Seputar Kaltim

    Pengerukan DAS Ampal Hulu Capai 14 Persen, Diperkirakan akan Tampung 120 ribu Meter Kubik

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan, Jen Supriyanto. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berupaya mengatasi masalah banjir, salah satunya melalui pembangunan bendali atau penampungan sementara aliran air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal Hulu.

    Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan, Jen Supriyanto, menyampaikan bahwa hingga saat ini progres pengerukan DAS Ampal Hulu telah mencapai 14,17 persen.

    “Dari total 60 ribu meter kubik tanah yang harus dikeruk, saat ini sudah sekitar 14 ribu meter kubik yang berhasil dikerjakan,” ujarnya usai kunjungan.

    Pengerukan ini bertujuan untuk mempersiapkan pembangunan bendali yang nantinya akan menampung aliran air agar tidak langsung mengalir ke hilir dan menyebabkan banjir.

    Terkait pembangunan lanjutan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Kalimantan, Jen menyebut masih menunggu kepastian. Meski pembebasan lahan hampir rampung, belum ada keputusan resmi dari BWS.

    “Usulan pembangunan sebenarnya sudah diajukan sejak beberapa tahun lalu. Tapi sempat dibatalkan karena pandemi Covid-19 dan rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur,” jelasnya.

    Saat ini, dari total rencana 10 hektare lahan yang dibutuhkan, sekitar 9,4 hektare sudah dibebaskan. Sisanya, sembilan bidang tanah masih dalam proses karena persoalan ahli waris.

    “Uang ganti rugi untuk sembilan bidang tanah itu sudah kami titipkan di pengadilan. Secara hukum, kami sudah bisa melanjutkan pekerjaan di sana. Warga tinggal mengurus ke pengadilan untuk pencairannya,” tambah Jen sapaan akrabnya.

    Berdasarkan kajian teknis, jika lahan 10 hektare dimanfaatkan sepenuhnya, bendali ini diperkirakan bisa menampung hingga 120 ribu meter kubik dengan kedalaman rata-rata 3 meter.

    “Saat ini, pekerjaan baru mencakup 4 hektare, sehingga kapasitas baru mencapai 40 ribu meter kubik,” imbuhnya.

    Selain pengerjaan utama, pemerintah juga telah berkoordinasi dengan BWS terkait penambahan lokasi bendali. Salah satunya adalah rencana pembangunan bendali tambahan di atas lahan PSU milik Sinar Mas seluas 1 hektare. Sehingga ke depan akan ada dua titik bendali yang direncanakan.

    “Bendali ini penting agar air tidak langsung turun ke permukiman. Ini bentuk keseriusan kami mengurangi banjir di Balikpapan,” pungkasnya.

    Pemkot berharap agar tahapan fisik dapat dimulai tahun 2026 berbarengan dengan program-program nasional lain yang mendukung ketahanan infrastruktur perkotaan di daerah IKN.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pengerukan DAS Ampal Hulu Capai 14 Persen, Diperkirakan akan Tampung 120 ribu Meter Kubik

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan, Jen Supriyanto. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berupaya mengatasi masalah banjir, salah satunya melalui pembangunan bendali atau penampungan sementara aliran air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal Hulu.

    Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan, Jen Supriyanto, menyampaikan bahwa hingga saat ini progres pengerukan DAS Ampal Hulu telah mencapai 14,17 persen.

    “Dari total 60 ribu meter kubik tanah yang harus dikeruk, saat ini sudah sekitar 14 ribu meter kubik yang berhasil dikerjakan,” ujarnya usai kunjungan.

    Pengerukan ini bertujuan untuk mempersiapkan pembangunan bendali yang nantinya akan menampung aliran air agar tidak langsung mengalir ke hilir dan menyebabkan banjir.

    Terkait pembangunan lanjutan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Kalimantan, Jen menyebut masih menunggu kepastian. Meski pembebasan lahan hampir rampung, belum ada keputusan resmi dari BWS.

    “Usulan pembangunan sebenarnya sudah diajukan sejak beberapa tahun lalu. Tapi sempat dibatalkan karena pandemi Covid-19 dan rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur,” jelasnya.

    Saat ini, dari total rencana 10 hektare lahan yang dibutuhkan, sekitar 9,4 hektare sudah dibebaskan. Sisanya, sembilan bidang tanah masih dalam proses karena persoalan ahli waris.

    “Uang ganti rugi untuk sembilan bidang tanah itu sudah kami titipkan di pengadilan. Secara hukum, kami sudah bisa melanjutkan pekerjaan di sana. Warga tinggal mengurus ke pengadilan untuk pencairannya,” tambah Jen sapaan akrabnya.

    Berdasarkan kajian teknis, jika lahan 10 hektare dimanfaatkan sepenuhnya, bendali ini diperkirakan bisa menampung hingga 120 ribu meter kubik dengan kedalaman rata-rata 3 meter.

    “Saat ini, pekerjaan baru mencakup 4 hektare, sehingga kapasitas baru mencapai 40 ribu meter kubik,” imbuhnya.

    Selain pengerjaan utama, pemerintah juga telah berkoordinasi dengan BWS terkait penambahan lokasi bendali. Salah satunya adalah rencana pembangunan bendali tambahan di atas lahan PSU milik Sinar Mas seluas 1 hektare. Sehingga ke depan akan ada dua titik bendali yang direncanakan.

    “Bendali ini penting agar air tidak langsung turun ke permukiman. Ini bentuk keseriusan kami mengurangi banjir di Balikpapan,” pungkasnya.

    Pemkot berharap agar tahapan fisik dapat dimulai tahun 2026 berbarengan dengan program-program nasional lain yang mendukung ketahanan infrastruktur perkotaan di daerah IKN.

    (Sf/Rs)