Cari disini...
Seputar Kaltim
Kasatlantas Polresta Balikpapan, Kompol Ropiyani lakukan pemeriksaan kelengkapan dari salah satu supir bus di kawasan Terminal Batu Ampar, Balikpapan Utara. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, Satlantas Polresta Balikpapan menggelar pemeriksaan terhadap kendaraan bus di Terminal Batu Ampar, Balikpapan Utara, Rabu (19/2/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Mahakam 2025.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas memeriksa kelengkapan surat kendaraan seperti KIR dan SIM, serta kondisi fisik kendaraan bus, termasuk melakukan tes urine pada pengemudi untuk memastikan bebas dari zat berbahaya. “Selain itu, petugas juga memeriksa keberadaan klakson telolet pada setiap bus,” ucap Kasatlantas Polresta Balikpapan, Kompol Ropiyani kepada media disela pemeriksaan.
Dari sepuluh bus yang diperiksa, tiga di antaranya ditemukan menggunakan klakson telolet. Bus-bus tersebut diberikan teguran, bahkan satu di antaranya dikenakan sanksi tilang karena tidak kooperatif.
Lanjutnya, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kendaraan angkutan antar kota dalam provinsi tetap laik jalan dan pengemudi dalam kondisi sehat, serta bebas dari pengaruh alkohol atau obat-obatan. “Sementara dari hasil tes urine, Alhamdulillah semua pengemudi dalam keadaan negatif,” jelasnya.
Kegiatan pemeriksaan semacam ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi penumpang dan pengemudi bus menjelang Ramadan dan Lebaran 2025.
Salah seorang supir bus, Muhammad Yasin (54) menyambut baik kegiatan pemeriksaan kendaraan dan tes urine yang dilakukan oleh Satlantas Polresta Balikpapan. “Langkah ini sangat positif untuk mengurangi risiko kecelakaan, baik akibat faktor kendaraan maupun kelalaian pengemudi,” tambah Yasin.
Selain itu, Yasin mengaku siap melakukan perbaikan jika ada kekurangan dalam kendaraan, termasuk penggantian klakson telolet yang tidak sesuai dengan aturan. Bahkan ia tidak keberatan dengan adanya pemeriksaan test urine yang dilakukan.
“Alhamdulillah, saya senang dengan kegiatan ini. Tidak masalah bagi saya. Justru dengan adanya pemeriksaan seperti ini, semuanya bisa lebih tertib dan aktif dalam menjaga keselamatan,” paparnya.
(Sf/Mr)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kasatlantas Polresta Balikpapan, Kompol Ropiyani lakukan pemeriksaan kelengkapan dari salah satu supir bus di kawasan Terminal Batu Ampar, Balikpapan Utara. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, Satlantas Polresta Balikpapan menggelar pemeriksaan terhadap kendaraan bus di Terminal Batu Ampar, Balikpapan Utara, Rabu (19/2/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Mahakam 2025.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas memeriksa kelengkapan surat kendaraan seperti KIR dan SIM, serta kondisi fisik kendaraan bus, termasuk melakukan tes urine pada pengemudi untuk memastikan bebas dari zat berbahaya. “Selain itu, petugas juga memeriksa keberadaan klakson telolet pada setiap bus,” ucap Kasatlantas Polresta Balikpapan, Kompol Ropiyani kepada media disela pemeriksaan.
Dari sepuluh bus yang diperiksa, tiga di antaranya ditemukan menggunakan klakson telolet. Bus-bus tersebut diberikan teguran, bahkan satu di antaranya dikenakan sanksi tilang karena tidak kooperatif.
Lanjutnya, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kendaraan angkutan antar kota dalam provinsi tetap laik jalan dan pengemudi dalam kondisi sehat, serta bebas dari pengaruh alkohol atau obat-obatan. “Sementara dari hasil tes urine, Alhamdulillah semua pengemudi dalam keadaan negatif,” jelasnya.
Kegiatan pemeriksaan semacam ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi penumpang dan pengemudi bus menjelang Ramadan dan Lebaran 2025.
Salah seorang supir bus, Muhammad Yasin (54) menyambut baik kegiatan pemeriksaan kendaraan dan tes urine yang dilakukan oleh Satlantas Polresta Balikpapan. “Langkah ini sangat positif untuk mengurangi risiko kecelakaan, baik akibat faktor kendaraan maupun kelalaian pengemudi,” tambah Yasin.
Selain itu, Yasin mengaku siap melakukan perbaikan jika ada kekurangan dalam kendaraan, termasuk penggantian klakson telolet yang tidak sesuai dengan aturan. Bahkan ia tidak keberatan dengan adanya pemeriksaan test urine yang dilakukan.
“Alhamdulillah, saya senang dengan kegiatan ini. Tidak masalah bagi saya. Justru dengan adanya pemeriksaan seperti ini, semuanya bisa lebih tertib dan aktif dalam menjaga keselamatan,” paparnya.
(Sf/Mr)