Seputar Kaltim

    Pengecatan Ulang hingga Pasang Lampion, Thien Le Kong Makin Cantik Jelang Imlek

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    27 Januari 2025 pukul 17:21 WITA

    Suasana di dalam Kelenteng Thien Le Kong Samarinda jelang imlek, nanti akan terbuka untuk umum. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Suasana meriah mulai terasa di Kelenteng Thien Le Kong Samarinda. Tempat ibadah umat Konghucu tertua di Kalimantan Timur ini tengah bersiap menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili yang jatuh pada 28-29 Januari 2025. 

    Berbagai pernak-pernik khas Imlek juga telah disiapkan untuk menghiasi kelenteng. Lampion merah yang menjadi simbol keberuntungan, sesajen, lilin, kue keranjang, dan berbagai hiasan lainnya akan memeriahkan suasana perayaan.

    "Persiapan kita sudah mencapai 90 persen. Kami melakukan pengecatan bangunan, memperbaiki atap, memasang lampion, dan berbagai persiapan lainnya," ujar Pengurus Kelenteng Thien Le Kong, Hansen, Senin (27/1/2025).

    Selain itu, perayaan imlek yang menjadi daya tarik di tempat ini, kata Hansen tahun ini akan kembalinya atraksi barongsai yang sempat absen pada perayaan Imlek sebelumnya.

    Hansen menjelaskan bahwa keputusan untuk menghadirkan kembali atraksi barongsai merupakan permintaan dari umat. 

    "Tahun lalu, karena bertepatan dengan masa kampanye Pemilu, kami memutuskan untuk tidak menggelar pertunjukan barongsai. Namun, tahun ini, kami akan menghadirkan kembali atraksi ini, terutama pada puncak perayaan, yakni malam Cap Go Meh pada 12 Februari 2025," jelasnya.

    Rohaniawan Tri Dharma Kelenteng Thien Le Kong, Supardi Gunawan mengungkapkan bahwa perayaan Imlek di Kelenteng Thien Le Kong selalu terbuka untuk umum. 

    "Tidak hanya umat Konghucu, namun juga masyarakat luas, baik dari Samarinda maupun luar daerah, dapat ikut merayakan bersama kami. Tahun ini, kami mengangkat tema 'Membangun Keharmonisan dan Kedamaian'," ujarnya.

    Supardi berharap perayaan Imlek ini dapat menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama. 

    "Kami ingin menciptakan suasana yang harmonis dan damai, sehingga perayaan Imlek dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pengecatan Ulang hingga Pasang Lampion, Thien Le Kong Makin Cantik Jelang Imlek

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    27 Januari 2025 pukul 17:21 WITA

    Suasana di dalam Kelenteng Thien Le Kong Samarinda jelang imlek, nanti akan terbuka untuk umum. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Suasana meriah mulai terasa di Kelenteng Thien Le Kong Samarinda. Tempat ibadah umat Konghucu tertua di Kalimantan Timur ini tengah bersiap menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili yang jatuh pada 28-29 Januari 2025. 

    Berbagai pernak-pernik khas Imlek juga telah disiapkan untuk menghiasi kelenteng. Lampion merah yang menjadi simbol keberuntungan, sesajen, lilin, kue keranjang, dan berbagai hiasan lainnya akan memeriahkan suasana perayaan.

    "Persiapan kita sudah mencapai 90 persen. Kami melakukan pengecatan bangunan, memperbaiki atap, memasang lampion, dan berbagai persiapan lainnya," ujar Pengurus Kelenteng Thien Le Kong, Hansen, Senin (27/1/2025).

    Selain itu, perayaan imlek yang menjadi daya tarik di tempat ini, kata Hansen tahun ini akan kembalinya atraksi barongsai yang sempat absen pada perayaan Imlek sebelumnya.

    Hansen menjelaskan bahwa keputusan untuk menghadirkan kembali atraksi barongsai merupakan permintaan dari umat. 

    "Tahun lalu, karena bertepatan dengan masa kampanye Pemilu, kami memutuskan untuk tidak menggelar pertunjukan barongsai. Namun, tahun ini, kami akan menghadirkan kembali atraksi ini, terutama pada puncak perayaan, yakni malam Cap Go Meh pada 12 Februari 2025," jelasnya.

    Rohaniawan Tri Dharma Kelenteng Thien Le Kong, Supardi Gunawan mengungkapkan bahwa perayaan Imlek di Kelenteng Thien Le Kong selalu terbuka untuk umum. 

    "Tidak hanya umat Konghucu, namun juga masyarakat luas, baik dari Samarinda maupun luar daerah, dapat ikut merayakan bersama kami. Tahun ini, kami mengangkat tema 'Membangun Keharmonisan dan Kedamaian'," ujarnya.

    Supardi berharap perayaan Imlek ini dapat menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama. 

    "Kami ingin menciptakan suasana yang harmonis dan damai, sehingga perayaan Imlek dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat," pungkasnya.

    (Sf/Rs)