Seputar Kaltim

    Pengoperasian Jembatan Timbang di Kuaro Dinilai Belum Maksimal

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    22 Oktober 2024 pukul 16:11 WITA

    Jembatan timbang di Kecamatan Kuaro (dok. Dishub Paser)

    Tanah Grogot - Jembatan timbang di Desa Rangan, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser baru saja beroperasi tahun ini, meski telah rampung sejak Desember 2023 lalu.

    Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Paser, Muhammad Idris mengatakan jembatan yang dibangun dan dikelola pemerintah pusat itu sudah beberapa kali dilakukan uji coba sebelum dioperasikan.

    Hanya semenjak beroperasi, ia menilai tidak dikelola secara maksimal, sebab tak ada jadwal dan kurangnya koordinasi dengan pemerintah daerah.

    “Seharusnya bila ada masalah internal maupun eksternal bisa dikoordinasikan, supaya kami juga bisa memberikan solusi,” kata Idris, Selasa (22/10/2024).

    Sebagai pihak yang bertugas di daerah, kata dia, juga perlu mengetahui jadwal guna mengantisipasi potensi kendala yang dialami. "Sebab berada di wilayah kita, jadi harus ada kordinasi,” tuturnya.

    Kabupaten Paser dengan daerah mayoritas dari usaha sektor perkebunan sawit dan pertambangan batu bara, begitu banyak kendaraan muatan yang melintas dan dampaknya bisa saja menimbulkan antrean di jembatan timbang yang perlu pengawasan masif.

    Mengenai bobot maksimal muatan di jembatan timbang, yakni roda 10 maksimal berat 20 ton, roda enam maksimal 8 ton dan roda empat maksimal 1,5 ton.

    Jika ditemukan yang melebihi maksimal beban muatan, maka kendaraan tersebut diharuskan mengurangi beban dengan cara memindahkan sebagian muatan ke kendaraan lain

    "Jika ditumpuk di jembatan timbang, khawatirkan dapat menggangu aktivitas kegiatan lain,” tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Pengoperasian Jembatan Timbang di Kuaro Dinilai Belum Maksimal

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    22 Oktober 2024 pukul 16:11 WITA

    Jembatan timbang di Kecamatan Kuaro (dok. Dishub Paser)

    Tanah Grogot - Jembatan timbang di Desa Rangan, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser baru saja beroperasi tahun ini, meski telah rampung sejak Desember 2023 lalu.

    Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Paser, Muhammad Idris mengatakan jembatan yang dibangun dan dikelola pemerintah pusat itu sudah beberapa kali dilakukan uji coba sebelum dioperasikan.

    Hanya semenjak beroperasi, ia menilai tidak dikelola secara maksimal, sebab tak ada jadwal dan kurangnya koordinasi dengan pemerintah daerah.

    “Seharusnya bila ada masalah internal maupun eksternal bisa dikoordinasikan, supaya kami juga bisa memberikan solusi,” kata Idris, Selasa (22/10/2024).

    Sebagai pihak yang bertugas di daerah, kata dia, juga perlu mengetahui jadwal guna mengantisipasi potensi kendala yang dialami. "Sebab berada di wilayah kita, jadi harus ada kordinasi,” tuturnya.

    Kabupaten Paser dengan daerah mayoritas dari usaha sektor perkebunan sawit dan pertambangan batu bara, begitu banyak kendaraan muatan yang melintas dan dampaknya bisa saja menimbulkan antrean di jembatan timbang yang perlu pengawasan masif.

    Mengenai bobot maksimal muatan di jembatan timbang, yakni roda 10 maksimal berat 20 ton, roda enam maksimal 8 ton dan roda empat maksimal 1,5 ton.

    Jika ditemukan yang melebihi maksimal beban muatan, maka kendaraan tersebut diharuskan mengurangi beban dengan cara memindahkan sebagian muatan ke kendaraan lain

    "Jika ditumpuk di jembatan timbang, khawatirkan dapat menggangu aktivitas kegiatan lain,” tandasnya.

    (Sf/By)