Cari disini...
Seputar Kaltim
Parkiran di K-Fest Loa Kulu, Kutai Kartanegara. (Foto:M.anshori/seputarfakta.com)
Tenggarong - Sejumlah pengunjung yang menyaksikan acara K-Fest di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Loa Kulu pada Selasa (19/12/2023) malam mengeluhkan nilai retribusi parkir sepeda motor mencapai Rp10 ribu.
Salah satu pengunjung asal Tenggarong, Nia menilai pembayaran retribusi parkir dengan nilai Rp10 ribu tersebut tidak wajar karena terlalu mahal, tidak sesuai dengan retribusi pada umumnya yang hanya Rp1.000 sampai Rp1.500.
"Dalam pengelolaan parkir pada acara K-Fest tidak menggunakan karcis dan ditarik Rp10 ribu saat pertama masuk ke lahan parkiran. Padahal K-Fest gratis, tapi bayar parkirnya mahal," kata Nia, Selasa malam.
Hal senada disampaikan Juan Alfaris, warga Tenggarong. Bahkan harus membayar parkir Rp15 ribu.
Padahal, ia memarkirkan kendaraan tersebut di rumah keluarganya, tapi yang mengelola parkir diduga bukan dari juru parkir binaan Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar.
"Seharusnya setiap ada event ada juru parkir resmi binaan Dishub dan pengawasan dari Dishub Kukar, kalau seperti ini terlalu tinggi tarif parkirnya," ujar Juan Alfaris
Ia menilai ini sangat membebankan pengunjung yang ingin melihat hiburan rakyat yang disuguhkan oleh pemerintah daerah.
"Ini sangat membebankan masyarakat, seharusnya acara pemerintah yang disuguhkan secara gratis ini harus benar benar dipersiapkan," ungkapnya.
Sementara dari pantauan media ini, terdapat pegawai Dishub yang diduga sengaja membiarkan penarikan retribusi parkir sepeda motor mencapai Rp10 ribu.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Parkiran di K-Fest Loa Kulu, Kutai Kartanegara. (Foto:M.anshori/seputarfakta.com)
Tenggarong - Sejumlah pengunjung yang menyaksikan acara K-Fest di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Loa Kulu pada Selasa (19/12/2023) malam mengeluhkan nilai retribusi parkir sepeda motor mencapai Rp10 ribu.
Salah satu pengunjung asal Tenggarong, Nia menilai pembayaran retribusi parkir dengan nilai Rp10 ribu tersebut tidak wajar karena terlalu mahal, tidak sesuai dengan retribusi pada umumnya yang hanya Rp1.000 sampai Rp1.500.
"Dalam pengelolaan parkir pada acara K-Fest tidak menggunakan karcis dan ditarik Rp10 ribu saat pertama masuk ke lahan parkiran. Padahal K-Fest gratis, tapi bayar parkirnya mahal," kata Nia, Selasa malam.
Hal senada disampaikan Juan Alfaris, warga Tenggarong. Bahkan harus membayar parkir Rp15 ribu.
Padahal, ia memarkirkan kendaraan tersebut di rumah keluarganya, tapi yang mengelola parkir diduga bukan dari juru parkir binaan Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar.
"Seharusnya setiap ada event ada juru parkir resmi binaan Dishub dan pengawasan dari Dishub Kukar, kalau seperti ini terlalu tinggi tarif parkirnya," ujar Juan Alfaris
Ia menilai ini sangat membebankan pengunjung yang ingin melihat hiburan rakyat yang disuguhkan oleh pemerintah daerah.
"Ini sangat membebankan masyarakat, seharusnya acara pemerintah yang disuguhkan secara gratis ini harus benar benar dipersiapkan," ungkapnya.
Sementara dari pantauan media ini, terdapat pegawai Dishub yang diduga sengaja membiarkan penarikan retribusi parkir sepeda motor mencapai Rp10 ribu.
(Sf/By)