Seputar Kaltim

    Pensiun Guru Tinggi, Kukar Bertumpu pada Non-ASN

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    06 Mei 2026 pukul 21:12 WITA

    Sekretaris Dinas Pendidikan, Pujianto. (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Tenggarong –  Gelombang pensiun guru tiap tahun membuat Pemerintah kabupaten(Pemkab) Kutai Kartanegara(Kukar) kekurangan tenaga pendidik, sehingga masih bergantung pada guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjaga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

    Sekretaris Dinas Pendidikan Kukar, Pujianto, menyebutkan rata-rata sekitar 25 guru pensiun setiap tahun, termasuk di wilayah Tenggarong.

    “Masalah kekurangan tenaga pendidik tidak hanya terjadi di wilayah pinggiran, tetapi juga di pusat kota seperti Tenggarong,” ujar Pujianto, Rabu (6/5/2026).

    Menurutnya, tanpa kehadiran guru non-ASN atau honorer, sejumlah sekolah berpotensi mengalami kekosongan tenaga pengajar yang dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar.

    Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Kukar terus membuka ruang rekrutmen guru non-ASN setiap tahun untuk mengisi formasi yang ditinggalkan oleh guru pensiun. Kebijakan ini dinilai sebagai solusi jangka pendek untuk menjaga stabilitas layanan pendidikan.

    “Ini langkah yang harus diambil setiap tahun untuk mengimbangi laju pensiun guru yang tidak terelakkan,” tandasnya.

    Data internal pemerintah daerah menunjukkan kebutuhan tenaga pendidik masih cukup tinggi, baik di wilayah perkotaan maupun pinggiran. Ribuan siswa di berbagai sekolah negeri sangat bergantung pada ketersediaan guru agar proses pembelajaran tetap berjalan optimal.

    Meski demikian, Pemkab Kukar menyadari ketergantungan pada guru non-ASN bukan solusi permanen. Diperlukan strategi jangka panjang, seperti percepatan pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) serta penyesuaian kebijakan anggaran.

    Di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah tetap optimistis rekrutmen berkelanjutan dapat menjaga kualitas pendidikan, sembari menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi gelombang pensiun yang diperkirakan terus berlangsung dalam beberapa tahun ke depan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pensiun Guru Tinggi, Kukar Bertumpu pada Non-ASN

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    06 Mei 2026 pukul 21:12 WITA

    Sekretaris Dinas Pendidikan, Pujianto. (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Tenggarong –  Gelombang pensiun guru tiap tahun membuat Pemerintah kabupaten(Pemkab) Kutai Kartanegara(Kukar) kekurangan tenaga pendidik, sehingga masih bergantung pada guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjaga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

    Sekretaris Dinas Pendidikan Kukar, Pujianto, menyebutkan rata-rata sekitar 25 guru pensiun setiap tahun, termasuk di wilayah Tenggarong.

    “Masalah kekurangan tenaga pendidik tidak hanya terjadi di wilayah pinggiran, tetapi juga di pusat kota seperti Tenggarong,” ujar Pujianto, Rabu (6/5/2026).

    Menurutnya, tanpa kehadiran guru non-ASN atau honorer, sejumlah sekolah berpotensi mengalami kekosongan tenaga pengajar yang dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar.

    Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Kukar terus membuka ruang rekrutmen guru non-ASN setiap tahun untuk mengisi formasi yang ditinggalkan oleh guru pensiun. Kebijakan ini dinilai sebagai solusi jangka pendek untuk menjaga stabilitas layanan pendidikan.

    “Ini langkah yang harus diambil setiap tahun untuk mengimbangi laju pensiun guru yang tidak terelakkan,” tandasnya.

    Data internal pemerintah daerah menunjukkan kebutuhan tenaga pendidik masih cukup tinggi, baik di wilayah perkotaan maupun pinggiran. Ribuan siswa di berbagai sekolah negeri sangat bergantung pada ketersediaan guru agar proses pembelajaran tetap berjalan optimal.

    Meski demikian, Pemkab Kukar menyadari ketergantungan pada guru non-ASN bukan solusi permanen. Diperlukan strategi jangka panjang, seperti percepatan pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) serta penyesuaian kebijakan anggaran.

    Di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah tetap optimistis rekrutmen berkelanjutan dapat menjaga kualitas pendidikan, sembari menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi gelombang pensiun yang diperkirakan terus berlangsung dalam beberapa tahun ke depan.

    (Sf/Rs)