjalanan untuk menghindari antrean kendaraan.

    Pemerintah Kota Balikpapan memastikan rekayasa lalu lintas akan terus dievaluasi sesuai perkembangan pekerjaan perbaikan jalan di kawasan longsor tersebut.

    “Jika kondisi jalan sudah aman dilalui dan pekerjaan selesai, arus lalu lintas akan kembali normal,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Perbaikan Jalan Longsor, Arus Lalu Lintas di Jalan Syarifudin Yoes Dialihkan Sementara

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    14 Mei 2026 pukul 16:22 WITA

    Pemberitahuan pengalihan arus lalu lintas. Masyarakat diminta untuk mencari jalan alternatif. (Foto: Dishub/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Syarifudin Yoes akibat pekerjaan perbaikan jalan yang terdampak longsor. Pengalihan arus dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran proses perbaikan di lokasi.

    Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Paturahman mengatakan, rekayasa lalu lintas mulai diterapkan selama pekerjaan berlangsung. Sejumlah jalur alternatif disiapkan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar area proyek.

    “Pengalihan arus ini bersifat sementara selama proses perbaikan berlangsung. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ucap Fadli kepada media, Kamis (14/5/2026).

    Ia menjelaskan, pengaturan arus diberlakukan untuk kendaraan dari arah Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan maupun dari arah kawasan WIKA.

    Untuk kendaraan golongan R6 dengan Jumlah Berat Bruto (JBB) di atas 6 ton dari arah bandara, arus dialihkan melalui Jalan MT Haryono menuju Jalan Jenderal Sudirman.

    Sementara kendaraan roda dua dan roda empat diarahkan melewati beberapa jalur alternatif, seperti Jalan Kasih menuju Jalan Ruhui Rahayu, Jalan Asnawi Arbain menuju Jalan Punai atau Jalan Ketinjau, Jalan Asnawi Arbain menuju Jalan MT Haryono, serta Jalan Marsma Iswahyudi menuju Jalan ZA Maulani.

    Sedangkan kendaraan besar dari arah WIKA juga dialihkan melalui Jalan MT Haryono menuju Jalan Jenderal Sudirman.

    “Untuk kendaraan kecil dari arah WIKA diarahkan melalui Jalan Ruhui Rahayu menuju Jalan MT Haryono,” terangnya.

    Dishub Balikpapan telah menempatkan petugas di sejumlah titik untuk membantu pengaturan lalu lintas dan memberikan arahan kepada pengendara selama rekayasa arus diterapkan.

    Masyarakat juga diimbau mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta mengurangi kecepatan saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan guna menghindari risiko kecelakaan.

    “Kami meminta pengguna jalan mengikuti arahan petugas di lapangan dan memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan agar tidak terjadi kemacetan,” tambahnya.

    Dishub memperkirakan volume kendaraan di jalur alternatif akan meningkat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Karena itu, masyarakat diminta mengatur waktu perjalanan untuk menghindari antrean kendaraan.

    Pemerintah Kota Balikpapan memastikan rekayasa lalu lintas akan terus dievaluasi sesuai perkembangan pekerjaan perbaikan jalan di kawasan longsor tersebut.

    “Jika kondisi jalan sudah aman dilalui dan pekerjaan selesai, arus lalu lintas akan kembali normal,” tutupnya.

    (Sf/Rs)