Cari disini...
Seputar Kaltim
Kondisi irigasi di pasar petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara yang menjadi keluhan warga setempat karena menimbulkan bau tidak sedap dan airnya meluap saat dilanda hujan.(Istimewa)
Penajam - Penyumbatan irigasi yang terjadi di Pasar Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dikeluhkan warga setempat karena menimbulkan bau tidak sedap dan air selokan meluap hingga ke badan jalan saat hujan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU, Margono Hadisutanto mengatakan pasar petung yang merupakan lahan milik pemerintah daerah (Pemda) itu dikelola oleh PT Benuo Penajam melalui kesepakatan dan akan berakhir pada 2028 mendatang.
Dengan demikian, kata dia, pemda sementara ini belum bisa menanggapi keluhan warga terkait kondisi lingkungan yang semakin hari kian memprihatinkan.
"Sebenarnya permasalahan ini sudah berlangsung lama dan pemerintah sebagai pemilik lahan di pasar itu menjalin kerja sama dengan PT Benuo Penajam untuk pengelolaan,” ucap Margono, Senin (18/2/2025).
Meski sepenuhnya pengelolaan pasar petung dipegang pihak ketiga, tapi Diskukmperindag akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) PPU untuk menindaklanjuti persoalan irigasi karena menyangkut soal masalah lingkungan sekitar.
“Kita telah meninjau lokasi yang dikeluhkan warga setempat itu dan rencananya kita akan berkomunikasi dengan DPUPR untuk langkah selanjutnya,” ungkap Margono.
Soal rencana pengambil alihan pengelolaan pasar petung, Margono mengaku pemda masih menunggu kebijakan dari kepala daerah terpilih periode 2025-2030, Mudyat Noor dan Abdul Waris Muin (Mudyat-WIN) agar tidak menyalahi kebijakan yang disusun pemimpin baru.
“Kita hanya menunggu kebijakan dari kepala daerah baru seperti apa untuk ke depannya,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kondisi irigasi di pasar petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara yang menjadi keluhan warga setempat karena menimbulkan bau tidak sedap dan airnya meluap saat dilanda hujan.(Istimewa)
Penajam - Penyumbatan irigasi yang terjadi di Pasar Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dikeluhkan warga setempat karena menimbulkan bau tidak sedap dan air selokan meluap hingga ke badan jalan saat hujan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU, Margono Hadisutanto mengatakan pasar petung yang merupakan lahan milik pemerintah daerah (Pemda) itu dikelola oleh PT Benuo Penajam melalui kesepakatan dan akan berakhir pada 2028 mendatang.
Dengan demikian, kata dia, pemda sementara ini belum bisa menanggapi keluhan warga terkait kondisi lingkungan yang semakin hari kian memprihatinkan.
"Sebenarnya permasalahan ini sudah berlangsung lama dan pemerintah sebagai pemilik lahan di pasar itu menjalin kerja sama dengan PT Benuo Penajam untuk pengelolaan,” ucap Margono, Senin (18/2/2025).
Meski sepenuhnya pengelolaan pasar petung dipegang pihak ketiga, tapi Diskukmperindag akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) PPU untuk menindaklanjuti persoalan irigasi karena menyangkut soal masalah lingkungan sekitar.
“Kita telah meninjau lokasi yang dikeluhkan warga setempat itu dan rencananya kita akan berkomunikasi dengan DPUPR untuk langkah selanjutnya,” ungkap Margono.
Soal rencana pengambil alihan pengelolaan pasar petung, Margono mengaku pemda masih menunggu kebijakan dari kepala daerah terpilih periode 2025-2030, Mudyat Noor dan Abdul Waris Muin (Mudyat-WIN) agar tidak menyalahi kebijakan yang disusun pemimpin baru.
“Kita hanya menunggu kebijakan dari kepala daerah baru seperti apa untuk ke depannya,” tandasnya.
(Sf/By)