Cari disini...
Seputar Kaltim
Salah satu anjing yang jadi peserta vaksinasi Rabies (Dok Himpunan Alumni IPB untuk Seputar Fakta).
Samarinda - Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) Cabang Balikpapan turun tangan dalam upaya memerangi rabies di kota tersebut. Menggandeng Balai Besar Karantina, Dinas Pertanian, dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), mereka sukses menggelar bakti sosial vaksinasi rabies gratis yang menjangkau ratusan hewan peliharaan.
Dalam siaran pers tertulis yang diterima, Minggu (19/10/2025), disebutkan bahwa aksi kolaborasi ini digelar di halaman Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BB-KHIT) Kalimantan Timur pada Sabtu, 18 Oktober 2025. Momen ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Karantina Indonesia yang ke-148.
Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata kekuatan sinergi antara empat pilar: akademisi (HA IPB), pemerintah pusat (Balai Karantina), pemerintah daerah (DKP3 Balikpapan), dan organisasi profesi (PDHI Kaltim II). Total sebanyak 132 hewan peliharaan warga, terdiri dari 115 ekor kucing dan 17 ekor anjing, berhasil mendapatkan vaksinasi.
Kepala Balai Besar KHIT, Dr. drh. Arum Kusnila Dewi, mengapresiasi peran aktif HA IPB sebagai mitra strategis. Ia menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci dalam menjalankan amanat Karantina untuk "Menjaga Negeri" dari ancaman penyakit zoonosis mematikan seperti rabies.
"Kita menjaga negeri ini dari ancaman rabies, penyakit zoonosis mematikan yang masih menjadi perhatian dunia sampai saat ini," tutur Arum Kusnila Dewi dalam sambutannya.
Ketua HA IPB Cabang Balikpapan, Dharma Saputra, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme tinggi dari masyarakat. Ia berharap warga yang hadir dapat menjadi agen perubahan dengan menyebarkan edukasi tentang bahaya rabies di lingkungan masing-masing.
"Awalnya HA IPB dihubungi untuk bermitra dalam bakti sosial memperingati Hari Rabies Sedunia. Kami langsung bersedia dan Alhamdulillah dapat terlibat aktif dalam kepanitiaan," terang Dharma Saputra.
Selain vaksinasi, acara ini juga menjadi panggung bagi produk UMKM binaan alumni IPB, seperti "Wedang Dayak," sebuah komoditas herbal kearifan lokal Kalimantan. Kehadiran booth UMKM ini menunjukkan bahwa kegiatan sosial dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi lokal.
Lebih dari sekadar seremoni, Dharma Saputra juga mengangkat isu krusial yang perlu ditindaklanjuti. Ia mendorong diadakannya seminar edukasi yang membahas kendala warga saat digigit hewan penular rabies, khususnya terkait status kehalalan Vaksin Anti Rabies (VAR) untuk manusia.
"Karenanya perlu duduk satu meja dalam seminar edukasi menghadirkan pembicara dari PDHI, MUI, Dinas Kesehatan Kota, Balai Besar Karantina, maupun Dinas Peternakan (DKP3) Kota," harapnya.
Cari disini...
Seputar Kaltim

Salah satu anjing yang jadi peserta vaksinasi Rabies (Dok Himpunan Alumni IPB untuk Seputar Fakta).
Samarinda - Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) Cabang Balikpapan turun tangan dalam upaya memerangi rabies di kota tersebut. Menggandeng Balai Besar Karantina, Dinas Pertanian, dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), mereka sukses menggelar bakti sosial vaksinasi rabies gratis yang menjangkau ratusan hewan peliharaan.
Dalam siaran pers tertulis yang diterima, Minggu (19/10/2025), disebutkan bahwa aksi kolaborasi ini digelar di halaman Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BB-KHIT) Kalimantan Timur pada Sabtu, 18 Oktober 2025. Momen ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Karantina Indonesia yang ke-148.
Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata kekuatan sinergi antara empat pilar: akademisi (HA IPB), pemerintah pusat (Balai Karantina), pemerintah daerah (DKP3 Balikpapan), dan organisasi profesi (PDHI Kaltim II). Total sebanyak 132 hewan peliharaan warga, terdiri dari 115 ekor kucing dan 17 ekor anjing, berhasil mendapatkan vaksinasi.
Kepala Balai Besar KHIT, Dr. drh. Arum Kusnila Dewi, mengapresiasi peran aktif HA IPB sebagai mitra strategis. Ia menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci dalam menjalankan amanat Karantina untuk "Menjaga Negeri" dari ancaman penyakit zoonosis mematikan seperti rabies.
"Kita menjaga negeri ini dari ancaman rabies, penyakit zoonosis mematikan yang masih menjadi perhatian dunia sampai saat ini," tutur Arum Kusnila Dewi dalam sambutannya.
Ketua HA IPB Cabang Balikpapan, Dharma Saputra, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme tinggi dari masyarakat. Ia berharap warga yang hadir dapat menjadi agen perubahan dengan menyebarkan edukasi tentang bahaya rabies di lingkungan masing-masing.
"Awalnya HA IPB dihubungi untuk bermitra dalam bakti sosial memperingati Hari Rabies Sedunia. Kami langsung bersedia dan Alhamdulillah dapat terlibat aktif dalam kepanitiaan," terang Dharma Saputra.
Selain vaksinasi, acara ini juga menjadi panggung bagi produk UMKM binaan alumni IPB, seperti "Wedang Dayak," sebuah komoditas herbal kearifan lokal Kalimantan. Kehadiran booth UMKM ini menunjukkan bahwa kegiatan sosial dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi lokal.
Lebih dari sekadar seremoni, Dharma Saputra juga mengangkat isu krusial yang perlu ditindaklanjuti. Ia mendorong diadakannya seminar edukasi yang membahas kendala warga saat digigit hewan penular rabies, khususnya terkait status kehalalan Vaksin Anti Rabies (VAR) untuk manusia.
"Karenanya perlu duduk satu meja dalam seminar edukasi menghadirkan pembicara dari PDHI, MUI, Dinas Kesehatan Kota, Balai Besar Karantina, maupun Dinas Peternakan (DKP3) Kota," harapnya.