Seputar Kaltim

    Pengelolaan Pembangunan Pariwisata Berau Jadi Sorotan BPK, Bupati Akui Masih Bertahap

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    29 Desember 2025 pukul 14:44 WITA

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten Berau mendapat sorotan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kalimantan Timur terkait pengelolaan pembangunan kepariwisataan. Sorotan tersebut tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kinerja dan kepatuhan Semester II Tahun Anggaran 2025.

    Pemeriksaan BPK mencakup periode Tahun Anggaran 2023 hingga Semester I 2025 pada Pemerintah Kabupaten Berau dan instansi terkait. Dalam laporan tersebut, BPK menilai pembangunan dan pengembangan prasarana umum, fasilitas umum, serta fasilitas pariwisata di Kabupaten Berau belum berjalan secara optimal.

    Menanggapi hal itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyatakan bahwa pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki pengelolaan sektor pariwisata. Menurutnya, pembangunan pariwisata yang baik memang memerlukan proses panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan, sehingga pembangunan sektor pariwisata dilakukan secara bertahap.

    "Kalau berbicara tentang pariwisata, kita sudah berupaya dari 10 tahun terakhir. Jadi kalau dibilang maksimalnya belum, ya memang belum. Tapi kita sedang berupaya ke arah sana," ujar Sri Juniarsih.

    Ia pun menjelaskan bahwa perbaikan infrastruktur dasar juga menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Berau dalam mendukung pengembangan pariwisata yang ada di daerah.

    "Infrastruktur juga terus kita benahi. Itu juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendukung pariwisata," tuturnya.

    Namun demikian, dirinya mengakui bahwa keterbatasan anggaran daerah saat ini juga menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan, terlebih adanya kebijakan pemangkasan anggaran yang harus dilaksanakan pemerintah daerah.

    "Memang untuk pemenuhan sarana dan prasarana masih kurang, tapi kita terus berupaya. Terkait keterbatasan anggaran, memang saat ini kita diwajibkan melakukan pemangkasan anggaran," jelasnya.

    Meski demikian, Bupati Berau menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong perbaikan sarana dan prasarana pariwisata. 

    "Saya harap dengan upaya dan kolaborasi kita semua termasuk seluruh pemangku kepentingan dapat mewujudkan kepariwisataan Kabupaten Berau yang berdaya saing dan berkelanjutan," tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pengelolaan Pembangunan Pariwisata Berau Jadi Sorotan BPK, Bupati Akui Masih Bertahap

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    29 Desember 2025 pukul 14:44 WITA

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten Berau mendapat sorotan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kalimantan Timur terkait pengelolaan pembangunan kepariwisataan. Sorotan tersebut tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kinerja dan kepatuhan Semester II Tahun Anggaran 2025.

    Pemeriksaan BPK mencakup periode Tahun Anggaran 2023 hingga Semester I 2025 pada Pemerintah Kabupaten Berau dan instansi terkait. Dalam laporan tersebut, BPK menilai pembangunan dan pengembangan prasarana umum, fasilitas umum, serta fasilitas pariwisata di Kabupaten Berau belum berjalan secara optimal.

    Menanggapi hal itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyatakan bahwa pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki pengelolaan sektor pariwisata. Menurutnya, pembangunan pariwisata yang baik memang memerlukan proses panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan, sehingga pembangunan sektor pariwisata dilakukan secara bertahap.

    "Kalau berbicara tentang pariwisata, kita sudah berupaya dari 10 tahun terakhir. Jadi kalau dibilang maksimalnya belum, ya memang belum. Tapi kita sedang berupaya ke arah sana," ujar Sri Juniarsih.

    Ia pun menjelaskan bahwa perbaikan infrastruktur dasar juga menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Berau dalam mendukung pengembangan pariwisata yang ada di daerah.

    "Infrastruktur juga terus kita benahi. Itu juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendukung pariwisata," tuturnya.

    Namun demikian, dirinya mengakui bahwa keterbatasan anggaran daerah saat ini juga menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan, terlebih adanya kebijakan pemangkasan anggaran yang harus dilaksanakan pemerintah daerah.

    "Memang untuk pemenuhan sarana dan prasarana masih kurang, tapi kita terus berupaya. Terkait keterbatasan anggaran, memang saat ini kita diwajibkan melakukan pemangkasan anggaran," jelasnya.

    Meski demikian, Bupati Berau menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong perbaikan sarana dan prasarana pariwisata. 

    "Saya harap dengan upaya dan kolaborasi kita semua termasuk seluruh pemangku kepentingan dapat mewujudkan kepariwisataan Kabupaten Berau yang berdaya saing dan berkelanjutan," tandasnya.

    (Sf/Rs)