Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim
Puluhan perahu cepat di Pelabuhan Penajam yang siap mengangkut para pemudik.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Perhubungan (Dishub) Penajam Paser Utara (PPU) memprediksi pengguna jasa kapal klotok dan perahu cepat (speedboat) di Pelabuhan Penajam, Kecamatan Penajam mengalami lonjakan dengan estimasi mencapai 6.000 penumpang menjelang Idulfitri 1446 H/2025.
“Tahun ini pemudik yang menggunakan jasa speedboat naik 700, jadi kalau diprediksi jumlah penumpang pada 2025 ini naik, yakni diperkirakan ada mencapai 6.000 penumpang. Apabila dibandingkan dengan jumlah penumpang tahun lalu sedikit lebih banyak yang tahun ini,” ucap Sekretaris Dishub PPU, Andy Sunra Satriadi Sumaryo, Sabtu (29/3/2025).
Ia mengatakan lonjakan arus lalu lintas saat mudik dan balik Idulfitri diperkirakan terjadi pada dua hari sebelum dan dua hari sesudah Idulfitri. “Berdasarkan hasil pemantauan saya, biasanya puncak arus mudik dan balik itu terjadi saat H-2 dan H+2 lebaran,” ungkap Andy.
Pelabuhan kapal klotok dan perahu cepat Penajam kerap dipadati para penumpang dari berbagai daerah karena merupakan salah satu akses alternatif bagi pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua yang hendak menuju Balikpapan.
“Transporstasi laut sudah menjadi jalur andalan yang ditempuh oleh pemudik, terutama yang menggunakan roda dua karena Jembatan Pulau Balang Ibu Kota Nusantara (IKN) hanya bisa dilintasi kendaraan golongan I, seperti sedan, jeep dan minibus,” jelasnya.
Sebelum mendekati puncaknya arus mudik, Dishub PPU telah melakukan pemeriksaan kelayakan 60 kapal klotok dan 58 speedboat untuk memastikan pengoperasiannya berjalan aman dan lancar.
“Sebelum dioperasikan untuk umum, kita lakukan remp check (uji kelayakan) terlebih dahulu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga upaya pencegahan ini dapat mengurangi risiko terjadinya kecelakaan di jalur laut,” beber Andy.
Andy berharap para pemudik saat menggunakan jasa kapal klotok dan perahu cepat dapat mematuhi peraturan yang berlaku, salah satunya adalah mengenakan jaket pelampung untuk meningkatkan keselamatan bersama.
(Sf/By)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim

Puluhan perahu cepat di Pelabuhan Penajam yang siap mengangkut para pemudik.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Perhubungan (Dishub) Penajam Paser Utara (PPU) memprediksi pengguna jasa kapal klotok dan perahu cepat (speedboat) di Pelabuhan Penajam, Kecamatan Penajam mengalami lonjakan dengan estimasi mencapai 6.000 penumpang menjelang Idulfitri 1446 H/2025.
“Tahun ini pemudik yang menggunakan jasa speedboat naik 700, jadi kalau diprediksi jumlah penumpang pada 2025 ini naik, yakni diperkirakan ada mencapai 6.000 penumpang. Apabila dibandingkan dengan jumlah penumpang tahun lalu sedikit lebih banyak yang tahun ini,” ucap Sekretaris Dishub PPU, Andy Sunra Satriadi Sumaryo, Sabtu (29/3/2025).
Ia mengatakan lonjakan arus lalu lintas saat mudik dan balik Idulfitri diperkirakan terjadi pada dua hari sebelum dan dua hari sesudah Idulfitri. “Berdasarkan hasil pemantauan saya, biasanya puncak arus mudik dan balik itu terjadi saat H-2 dan H+2 lebaran,” ungkap Andy.
Pelabuhan kapal klotok dan perahu cepat Penajam kerap dipadati para penumpang dari berbagai daerah karena merupakan salah satu akses alternatif bagi pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua yang hendak menuju Balikpapan.
“Transporstasi laut sudah menjadi jalur andalan yang ditempuh oleh pemudik, terutama yang menggunakan roda dua karena Jembatan Pulau Balang Ibu Kota Nusantara (IKN) hanya bisa dilintasi kendaraan golongan I, seperti sedan, jeep dan minibus,” jelasnya.
Sebelum mendekati puncaknya arus mudik, Dishub PPU telah melakukan pemeriksaan kelayakan 60 kapal klotok dan 58 speedboat untuk memastikan pengoperasiannya berjalan aman dan lancar.
“Sebelum dioperasikan untuk umum, kita lakukan remp check (uji kelayakan) terlebih dahulu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga upaya pencegahan ini dapat mengurangi risiko terjadinya kecelakaan di jalur laut,” beber Andy.
Andy berharap para pemudik saat menggunakan jasa kapal klotok dan perahu cepat dapat mematuhi peraturan yang berlaku, salah satunya adalah mengenakan jaket pelampung untuk meningkatkan keselamatan bersama.
(Sf/By)