Seputar Kaltim

    Pengelolaan Teras Samarinda Terkendala Status Pengelola, Perumda Varia Niaga Siapkan Sistem Digital

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    21 Oktober 2024 pukul 18:44 WITA

    Parking gate yang telah dipasang di Teras Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Direktur Utama Perumda Varia Niaga, Syamsuddin Hamade menyebut bahwa salah satu faktor pihaknya belum optimal dalam mengelola Teras Samarinda adalah karena belum ada pengalihan status pengelola yang dimilikinya secara resmi. 

    Mengingat sebelumnya Wali Kota Samarinda, Andi Harun yang saat ini tengah cuti telah menunjuk Perumda Varia Niaga sebagai pengelola Teras Samarinda untuk kedepannya. Sehingga kondisinya saat ini masih dalam masa transisi antara Satgas Pengelola sebelumnya yang ada di bawah koordinasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kepada Perumda Varia Niaga. 

    Syamsuddin mengatakan bahwa pihaknya telah diberikan lampu hijau oleh Andi Harun untuk pengelolaan jangka panjang Teras Samarinda. Sehingga dalam masa transisi ini juga ia sedang menyiapkan beberapa rencana yang akan direalisasikan ke depannya. Salah satunya penerapan pembayaran digital secara menyeluruh di Teras Samarinda seperti parkir. 

    Dari awal pihaknya memang telah menggiring masyarakat agar dapat menggunakan sistem pembayaran parkir nontunai. Hanya saja dalam perjalannya ia mendapatkan tantangan signifikan dalam rencana penerapan sistem parkir nontunai itu. Meskipun niat untuk mengimplementasikan sistem tersebut sudah dilakukan, status pengelolaan yang belum resmi menjadi penghalang utama dalam mewujudkan rencana tersebut secara keseluruhan. 

    Di lokasi parkir Taman Teluk Lerong Garden, misalnya, terlihat masih adanya pihak-pihak yang memanfaatkan fasilitas tersebut untuk meraih keuntungan pribadi, sementara alat parkir otomatis (parking gate) sudah terpasang namun belum berfungsi dengan baik. Karena itu ia menekankan perlunya legal standing yang jelas agar pengelolaan dapat dilakukan dengan lebih efektif. Apalagi nantinya segala perawatan dan pemeliharaan fasilitas di Teras Samarinda  tidak lagi menggunakan APBD. 

    “Karena itu kami belum bisa mengelola secara optimal,” ungkap Syamsudin. 

    Meski begitu, ia memastikan bahwa ke depannya Teras Samarinda akan dikelola secara lebih profesional dan mandiri. Yang pasti akan diintegrasikan dengan sistem berbasis digital. 

    Ia pun berencana akan membuat suatu sistem di mana masyarakat dapat menggunakannya untuk memesan jika ingin menggelar acara di Teras Samarinda. Sebab, salah satu sumber pendapatan itu berasal dari penyewaan amphitheater. 

    “Makanya untuk menuju kesana, kami butuh legal standing, misalnya buat aplikasi digital tentu perlu ada vendornya,” pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pengelolaan Teras Samarinda Terkendala Status Pengelola, Perumda Varia Niaga Siapkan Sistem Digital

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    21 Oktober 2024 pukul 18:44 WITA

    Parking gate yang telah dipasang di Teras Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Direktur Utama Perumda Varia Niaga, Syamsuddin Hamade menyebut bahwa salah satu faktor pihaknya belum optimal dalam mengelola Teras Samarinda adalah karena belum ada pengalihan status pengelola yang dimilikinya secara resmi. 

    Mengingat sebelumnya Wali Kota Samarinda, Andi Harun yang saat ini tengah cuti telah menunjuk Perumda Varia Niaga sebagai pengelola Teras Samarinda untuk kedepannya. Sehingga kondisinya saat ini masih dalam masa transisi antara Satgas Pengelola sebelumnya yang ada di bawah koordinasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kepada Perumda Varia Niaga. 

    Syamsuddin mengatakan bahwa pihaknya telah diberikan lampu hijau oleh Andi Harun untuk pengelolaan jangka panjang Teras Samarinda. Sehingga dalam masa transisi ini juga ia sedang menyiapkan beberapa rencana yang akan direalisasikan ke depannya. Salah satunya penerapan pembayaran digital secara menyeluruh di Teras Samarinda seperti parkir. 

    Dari awal pihaknya memang telah menggiring masyarakat agar dapat menggunakan sistem pembayaran parkir nontunai. Hanya saja dalam perjalannya ia mendapatkan tantangan signifikan dalam rencana penerapan sistem parkir nontunai itu. Meskipun niat untuk mengimplementasikan sistem tersebut sudah dilakukan, status pengelolaan yang belum resmi menjadi penghalang utama dalam mewujudkan rencana tersebut secara keseluruhan. 

    Di lokasi parkir Taman Teluk Lerong Garden, misalnya, terlihat masih adanya pihak-pihak yang memanfaatkan fasilitas tersebut untuk meraih keuntungan pribadi, sementara alat parkir otomatis (parking gate) sudah terpasang namun belum berfungsi dengan baik. Karena itu ia menekankan perlunya legal standing yang jelas agar pengelolaan dapat dilakukan dengan lebih efektif. Apalagi nantinya segala perawatan dan pemeliharaan fasilitas di Teras Samarinda  tidak lagi menggunakan APBD. 

    “Karena itu kami belum bisa mengelola secara optimal,” ungkap Syamsudin. 

    Meski begitu, ia memastikan bahwa ke depannya Teras Samarinda akan dikelola secara lebih profesional dan mandiri. Yang pasti akan diintegrasikan dengan sistem berbasis digital. 

    Ia pun berencana akan membuat suatu sistem di mana masyarakat dapat menggunakannya untuk memesan jika ingin menggelar acara di Teras Samarinda. Sebab, salah satu sumber pendapatan itu berasal dari penyewaan amphitheater. 

    “Makanya untuk menuju kesana, kami butuh legal standing, misalnya buat aplikasi digital tentu perlu ada vendornya,” pungkasnya. 

    (Sf/Rs)