Seputar Kaltim

    Peningkatan PAD Jadi Sorotan DPRD dalam Pembahasan RPJMD Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Muhaimin saat sampaikan jawaban wali kota Balikpapan atas pemandangan umum fraksi DPRD Balikpapan terhadap Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2030. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan resmi menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Balikpapan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029.

    Jawaban tersebut dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Muhaimin, dalam rapat paripurna yang digelar, Jumat (1/8/2025).

    Dalam keterangannya, Muhaimin menyampaikan bahwa hampir seluruh fraksi DPRD memberikan perhatian terhadap sejumlah isu penting yang tertuang dalam RPJMD. Isu-isu tersebut mencakup peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur kota, sektor pendidikan, hingga penanggulangan banjir.

    "Yang paling banyak disorot oleh semua fraksi adalah upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," ujar Muhaimin ditemui usai rapat paripurna.

    Menurut Muhaimin, seluruh masukan dan sorotan dari fraksi telah dijawab secara rinci dalam dokumen RPJMD. Selanjutnya, pembahasan akan berlanjut pada tahapan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.

    "Dalam pembahasan APBD nanti, terutama pada tahapan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), DPRD melalui Badan Anggaran (Banggar) bisa mengevaluasi apakah target RPJMD selaras dan realistis dengan program kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setiap tahunnya," jelasnya.

    Dirinya berharap, seluruh target dalam RPJMD dapat direalisasikan dalam lima tahun ke depan. Ia menegaskan bahwa penyusunan dokumen ini telah melalui perhitungan dan analisa yang matang, sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

    "Mudah-mudahan bisa tercapai, karena perhitungan RPJMD ini sudah disesuaikan dengan kemampuan fiskal dan prioritas pembangunan yang ada," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Peningkatan PAD Jadi Sorotan DPRD dalam Pembahasan RPJMD Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Muhaimin saat sampaikan jawaban wali kota Balikpapan atas pemandangan umum fraksi DPRD Balikpapan terhadap Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2030. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan resmi menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Balikpapan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029.

    Jawaban tersebut dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Muhaimin, dalam rapat paripurna yang digelar, Jumat (1/8/2025).

    Dalam keterangannya, Muhaimin menyampaikan bahwa hampir seluruh fraksi DPRD memberikan perhatian terhadap sejumlah isu penting yang tertuang dalam RPJMD. Isu-isu tersebut mencakup peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur kota, sektor pendidikan, hingga penanggulangan banjir.

    "Yang paling banyak disorot oleh semua fraksi adalah upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," ujar Muhaimin ditemui usai rapat paripurna.

    Menurut Muhaimin, seluruh masukan dan sorotan dari fraksi telah dijawab secara rinci dalam dokumen RPJMD. Selanjutnya, pembahasan akan berlanjut pada tahapan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.

    "Dalam pembahasan APBD nanti, terutama pada tahapan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), DPRD melalui Badan Anggaran (Banggar) bisa mengevaluasi apakah target RPJMD selaras dan realistis dengan program kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setiap tahunnya," jelasnya.

    Dirinya berharap, seluruh target dalam RPJMD dapat direalisasikan dalam lima tahun ke depan. Ia menegaskan bahwa penyusunan dokumen ini telah melalui perhitungan dan analisa yang matang, sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

    "Mudah-mudahan bisa tercapai, karena perhitungan RPJMD ini sudah disesuaikan dengan kemampuan fiskal dan prioritas pembangunan yang ada," tutupnya.

    (Sf/Rs)