Seputar Kaltim

    Pengumpulan Zakat di Balikpapan Turun, Diduga karena Berita Kerjasama dengan McDonalds

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    17 April 2024 pukul 18:48 WITA

    Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Balikpapan Abdul Rasyid Bustomi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pengumpulan zakat, Infaq dan shadaqah pada Ramadan 1445 H mengalami penurunan di tahun 2024. Hal ini disampaikan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Balikpapan Abdul Rasyid Bustomi, Rabu (17/4/2024).

    Berdasarkan rekap, realisasi pengumpulan zakat pada Ramadan 1445 H ini mencapai  Rp613 juta. Dan jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding tahun 2023, yang terkumpul mencapai Rp800 juta.

    "Pada dasarnya kami melihat berkurangnya pengumpulan zakat ini disebabkan kabar bahwa Baznas RI bekerjasama dengan McDonalds," ucap Rasyid.

    Untuk kebenarannya, dikatakan, bahwa pemberitaan tersebut telah tesebar di sosial media dan dimanfaatkan oleh oknum yang menyeru agar tidak membayarkan zakat di Baznas.

    Meski demikian mengenai pemberitaan tersebut sudah diklarifikasi oleh Baznas dan saat ini sudah berangsur membaik.

    "Yah itu juga berefek di Balikpapan, karena membangun kepercayaan ini memang berat. Kalau tahun lalu target kami Rp800 juta dan tahun ini kalau di rekap total mungkin sekitar Rp700 juta untuk pengumpulan zakat," jelasnya.

    Sebagai upaya untuk memaksimalkan itu, pihaknya akan menjangkau guru-guru SD yang ada di Kota Balikpapan agar berzakat di Baznas. Hal tersebut seperti tetuang dalam UU Nomor 23 Tahun 2011 yaitu kewajiban membayar zakat di Baznas bagi para ASN. 

    Selain itu, dirinya juga memastikan dalam penyaluran zakat itu menyasar kepada kaum Mustahik yang termasuk dalam 8 asbab penerima zakat, yaitu Fakir, Miskin, Amil, Mualaf, Riqab, Gharimin, Fi Sabilillah, dan Ibnu Sabil.

    "Artinya kami salurkan ke yang berhak menerima zakat. Kami juga ada program pemberdayaan bagi masyarakat yang berusaha kami berikan fasilitas seperti motor sayur, yang sebelumnya dibantu tambahan modal usaha. Kemudian ada juga bantuan tempat tinggal layak huni. Itu kami cari rumah warga yang rusak dan ada suratnya resmi, itu kami membantu melakukan renovasi," tuturnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pengumpulan Zakat di Balikpapan Turun, Diduga karena Berita Kerjasama dengan McDonalds

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    17 April 2024 pukul 18:48 WITA

    Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Balikpapan Abdul Rasyid Bustomi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pengumpulan zakat, Infaq dan shadaqah pada Ramadan 1445 H mengalami penurunan di tahun 2024. Hal ini disampaikan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Balikpapan Abdul Rasyid Bustomi, Rabu (17/4/2024).

    Berdasarkan rekap, realisasi pengumpulan zakat pada Ramadan 1445 H ini mencapai  Rp613 juta. Dan jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding tahun 2023, yang terkumpul mencapai Rp800 juta.

    "Pada dasarnya kami melihat berkurangnya pengumpulan zakat ini disebabkan kabar bahwa Baznas RI bekerjasama dengan McDonalds," ucap Rasyid.

    Untuk kebenarannya, dikatakan, bahwa pemberitaan tersebut telah tesebar di sosial media dan dimanfaatkan oleh oknum yang menyeru agar tidak membayarkan zakat di Baznas.

    Meski demikian mengenai pemberitaan tersebut sudah diklarifikasi oleh Baznas dan saat ini sudah berangsur membaik.

    "Yah itu juga berefek di Balikpapan, karena membangun kepercayaan ini memang berat. Kalau tahun lalu target kami Rp800 juta dan tahun ini kalau di rekap total mungkin sekitar Rp700 juta untuk pengumpulan zakat," jelasnya.

    Sebagai upaya untuk memaksimalkan itu, pihaknya akan menjangkau guru-guru SD yang ada di Kota Balikpapan agar berzakat di Baznas. Hal tersebut seperti tetuang dalam UU Nomor 23 Tahun 2011 yaitu kewajiban membayar zakat di Baznas bagi para ASN. 

    Selain itu, dirinya juga memastikan dalam penyaluran zakat itu menyasar kepada kaum Mustahik yang termasuk dalam 8 asbab penerima zakat, yaitu Fakir, Miskin, Amil, Mualaf, Riqab, Gharimin, Fi Sabilillah, dan Ibnu Sabil.

    "Artinya kami salurkan ke yang berhak menerima zakat. Kami juga ada program pemberdayaan bagi masyarakat yang berusaha kami berikan fasilitas seperti motor sayur, yang sebelumnya dibantu tambahan modal usaha. Kemudian ada juga bantuan tempat tinggal layak huni. Itu kami cari rumah warga yang rusak dan ada suratnya resmi, itu kami membantu melakukan renovasi," tuturnya. 

    (Sf/Rs)