Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Bem Fakultas Fisip, Rossa Tri Rahmawati Bahri. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dana donasi untuk korban bencana di Muara Bengkal, Kutai Timur (Kutim) raib setelah disimpan di Sekretariat BEM Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Mulawarman (Unmul).
Total dana yang hilang mencapai sekitar Rp12 juta, yang melibatkan oknum pengurus BEM KM Unmul Samarinda turut membuat geram internal kampus.
Ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul, Rossa Tri Rahmawati Bahri, mengaku kecewa berat. Sebab oknum yang diduga terlibat merupakan bagian dari lingkungan organisasi mahasiswa itu sendiri.
"Ya hari ini kami kecewa besar, merasa dikhianati. Karena oknum mahasiswanya pun bagian dari lingkungan organisasi kita di kampus," kata Rossa saat ditemui, Kamis (24/9/2026)
Menurutnya, kejadian ini semakin memperburuk citra gerakan mahasiswa di mata masyarakat.
"Teman-teman FISIP juga sama merasa kecewa. Karena kemarin ketidakpercayaan masyarakat terhadap gerakan mahasiswa kan cukup tinggi, ditambah lagi dengan kejadian ini. Saya pikir akan membuat ketidakpercayaan masyarakat lebih besar yang mempengaruhi gerakan mahasiswa ke depan," ujarnya.
Untuk tindak lanjut, Rossa menyebut pihaknya mendorong agar Kongres Luar Biasa (KLB) BEM KM Unmul segera digelar sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada seluruh keluarga besar mahasiswa Unmul.
"Terkait tindak lanjut, kami menurut kongres luar biasa segera dilaksanakan. Karena itu juga bagian dari kekecewaan terbesar, kemudian sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap keluarga mahasiswa Unmul. Jadi hasil dari forum yang ramai kemarin, kita tinggal menunggu kelanjutan KLB dalam kurun waktu tujuh hari ke depan," jelasnya.
Secara khusus, BEM FISIP juga meminta oknum terduga pelaku untuk menyampaikan permintaan maaf langsung kepada warga Muara Bengkal.
"Terkhusus untuk oknum, kami minta permohonan maaf khususnya pada warga Muara Bengkal yang kemarin kami laksanakan galang dana untuk membantu mereka, tapi justru hari ini dari mereka oknum mahasiswa sendiri lah yang mengkhianati warga Muara Bengkal. Jadi salah satu tuntutannya adalah meminta untuk mereka datang langsung ke Muara Bengkal dan meminta maaf," tegasnya.
Rossa berharap pihak kampus tidak tinggal diam dan memberikan sanksi tegas.
"Harapan untuk pihak kampus, kami berharap bisa ditindak, kalau bisa di Drop Out," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Bem Fakultas Fisip, Rossa Tri Rahmawati Bahri. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dana donasi untuk korban bencana di Muara Bengkal, Kutai Timur (Kutim) raib setelah disimpan di Sekretariat BEM Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Mulawarman (Unmul).
Total dana yang hilang mencapai sekitar Rp12 juta, yang melibatkan oknum pengurus BEM KM Unmul Samarinda turut membuat geram internal kampus.
Ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul, Rossa Tri Rahmawati Bahri, mengaku kecewa berat. Sebab oknum yang diduga terlibat merupakan bagian dari lingkungan organisasi mahasiswa itu sendiri.
"Ya hari ini kami kecewa besar, merasa dikhianati. Karena oknum mahasiswanya pun bagian dari lingkungan organisasi kita di kampus," kata Rossa saat ditemui, Kamis (24/9/2026)
Menurutnya, kejadian ini semakin memperburuk citra gerakan mahasiswa di mata masyarakat.
"Teman-teman FISIP juga sama merasa kecewa. Karena kemarin ketidakpercayaan masyarakat terhadap gerakan mahasiswa kan cukup tinggi, ditambah lagi dengan kejadian ini. Saya pikir akan membuat ketidakpercayaan masyarakat lebih besar yang mempengaruhi gerakan mahasiswa ke depan," ujarnya.
Untuk tindak lanjut, Rossa menyebut pihaknya mendorong agar Kongres Luar Biasa (KLB) BEM KM Unmul segera digelar sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada seluruh keluarga besar mahasiswa Unmul.
"Terkait tindak lanjut, kami menurut kongres luar biasa segera dilaksanakan. Karena itu juga bagian dari kekecewaan terbesar, kemudian sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap keluarga mahasiswa Unmul. Jadi hasil dari forum yang ramai kemarin, kita tinggal menunggu kelanjutan KLB dalam kurun waktu tujuh hari ke depan," jelasnya.
Secara khusus, BEM FISIP juga meminta oknum terduga pelaku untuk menyampaikan permintaan maaf langsung kepada warga Muara Bengkal.
"Terkhusus untuk oknum, kami minta permohonan maaf khususnya pada warga Muara Bengkal yang kemarin kami laksanakan galang dana untuk membantu mereka, tapi justru hari ini dari mereka oknum mahasiswa sendiri lah yang mengkhianati warga Muara Bengkal. Jadi salah satu tuntutannya adalah meminta untuk mereka datang langsung ke Muara Bengkal dan meminta maaf," tegasnya.
Rossa berharap pihak kampus tidak tinggal diam dan memberikan sanksi tegas.
"Harapan untuk pihak kampus, kami berharap bisa ditindak, kalau bisa di Drop Out," pungkasnya.
(Sf/Lo)