Cari disini...
Seputar Kaltim
Hampers permen yang ada di salah satu mini market Samarinda, Selasa (26/3/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dalam menyambut momentum Lebaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dan Perindustrian Kota Samarinda mengeluarkan surat edaran nomor 500.2/0789/100.14 tentang Pengendalian Inflasi dalam Peningkatan Ekonomi UMKM dalam Pengggunaan Produk Parsel Selama Bulan Ramadan dan Menjalang Lebaran.
Surat itu berisi imbauan kepada seluruh pelaku usaha untuk menggunakan produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal setidaknya sebanyak 50 persen dalam pembuatan hampers atau parsel.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Samarinda, Nurrahmani, menjelaskan bahwa surat edaran ini dikeluarkan mengingat kondisi ekonomi dan inflasi yang terjadi, terutama di Indonesia.
Perempuan yang akrab disapa Yama itu mengatakan, dalam rapat yang diadakan sebelumnya dibahas tentang pentingnya mendukung UMKM dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.
Oleh karena itu, sebagai bagian dari upaya untuk membuka peluang pasar bagi UMKM, pihaknya menginisiasi untuk bekerja sama dengan ritel-ritel lokal dalam momentum bulan ramadan dan hari raya idulfitri.
"Dengan adanya surat itu, kita harap para pelaku UMKM ini datanglah juga menuju ke ritel dan menawarkan produknya, agar produknya bisa ditambahkan ke dalam hampers itu. Atau sekalian memesan dengan UMKM, dari mereka ada juga yang membuat hampers kan," ungkap Yama saat diwawancara Seputarfakta.com, Selasa (26/3/2024).
Lebih lanjut, Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup ini juga menyampaikan bahwa observasi terhadap tren pembelian masyarakat dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan untuk membeli produk hampers hasil pabrik.
Namun, pihaknya memahami bahwa tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi oleh produk pabrik, sehingga penting bagi masyarakat untuk mempertimbangkan produk lokal dari UMKM.
“Oleh karena itu, dalam hampers yang disusun, setidaknya 50 persen isinya adalah produk dari UMKM lokal. Kita sudah menyebarkan surat edaran ini ke seluruh ritel yang ada di Samarinda,” tegasnya.
Dengan adanya imbauan ini Yama berharap dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam mendukung UMKM lokal, sehingga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Samarinda.
Ia juga mengajak para pelaku usaha dan ritel untuk bersinergi dalam mendukung produk-produk lokal, demi menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Kebijakan ini mendapat respons positif dari beberapa pihak, terutama dari kalangan pelaku usaha UMKM yang merasa diapresiasi dan didukung oleh pemerintah daerah. Mereka berharap kebijakan ini dapat menjadi dorongan bagi pengembangan usaha mereka serta meningkatkan daya saing produk-produk lokal di pasaran.
“Hal ini sejalan dengan visi pemerintah Kota Samarinda untuk menciptakan lingkungan usaha yang kondusif dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Hampers permen yang ada di salah satu mini market Samarinda, Selasa (26/3/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dalam menyambut momentum Lebaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dan Perindustrian Kota Samarinda mengeluarkan surat edaran nomor 500.2/0789/100.14 tentang Pengendalian Inflasi dalam Peningkatan Ekonomi UMKM dalam Pengggunaan Produk Parsel Selama Bulan Ramadan dan Menjalang Lebaran.
Surat itu berisi imbauan kepada seluruh pelaku usaha untuk menggunakan produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal setidaknya sebanyak 50 persen dalam pembuatan hampers atau parsel.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Samarinda, Nurrahmani, menjelaskan bahwa surat edaran ini dikeluarkan mengingat kondisi ekonomi dan inflasi yang terjadi, terutama di Indonesia.
Perempuan yang akrab disapa Yama itu mengatakan, dalam rapat yang diadakan sebelumnya dibahas tentang pentingnya mendukung UMKM dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.
Oleh karena itu, sebagai bagian dari upaya untuk membuka peluang pasar bagi UMKM, pihaknya menginisiasi untuk bekerja sama dengan ritel-ritel lokal dalam momentum bulan ramadan dan hari raya idulfitri.
"Dengan adanya surat itu, kita harap para pelaku UMKM ini datanglah juga menuju ke ritel dan menawarkan produknya, agar produknya bisa ditambahkan ke dalam hampers itu. Atau sekalian memesan dengan UMKM, dari mereka ada juga yang membuat hampers kan," ungkap Yama saat diwawancara Seputarfakta.com, Selasa (26/3/2024).
Lebih lanjut, Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup ini juga menyampaikan bahwa observasi terhadap tren pembelian masyarakat dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan untuk membeli produk hampers hasil pabrik.
Namun, pihaknya memahami bahwa tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi oleh produk pabrik, sehingga penting bagi masyarakat untuk mempertimbangkan produk lokal dari UMKM.
“Oleh karena itu, dalam hampers yang disusun, setidaknya 50 persen isinya adalah produk dari UMKM lokal. Kita sudah menyebarkan surat edaran ini ke seluruh ritel yang ada di Samarinda,” tegasnya.
Dengan adanya imbauan ini Yama berharap dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam mendukung UMKM lokal, sehingga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Samarinda.
Ia juga mengajak para pelaku usaha dan ritel untuk bersinergi dalam mendukung produk-produk lokal, demi menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Kebijakan ini mendapat respons positif dari beberapa pihak, terutama dari kalangan pelaku usaha UMKM yang merasa diapresiasi dan didukung oleh pemerintah daerah. Mereka berharap kebijakan ini dapat menjadi dorongan bagi pengembangan usaha mereka serta meningkatkan daya saing produk-produk lokal di pasaran.
“Hal ini sejalan dengan visi pemerintah Kota Samarinda untuk menciptakan lingkungan usaha yang kondusif dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.
(Sf/Rs)