Cari disini...
Seputar Kaltim
BPS mencatat Warga Kaltim bisa mengeluarkan Rp14 juta setahun untuk biaya hidup. (Ilustrasi: Kolase oleh Seputar Fakta)
Samarinda — Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat, rata-rata pengeluaran riil per kapita penduduk Kaltim pada tahun 2025 mencapai Rp14,25 juta per tahun. Angka ini meningkat sebesar Rp461 ribu atau 3,34 persen dibandingkan tahun 2024.
Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, menyampaikan bahwa peningkatan ini menjadi salah satu faktor pendorong naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim yang kini berada di angka 79,39, naik dari 78,79 pada 2024.
“Seluruh dimensi pembentuk IPM, termasuk standar hidup layak yang diukur dari pengeluaran riil per kapita, mengalami peningkatan pada 2025,” jelas Yusniar dalam rilis resmi BPS, Rabu (5/11/2025).
Bontang jadi Daerah dengan Pengeluaran Tertinggi
Berdasarkan data BPS, Kota Bontang mencatat pengeluaran riil per kapita tertinggi di Kalimantan Timur tahun 2025, yakni Rp18,86 juta per tahun. Disusul Kota Balikpapan sebesar Rp17,48 juta, dan Kota Samarinda sebesar Rp16,35 juta.
Sementara itu, kabupaten dengan pengeluaran terendah adalah Mahakam Ulu, yakni hanya Rp9,38 juta per tahun.

Pertumbuhan Melambat, Tapi Tetap Positif
Meski meningkat, pertumbuhan pengeluaran riil per kapita Kalimantan Timur tahun 2025 sedikit melambat dibandingkan 2024 yang tumbuh 4,48 persen. Namun, secara keseluruhan, BPS menilai capaian ini tetap menunjukkan daya beli masyarakat yang kuat dan kualitas hidup yang meningkat.
Dengan capaian ini, Kalimantan Timur masih menjadi provinsi dengan IPM tertinggi di Pulau Kalimantan, sekaligus menempati posisi di atas rata-rata nasional yang sebesar 75,90.
(Sf/Rs)

Cari disini...
Seputar Kaltim

BPS mencatat Warga Kaltim bisa mengeluarkan Rp14 juta setahun untuk biaya hidup. (Ilustrasi: Kolase oleh Seputar Fakta)
Samarinda — Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat, rata-rata pengeluaran riil per kapita penduduk Kaltim pada tahun 2025 mencapai Rp14,25 juta per tahun. Angka ini meningkat sebesar Rp461 ribu atau 3,34 persen dibandingkan tahun 2024.
Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, menyampaikan bahwa peningkatan ini menjadi salah satu faktor pendorong naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim yang kini berada di angka 79,39, naik dari 78,79 pada 2024.
“Seluruh dimensi pembentuk IPM, termasuk standar hidup layak yang diukur dari pengeluaran riil per kapita, mengalami peningkatan pada 2025,” jelas Yusniar dalam rilis resmi BPS, Rabu (5/11/2025).
Bontang jadi Daerah dengan Pengeluaran Tertinggi
Berdasarkan data BPS, Kota Bontang mencatat pengeluaran riil per kapita tertinggi di Kalimantan Timur tahun 2025, yakni Rp18,86 juta per tahun. Disusul Kota Balikpapan sebesar Rp17,48 juta, dan Kota Samarinda sebesar Rp16,35 juta.
Sementara itu, kabupaten dengan pengeluaran terendah adalah Mahakam Ulu, yakni hanya Rp9,38 juta per tahun.

Pertumbuhan Melambat, Tapi Tetap Positif
Meski meningkat, pertumbuhan pengeluaran riil per kapita Kalimantan Timur tahun 2025 sedikit melambat dibandingkan 2024 yang tumbuh 4,48 persen. Namun, secara keseluruhan, BPS menilai capaian ini tetap menunjukkan daya beli masyarakat yang kuat dan kualitas hidup yang meningkat.
Dengan capaian ini, Kalimantan Timur masih menjadi provinsi dengan IPM tertinggi di Pulau Kalimantan, sekaligus menempati posisi di atas rata-rata nasional yang sebesar 75,90.
(Sf/Rs)
