Cari disini...
Seputar Kaltim
Gedung Plaza 21 yang difungsikan sebagai lokasi parkir di kawasan Citra Niaga dan sekitarnya, Jalan Niaga Utara, Samarinda Kota. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di kawasan Citra Niaga, untuk memanfaatkan fasilitas parkir di Gedung Plaza 21.
Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan (LLJ) Dishub Samarinda, Didi Zulyani, menjelaskan bahwa fasilitas parkir di Gedung Plaza 21 telah tersedia sejak 2023, namun baru belakangan ini pemanfaatannya mulai terlihat lebih jelas.
Parkir di gedung ini dinilai lebih aman, nyaman, dan dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan yang kerap memadati tepi jalan umum.
“Yang parkir di sana kebanyakan pegawai perusahaan terdekat dan pelaku usaha yang ingin kendaraannya aman, tidak kehujanan atau kepanasan,” jelas Didi.
Tarif parkir yang dikenakan cukup terjangkau, yakni Rp5 ribu untuk mobil dan Rp2 ribu untuk motor.
Pembayaran juga bisa dilakukan secara non-tunai. Gedung ini dibuka untuk parkir mulai pukul 06.30 hingga 22.00 Wita.
Bagi kendaraan yang menginap, dikenakan tarif Rp25 ribu untuk mobil dan Rp15 ribu untuk motor. Dishub juga menyediakan opsi parkir berlangganan untuk kawasan tersebut.
“Kapasitasnya memang terbatas, hanya bisa menampung sekitar 25 mobil dan 20 motor. Tapi ini alternatif yang kita buka terus, terutama bagi masyarakat yang kesulitan mencari lahan parkir di sekitar Citra Niaga,” tambahnya.
Dishub juga telah meminta bantuan juru parkir (jukir) di kawasan tersebut untuk turut mengarahkan pengendara agar memanfaatkan parkir Gedung Plaza 21.
Hal ini menurutnya sekaligus menjadi upaya mengurangi penggunaan bahu jalan sebagai tempat parkir yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.
“Tadinya hanya buka sampai sore, tapi sejak ramadan lalu kami lihat peluangnya, akhirnya diperpanjang sampai malam. Sayangnya sekarang mulai sepi lagi,” ungkapnya.
Sebelumnya, gedung tersebut sempat direncanakan untuk dibongkar dan dibangun ulang sebagai gedung parkir yang lebih representatif.
Namun sebelum rencana tersebut direalisasikan, Dishub memaksimalkan fungsi gedung yang ada saat ini sebagai solusi sementara.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Gedung Plaza 21 yang difungsikan sebagai lokasi parkir di kawasan Citra Niaga dan sekitarnya, Jalan Niaga Utara, Samarinda Kota. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di kawasan Citra Niaga, untuk memanfaatkan fasilitas parkir di Gedung Plaza 21.
Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan (LLJ) Dishub Samarinda, Didi Zulyani, menjelaskan bahwa fasilitas parkir di Gedung Plaza 21 telah tersedia sejak 2023, namun baru belakangan ini pemanfaatannya mulai terlihat lebih jelas.
Parkir di gedung ini dinilai lebih aman, nyaman, dan dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan yang kerap memadati tepi jalan umum.
“Yang parkir di sana kebanyakan pegawai perusahaan terdekat dan pelaku usaha yang ingin kendaraannya aman, tidak kehujanan atau kepanasan,” jelas Didi.
Tarif parkir yang dikenakan cukup terjangkau, yakni Rp5 ribu untuk mobil dan Rp2 ribu untuk motor.
Pembayaran juga bisa dilakukan secara non-tunai. Gedung ini dibuka untuk parkir mulai pukul 06.30 hingga 22.00 Wita.
Bagi kendaraan yang menginap, dikenakan tarif Rp25 ribu untuk mobil dan Rp15 ribu untuk motor. Dishub juga menyediakan opsi parkir berlangganan untuk kawasan tersebut.
“Kapasitasnya memang terbatas, hanya bisa menampung sekitar 25 mobil dan 20 motor. Tapi ini alternatif yang kita buka terus, terutama bagi masyarakat yang kesulitan mencari lahan parkir di sekitar Citra Niaga,” tambahnya.
Dishub juga telah meminta bantuan juru parkir (jukir) di kawasan tersebut untuk turut mengarahkan pengendara agar memanfaatkan parkir Gedung Plaza 21.
Hal ini menurutnya sekaligus menjadi upaya mengurangi penggunaan bahu jalan sebagai tempat parkir yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.
“Tadinya hanya buka sampai sore, tapi sejak ramadan lalu kami lihat peluangnya, akhirnya diperpanjang sampai malam. Sayangnya sekarang mulai sepi lagi,” ungkapnya.
Sebelumnya, gedung tersebut sempat direncanakan untuk dibongkar dan dibangun ulang sebagai gedung parkir yang lebih representatif.
Namun sebelum rencana tersebut direalisasikan, Dishub memaksimalkan fungsi gedung yang ada saat ini sebagai solusi sementara.
(Sf/Rs)