Penjelasan Bupati Berau Soal Simpan Rp1,6 Triliun Dana Pemda di Bank

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana  -

    Seputar Kaltim

    23 Oktober 2025 01:59 WIB

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Nama Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menjadi sorotan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi nasional setelah disebut oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebagai salah satu dari 10 kabupaten dengan simpanan dana pemerintah daerah (Pemda) terbesar di perbankan.
    Menanggapi sorotan tersebut, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, memberikan penjelasan rinci untuk meluruskan persepsi publik. Bupati menegaskan bahwa dana sebesar Rp 1,6 triliun yang terdeteksi di rekening pemda bukanlah 'dana nganggur' atau simpanan deposito.
    Dalam rapat yang turut dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (21/10/2025), Mendagri Tito Karnavian memang memaparkan data dari Bank Indonesia yang menunjukkan total dana pemda yang masih tersimpan di bank mencapai Rp 134 triliun. Dalam daftar 10 besar kabupaten, Berau berada di peringkat ke-10.
    Menjawab hal ini, Bupati Sri Juniarsih menjelaskan bahwa dana tersebut adalah anggaran yang 'diparkir' sementara untuk membayar kegiatan proyek-proyek fisik yang saat ini sedang berjalan.
    "Sebenarnya itu bukan simpanan dalam jangka waktu lama. Ini kan sedang berlangsung kegiatan-kegiatan proyek ya. Jadi itu kita simpan sementara karena tidak mungkin kita membayar di depan," jelas Bupati.
    Menurutnya, langkah menyimpan uang di bank adalah prosedur standar untuk mengamankan anggaran. Pembayaran kepada pihak ketiga atau kontraktor akan dilakukan secara bertahap sesuai progres pekerjaan di lapangan.
    "Jadi kita tidak deposit, kita hanya mengamankan uang supaya tidak bermasalah. Kan tidak mungkin kita pegang cash. Jadi kita simpan dulu di bank tertentu, ketika pekerjaan selesai, kita bayar," tambahnya.
    Sri Juniarsih juga menyebut bahwa Pemkab Berau bekerja sama dengan berbagai bank, termasuk Bank Pembangunan Daerah (BPD), untuk mendukung kelancaran transaksi dan pengelolaan anggaran tersebut.
    "Seluruh bank yang kita simpan dana itu memang untuk kita bayar kegiatan yang sedang berlangsung. Bukan untuk lama-lama, hanya untuk mengamankan anggaran saja," tandasnya.
    Sebagai informasi, berikut 10 kabupaten di Indonesia dengan dana simpanan di bank terbesar menurut data Kementerian Keuangan:

    1. Bojonegoro Rp 3,6 triliun
    2. Kutai Barat Rp 3,2 triliun
    3. Talaud Rp 2,6 triliun
    4. Mimika Rp 2,4 triliun
    5. Badung Rp 2,2 triliun
    6. Tanah Bumbu Rp 2,1 triliun
    7. Balangan Rp 1,86 triliun
    8. Tabalong Rp 1,82 triliun
    9. Kutai Timur Rp 1,7 triliun
    10. Berau Rp 1,6 triliun

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Penjelasan Bupati Berau Soal Simpan Rp1,6 Triliun Dana Pemda di Bank

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana  -

    Seputar Kaltim

    23 Oktober 2025 01:59 WIB

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Nama Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menjadi sorotan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi nasional setelah disebut oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebagai salah satu dari 10 kabupaten dengan simpanan dana pemerintah daerah (Pemda) terbesar di perbankan.
    Menanggapi sorotan tersebut, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, memberikan penjelasan rinci untuk meluruskan persepsi publik. Bupati menegaskan bahwa dana sebesar Rp 1,6 triliun yang terdeteksi di rekening pemda bukanlah 'dana nganggur' atau simpanan deposito.
    Dalam rapat yang turut dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (21/10/2025), Mendagri Tito Karnavian memang memaparkan data dari Bank Indonesia yang menunjukkan total dana pemda yang masih tersimpan di bank mencapai Rp 134 triliun. Dalam daftar 10 besar kabupaten, Berau berada di peringkat ke-10.
    Menjawab hal ini, Bupati Sri Juniarsih menjelaskan bahwa dana tersebut adalah anggaran yang 'diparkir' sementara untuk membayar kegiatan proyek-proyek fisik yang saat ini sedang berjalan.
    "Sebenarnya itu bukan simpanan dalam jangka waktu lama. Ini kan sedang berlangsung kegiatan-kegiatan proyek ya. Jadi itu kita simpan sementara karena tidak mungkin kita membayar di depan," jelas Bupati.
    Menurutnya, langkah menyimpan uang di bank adalah prosedur standar untuk mengamankan anggaran. Pembayaran kepada pihak ketiga atau kontraktor akan dilakukan secara bertahap sesuai progres pekerjaan di lapangan.
    "Jadi kita tidak deposit, kita hanya mengamankan uang supaya tidak bermasalah. Kan tidak mungkin kita pegang cash. Jadi kita simpan dulu di bank tertentu, ketika pekerjaan selesai, kita bayar," tambahnya.
    Sri Juniarsih juga menyebut bahwa Pemkab Berau bekerja sama dengan berbagai bank, termasuk Bank Pembangunan Daerah (BPD), untuk mendukung kelancaran transaksi dan pengelolaan anggaran tersebut.
    "Seluruh bank yang kita simpan dana itu memang untuk kita bayar kegiatan yang sedang berlangsung. Bukan untuk lama-lama, hanya untuk mengamankan anggaran saja," tandasnya.
    Sebagai informasi, berikut 10 kabupaten di Indonesia dengan dana simpanan di bank terbesar menurut data Kementerian Keuangan:

    1. Bojonegoro Rp 3,6 triliun
    2. Kutai Barat Rp 3,2 triliun
    3. Talaud Rp 2,6 triliun
    4. Mimika Rp 2,4 triliun
    5. Badung Rp 2,2 triliun
    6. Tanah Bumbu Rp 2,1 triliun
    7. Balangan Rp 1,86 triliun
    8. Tabalong Rp 1,82 triliun
    9. Kutai Timur Rp 1,7 triliun
    10. Berau Rp 1,6 triliun

    (Sf/Rs)