Seputar Kaltim

    Pengurus BAVETI Kutim Dilantik, Pembinaan Atlet Tenis Dinilai Masih Tumpang Tindih

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    17 Januari 2026 pukul 13:35 WITA

    Suasana pelantikan pengurus Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (BAVETI) Kabupaten Kutai Timur periode 2024–2029 yang digelar di Hotel Royal Victoria Sangatta. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (BAVETI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi dilantik, Sabtu (17/1/2026). Pelantikan pengurus periode 2024–2029 ini digelar di Hotel Royal Victoria Sangatta.


    Ketua BAVETI Kutim, Dahlan Langgunus, menyampaikan masih adanya tumpang tindih dalam pengelolaan tenis di Kutim dan perlunya kejelasan pembagian peran pembinaan antara atlet usia muda dan atlet veteran.


    Ia menjelaskan, pembinaan atlet tenis usia 10 hingga 30 tahun fokus pada prestasi, sementara BAVETI menaungi atlet veteran berusia 35 tahun ke atas. 


    “Sering terjadi overlapping. Ini kemungkinan karena komunikasi yang belum berjalan optimal, dan kami memakluminya. Harapan kami ke depan koordinasi dan pemilahan peran bisa lebih baik,” ujar Dahlan.


    Selain itu, Dahlan meminta perhatian Bupati Kutim dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terkait ketersediaan sekretariat dan akses fasilitas latihan untuk atlet veteran.


    “Selama ini kami masih mengalami keterbatasan akses lapangan. Kami berharap ke depan bisa berbagi sekretariat dan pengelolaan lapangan agar pembinaan atlet veteran juga berjalan,” jelasnya.


    Ia berharap BAVETI dapat bergabung di kawasan Bukit Pelangi dan bersama-sama memanfaatkan fasilitas olahraga yang ada.


    Menanggapi hal tersebut, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai fasilitas olahraga yang terpusat di kawasan Bukit Pelangi.


    "Kita sudah memiliki fasilitas olahraga, mulai dari Stadion Kudungga hingga sejumlah sarana lain di kawasan Bukit Pelangi, seperti lapangan basket dan panjat tebing. Fasilitas ini melekat dengan program-program pembinaan prestasi olahraga di bawah KONI,” ujar Ardiansyah.


    Ia menambahkan, tidak perlu membangun sarana baru. Menurutnya, pemanfaatan fasilitas yang sudah ada jauh lebih efektif dengan pengelolaan bersama.


    “Kalau soal fasilitas, menyatu saja dengan yang sudah ada. Yang penting koordinasi berjalan,” tambahnya.


    Ia berharap koordinasi antarorganisasi dapat segera dilakukan, mengingat sejak 2022 Pemkab Kutim rutin menggelar event tenis yang dikemas dalam ajang Piala Bupati, mulai dari kategori junior, prestasi, hingga senior.


    “Dengan pelantikan ini, saya berharap tidak ada dikotomi antara BAVETI dan PELTI. Ini sama-sama olahraga tenis. Silakan lakukan koordinasi dan komunikasi dengan baik,” pungkas Ardiansyah.


    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pengurus BAVETI Kutim Dilantik, Pembinaan Atlet Tenis Dinilai Masih Tumpang Tindih

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    17 Januari 2026 pukul 13:35 WITA

    Suasana pelantikan pengurus Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (BAVETI) Kabupaten Kutai Timur periode 2024–2029 yang digelar di Hotel Royal Victoria Sangatta. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (BAVETI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi dilantik, Sabtu (17/1/2026). Pelantikan pengurus periode 2024–2029 ini digelar di Hotel Royal Victoria Sangatta.


    Ketua BAVETI Kutim, Dahlan Langgunus, menyampaikan masih adanya tumpang tindih dalam pengelolaan tenis di Kutim dan perlunya kejelasan pembagian peran pembinaan antara atlet usia muda dan atlet veteran.


    Ia menjelaskan, pembinaan atlet tenis usia 10 hingga 30 tahun fokus pada prestasi, sementara BAVETI menaungi atlet veteran berusia 35 tahun ke atas. 


    “Sering terjadi overlapping. Ini kemungkinan karena komunikasi yang belum berjalan optimal, dan kami memakluminya. Harapan kami ke depan koordinasi dan pemilahan peran bisa lebih baik,” ujar Dahlan.


    Selain itu, Dahlan meminta perhatian Bupati Kutim dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terkait ketersediaan sekretariat dan akses fasilitas latihan untuk atlet veteran.


    “Selama ini kami masih mengalami keterbatasan akses lapangan. Kami berharap ke depan bisa berbagi sekretariat dan pengelolaan lapangan agar pembinaan atlet veteran juga berjalan,” jelasnya.


    Ia berharap BAVETI dapat bergabung di kawasan Bukit Pelangi dan bersama-sama memanfaatkan fasilitas olahraga yang ada.


    Menanggapi hal tersebut, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai fasilitas olahraga yang terpusat di kawasan Bukit Pelangi.


    "Kita sudah memiliki fasilitas olahraga, mulai dari Stadion Kudungga hingga sejumlah sarana lain di kawasan Bukit Pelangi, seperti lapangan basket dan panjat tebing. Fasilitas ini melekat dengan program-program pembinaan prestasi olahraga di bawah KONI,” ujar Ardiansyah.


    Ia menambahkan, tidak perlu membangun sarana baru. Menurutnya, pemanfaatan fasilitas yang sudah ada jauh lebih efektif dengan pengelolaan bersama.


    “Kalau soal fasilitas, menyatu saja dengan yang sudah ada. Yang penting koordinasi berjalan,” tambahnya.


    Ia berharap koordinasi antarorganisasi dapat segera dilakukan, mengingat sejak 2022 Pemkab Kutim rutin menggelar event tenis yang dikemas dalam ajang Piala Bupati, mulai dari kategori junior, prestasi, hingga senior.


    “Dengan pelantikan ini, saya berharap tidak ada dikotomi antara BAVETI dan PELTI. Ini sama-sama olahraga tenis. Silakan lakukan koordinasi dan komunikasi dengan baik,” pungkas Ardiansyah.


    (Sf/Rs)