Seputar Kaltim

    Perang di Sudan, 43 WNI Bakal Dievakuasi ke Mesir dan Arab Saudi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Biniyamin
    21 April 2023 pukul 12:16 WITA

    Suasana di Sudan, banyak asap mengepul karena gencatan senjata dan bom bersarang di Kota Khartoum, Sudan pada Jum'at (21/4/2023). (Foto: Twitter.com/arabbeu)

    Khourtoum - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Sudan berhasil menyelamatkan 43 WNI yang terjebak saat konflik internal yang terjadi di ibu kota Khourtoum, Sudan.

    Mahasiswi UIA asal Kalimantan Timur, Tika Hamidah mengabarkan keadaan di Sudan semakin genting semenjak konflik terjadi pada Sabtu (15/4/2023).

    "Semenjak konflik mulai, KBRI bertindak dan segera mengevakuasi beberapa 43 WNI ke safe house, dan masih banyak yang belum dievakuasi. Sebab dekat dengan pemukiman para militer," ungkapnya saat diwawancarai melalui via telepon.

    Keadaan, kata dia, semakin memburuk dengan suara ledakan bom dan letupan peluru bersarang di sekitar safe house.

    Kondisi ini membuat para WNI kesulitan menuju ke tempat berbelanja kebutuhan sembako. "Logistik yang kami miliki menipis sehingga perlu ke supermarket terdekat, tapi aksesnya sangat sulit. Bahkan sampai ada yang terjebak di dalam supermarket, sebab tentara ada yang stand by di sekitar situ," papar Tika.

    Upaya gencatan senjata, kata dia, terus dilakukan dan selalu ada informasi mengenai gencatan senjata tersebut dalam berapa jam.

    "Pertama kali informasi gencatan senjata tiga jam, kalau sekarang 24 jam. Berhentinya gencatan senjata bukan berarti kita dalam keadaan aman, selalu was-was," urainya.

    Sejauh ini tidak ada korban jiwa terdampak dari konflik tersebut. "Ada yang terkena peluru, tapi itu hasil pantulan ke seorang mahasiswa dan sedikit lebam dikakinya," bebernya.

    Evakuasi terus berlanjut dengan sistem kloter dan yang lebih diutamakan untuk ibu-ibu yang hamil.

    Tika menyebut bahwa WNI yang telah dievakuasi akan dilarikan ke negara tetangga, seperti Arab Saudi Mesir dan lainnya.

    "Para WNI akan dilarikan ke negara Arab Saudi dan Mesir, kemungkinan dengan sistem kloter pula, karena. Melihat situasi genting saat ini, sehingga tidak sekaligus," 

    Jalur yang ditempuh ke negara tetangga melalui darat. "Kalau melalui udara, bandara kita di bom, jadi tidak bisa. Jadi kita melakukan perjalanan dengan jalur darat, kalau ke Mesir sampai 12 jam perjalanan,"pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Perang di Sudan, 43 WNI Bakal Dievakuasi ke Mesir dan Arab Saudi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Biniyamin
    21 April 2023 pukul 12:16 WITA

    Suasana di Sudan, banyak asap mengepul karena gencatan senjata dan bom bersarang di Kota Khartoum, Sudan pada Jum'at (21/4/2023). (Foto: Twitter.com/arabbeu)

    Khourtoum - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Sudan berhasil menyelamatkan 43 WNI yang terjebak saat konflik internal yang terjadi di ibu kota Khourtoum, Sudan.

    Mahasiswi UIA asal Kalimantan Timur, Tika Hamidah mengabarkan keadaan di Sudan semakin genting semenjak konflik terjadi pada Sabtu (15/4/2023).

    "Semenjak konflik mulai, KBRI bertindak dan segera mengevakuasi beberapa 43 WNI ke safe house, dan masih banyak yang belum dievakuasi. Sebab dekat dengan pemukiman para militer," ungkapnya saat diwawancarai melalui via telepon.

    Keadaan, kata dia, semakin memburuk dengan suara ledakan bom dan letupan peluru bersarang di sekitar safe house.

    Kondisi ini membuat para WNI kesulitan menuju ke tempat berbelanja kebutuhan sembako. "Logistik yang kami miliki menipis sehingga perlu ke supermarket terdekat, tapi aksesnya sangat sulit. Bahkan sampai ada yang terjebak di dalam supermarket, sebab tentara ada yang stand by di sekitar situ," papar Tika.

    Upaya gencatan senjata, kata dia, terus dilakukan dan selalu ada informasi mengenai gencatan senjata tersebut dalam berapa jam.

    "Pertama kali informasi gencatan senjata tiga jam, kalau sekarang 24 jam. Berhentinya gencatan senjata bukan berarti kita dalam keadaan aman, selalu was-was," urainya.

    Sejauh ini tidak ada korban jiwa terdampak dari konflik tersebut. "Ada yang terkena peluru, tapi itu hasil pantulan ke seorang mahasiswa dan sedikit lebam dikakinya," bebernya.

    Evakuasi terus berlanjut dengan sistem kloter dan yang lebih diutamakan untuk ibu-ibu yang hamil.

    Tika menyebut bahwa WNI yang telah dievakuasi akan dilarikan ke negara tetangga, seperti Arab Saudi Mesir dan lainnya.

    "Para WNI akan dilarikan ke negara Arab Saudi dan Mesir, kemungkinan dengan sistem kloter pula, karena. Melihat situasi genting saat ini, sehingga tidak sekaligus," 

    Jalur yang ditempuh ke negara tetangga melalui darat. "Kalau melalui udara, bandara kita di bom, jadi tidak bisa. Jadi kita melakukan perjalanan dengan jalur darat, kalau ke Mesir sampai 12 jam perjalanan,"pungkasnya.

    (Sf/By)