Seputar Kaltim

    Pensiunan ASN Samarinda Ditemukan Meninggal di Perairan Bontang Kuala, Diduga Akibat Hipertensi

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    22 September 2025 pukul 10:35 WITA

    Penemuan jasad wisatawan asal Kota Samarinda yang mengapung di perairan Bontang Kuala. (Foto: Tangkap Layar)

    Bontang – Warga setempat dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang pria di perairan Bontang Kuala, Minggu (21/9/2025) sekitar pukul 08.00 WITA. 

    Korban diketahui berinisial EM (59), seorang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Kota Samarinda.

    Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Randy Anugrah menjelaskan korban bersama rombongan alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) berangkat dari Samarinda menuju Bontang, Sabtu (20/9/2025). Sore hari setibanya di Bontang, mereka menginap di sebuah vila homestay kawasan Bontang Kuala.

    Keesokan paginya, rombongan mengikuti senam bersama lalu melanjutkan aktivitas berenang di sekitar vila. Menurut keterangan saksi IH yang merupakan istri korban mengatakan suaminya sempat mengeluh lelah dan kesulitan naik tangga setelah berenang. Ia meminta handuk ke istrinya sebelum ditinggalkan untuk beristirahat. 

    Tak lama berselang, seorang nelayan datang memberi kabar bahwa ada pria tenggelam di sekitar vila. Setelah dicek ternyata korban yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

    Kepolisian juga memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan pada tubuh korban. Penyebab kematian IM diduga akibat riwayat penyakit yang dimiliki.

    “Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Korban memiliki riwayat hipertensi, sehingga kuat dugaan faktor kesehatan menjadi penyebab meninggalnya korban,” ucap AKP Randy Anugrah.

    Pihak keluarga juga sudah menerima dengan ikhlas dan menolak dilakukan otopsi. Ia menambahkan kepolisian tetap melakukan prosedur penanganan sesuai standar. 

    “Kami sudah mendatangi lokasi, meminta keterangan saksi dan memastikan korban dibawa ke RSUD untuk pemeriksaan medis. Kasus ini murni musibah, tidak terkait tindak pidana,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Pensiunan ASN Samarinda Ditemukan Meninggal di Perairan Bontang Kuala, Diduga Akibat Hipertensi

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    22 September 2025 pukul 10:35 WITA

    Penemuan jasad wisatawan asal Kota Samarinda yang mengapung di perairan Bontang Kuala. (Foto: Tangkap Layar)

    Bontang – Warga setempat dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang pria di perairan Bontang Kuala, Minggu (21/9/2025) sekitar pukul 08.00 WITA. 

    Korban diketahui berinisial EM (59), seorang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Kota Samarinda.

    Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Randy Anugrah menjelaskan korban bersama rombongan alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) berangkat dari Samarinda menuju Bontang, Sabtu (20/9/2025). Sore hari setibanya di Bontang, mereka menginap di sebuah vila homestay kawasan Bontang Kuala.

    Keesokan paginya, rombongan mengikuti senam bersama lalu melanjutkan aktivitas berenang di sekitar vila. Menurut keterangan saksi IH yang merupakan istri korban mengatakan suaminya sempat mengeluh lelah dan kesulitan naik tangga setelah berenang. Ia meminta handuk ke istrinya sebelum ditinggalkan untuk beristirahat. 

    Tak lama berselang, seorang nelayan datang memberi kabar bahwa ada pria tenggelam di sekitar vila. Setelah dicek ternyata korban yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

    Kepolisian juga memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan pada tubuh korban. Penyebab kematian IM diduga akibat riwayat penyakit yang dimiliki.

    “Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Korban memiliki riwayat hipertensi, sehingga kuat dugaan faktor kesehatan menjadi penyebab meninggalnya korban,” ucap AKP Randy Anugrah.

    Pihak keluarga juga sudah menerima dengan ikhlas dan menolak dilakukan otopsi. Ia menambahkan kepolisian tetap melakukan prosedur penanganan sesuai standar. 

    “Kami sudah mendatangi lokasi, meminta keterangan saksi dan memastikan korban dibawa ke RSUD untuk pemeriksaan medis. Kasus ini murni musibah, tidak terkait tindak pidana,” tandasnya.

    (Sf/Lo)