Seputar Kaltim

    Penjual Terompet di Tenggarong, Raup Untung Rp300 Ribu Per Hari

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    29 Desember 2023 pukul 19:06 WITA

    Penjual terompet di Kota Tenggarong. (Foto: M.anshori/seputarfakta.com).

    Tenggarong - Memasuki akhir akhir Desember 2023, penjual terompet di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai bermunculan.

    Mereka memanfaatkan momen tahunan untuk mendulang untung dari harga sebuah terompet dengan aneka bentuk yang masyarakat pakai untuk merayakan pergantian tahun baru 2023-2024.

    “Ini saya kembali menjual terompet keliling, bisa di teotoar pasar tangga arung dan tempt lainnya. Ada sekitar 20 jenis kembang api yang di jual, mulai kembang gasing, kretek, kupu-kupu," kata Muhammad Amir, penjual terompet asal Jawa, Jumat (29/12/2023).

    Amir mengaku aneka terompet yang dijual bukan buatan sendiri, melainkan milik pengrajin yang ada di Kota Samarinda. “Saya ambil dari teman pembuat terompet di Samarinda kemudian jual keliling kota, tapi lebih sering mangkal di trotoar menunggu pembeli,” ucapnya.

    Harga terompet yang dijual pun bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp25 ribu per buah. Keuntungan yang diperolehnya berkisar Rp5 ribu tiap terompet. 

    “Lumayan untuk menambah penghasilan. Biasanya pendapatan Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per hari dan dalam beberapa hari ini, rata-rata laku 10 sampai 20 buah terompet,” ucapnya.

    Namun, kata dia, mendekati malam pergantian tahun baru, biasanya mampu menjual lebih dari jumlah tersebut. "Kalau sudah menjelang pergantian tahun, biasanya pembeli ramai berdatangan dan omset bisa mencapai Rp20 juta,” ungkapnya.

    Terompet tahun baru dibuat dari bahan kertas karton, kertas mas (3d) dan bambu kecil untuk peluit. Selain berbentuk kerucut, juga dibuat aneka bentuk seperti naga dan Spongebob, Micky mouse, Marsha dan lainnya untuk menarik minat masyarakat.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Penjual Terompet di Tenggarong, Raup Untung Rp300 Ribu Per Hari

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    29 Desember 2023 pukul 19:06 WITA

    Penjual terompet di Kota Tenggarong. (Foto: M.anshori/seputarfakta.com).

    Tenggarong - Memasuki akhir akhir Desember 2023, penjual terompet di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai bermunculan.

    Mereka memanfaatkan momen tahunan untuk mendulang untung dari harga sebuah terompet dengan aneka bentuk yang masyarakat pakai untuk merayakan pergantian tahun baru 2023-2024.

    “Ini saya kembali menjual terompet keliling, bisa di teotoar pasar tangga arung dan tempt lainnya. Ada sekitar 20 jenis kembang api yang di jual, mulai kembang gasing, kretek, kupu-kupu," kata Muhammad Amir, penjual terompet asal Jawa, Jumat (29/12/2023).

    Amir mengaku aneka terompet yang dijual bukan buatan sendiri, melainkan milik pengrajin yang ada di Kota Samarinda. “Saya ambil dari teman pembuat terompet di Samarinda kemudian jual keliling kota, tapi lebih sering mangkal di trotoar menunggu pembeli,” ucapnya.

    Harga terompet yang dijual pun bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp25 ribu per buah. Keuntungan yang diperolehnya berkisar Rp5 ribu tiap terompet. 

    “Lumayan untuk menambah penghasilan. Biasanya pendapatan Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per hari dan dalam beberapa hari ini, rata-rata laku 10 sampai 20 buah terompet,” ucapnya.

    Namun, kata dia, mendekati malam pergantian tahun baru, biasanya mampu menjual lebih dari jumlah tersebut. "Kalau sudah menjelang pergantian tahun, biasanya pembeli ramai berdatangan dan omset bisa mencapai Rp20 juta,” ungkapnya.

    Terompet tahun baru dibuat dari bahan kertas karton, kertas mas (3d) dan bambu kecil untuk peluit. Selain berbentuk kerucut, juga dibuat aneka bentuk seperti naga dan Spongebob, Micky mouse, Marsha dan lainnya untuk menarik minat masyarakat.

    (Sf/By)