Cari disini...
Seputar Kaltim
Beredar beberapa postingan di Media Sosial warga mengungkap kasus penipuan online (Foto: Tangkapan Layar)
Tenggarong - Maraknya kasus penipuan online dengan modus meminta belas kasihan menjadi fenomena memprihatinkan yang kini ramai diperbincangkan di Facebook.
Para pelaku kerap memanfaatkan rasa iba calon korban untuk melancarkan aksinya, seperti berpura-pura menjadi korban pencurian atau mengaku membutuhkan biaya pengobatan.
Menurut pantauan seputarfakta.com, penipu membuat sejumlah akun palsu di Facebook untuk memperluas jangkauannya, seperti Mhmd Umrhsn Hasan, Mhd Umr Hsn, Muhammad Umr Umrr Hsn, Muhamad, Umrr Tkg Hasan, Adzkia Putri Ojekx, Sop Iyah Sofi, Puttrie fiyah soppi.
Kejadian ini ramai diperbincangkan oleh warga net, mereka yang hampir menjadi korban juga saling membagikan tangkapan layar, hasil dari aksi yang dilakukan pelaku.
"Banyak kejanggalan di postingan itu, foto yang digunakan untuk menipu warga net juga hampir semua sama," kata Warga Net, Apri.
Selain membagikan postingan berupa foto, diduga penipu juga menambahkan tulisan yang dibuat-buat seolah dirinya telah ditipu oleh oknum di dalam foto tersebut.
Menanggapi ini Kasi Humas Polres Kukar, IPTU Maryono mengimbau masyarakat soal pentingnya kewaspadaan terhadap modus penipuan yang kerap terjadi melalui media sosial.
Ia juga memberikan beberapa tips kepada warga untuk menghindari jebakan penipuan online, salah satunya dengan memastikan keabsahan akun.
Maryono mengingatkan agar warga tidak mudah percaya pada informasi yang tak bisa dipastikan kebenarannya di media sosial.
“Kita harus lebih bijak dalam menyikapi informasi yang diterima melalui media sosial. Selalu lakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum mempercayainya,” tegasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Beredar beberapa postingan di Media Sosial warga mengungkap kasus penipuan online (Foto: Tangkapan Layar)
Tenggarong - Maraknya kasus penipuan online dengan modus meminta belas kasihan menjadi fenomena memprihatinkan yang kini ramai diperbincangkan di Facebook.
Para pelaku kerap memanfaatkan rasa iba calon korban untuk melancarkan aksinya, seperti berpura-pura menjadi korban pencurian atau mengaku membutuhkan biaya pengobatan.
Menurut pantauan seputarfakta.com, penipu membuat sejumlah akun palsu di Facebook untuk memperluas jangkauannya, seperti Mhmd Umrhsn Hasan, Mhd Umr Hsn, Muhammad Umr Umrr Hsn, Muhamad, Umrr Tkg Hasan, Adzkia Putri Ojekx, Sop Iyah Sofi, Puttrie fiyah soppi.
Kejadian ini ramai diperbincangkan oleh warga net, mereka yang hampir menjadi korban juga saling membagikan tangkapan layar, hasil dari aksi yang dilakukan pelaku.
"Banyak kejanggalan di postingan itu, foto yang digunakan untuk menipu warga net juga hampir semua sama," kata Warga Net, Apri.
Selain membagikan postingan berupa foto, diduga penipu juga menambahkan tulisan yang dibuat-buat seolah dirinya telah ditipu oleh oknum di dalam foto tersebut.
Menanggapi ini Kasi Humas Polres Kukar, IPTU Maryono mengimbau masyarakat soal pentingnya kewaspadaan terhadap modus penipuan yang kerap terjadi melalui media sosial.
Ia juga memberikan beberapa tips kepada warga untuk menghindari jebakan penipuan online, salah satunya dengan memastikan keabsahan akun.
Maryono mengingatkan agar warga tidak mudah percaya pada informasi yang tak bisa dipastikan kebenarannya di media sosial.
“Kita harus lebih bijak dalam menyikapi informasi yang diterima melalui media sosial. Selalu lakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum mempercayainya,” tegasnya.
(Sf/Lo)