Seputar Kaltim

    Pengawasan Pesantren Jadi Sorotan, Upaya Cegah Kekerasan Tak Cukup Awasi Santri

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    22 Oktober 2026 pukul 21:40 WITA

    Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-11 di Lapangan Upacara Desa Makmur Jaya, Kecamatan Kombeng, Kabupaten Kutim. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren tidak cukup hanya dengan mengawasi santri. Guru, pengasuh, pembimbing, hingga pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan juga perlu menjadi bagian dari pengawasan.

    Staf Ahli Bupati Kutai Timur (Kutim) Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Yuriansyah menekankan, pentingnya lingkungan pesantren yang aman dan bebas dari kekerasan maupun penyalahgunaan kewenangan.

    Upaya pencegahan perlu didukung tata tertib yang jelas, pengawasan secara proporsional, serta edukasi mengenai perilaku aman.

    Selain pengawasan, pesantren perlu menyediakan mekanisme pengaduan yang mudah diakses dan menjaga kerahasiaan pelapor.

    “Kita ingin pesantren menjadi tempat yang tidak hanya melahirkan generasi cerdas dan religius, tetapi juga ruang pendidikan yang aman, penuh kasih sayang, menjunjung martabat manusia, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” ujar Yuriansyah saat peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-11 di Lapangan Upacara Desa Makmur Jaya, Kecamatan Kombeng, Kabupaten Kutim.

    Di sisi lain, pendidikan pesantren diharapkan tidak hanya membekali santri dengan ilmu agama, tetapi juga pengetahuan umum, teknologi, keterampilan, dan pembentukan karakter. Bekal tersebut diharapkan membantu santri berperan di berbagai bidang.

    Penggunaan teknologi digital juga menjadi perhatian. Santri, guru, dan pengasuh diingatkan untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya serta menghindari fitnah, perundungan, dan ujaran kebencian.

    “Semoga santri Kutim tumbuh menjadi generasi beriman, berilmu, mandiri, bijak memanfaatkan teknologi, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah serta kemajuan bangsa,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pengawasan Pesantren Jadi Sorotan, Upaya Cegah Kekerasan Tak Cukup Awasi Santri

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    22 Oktober 2026 pukul 21:40 WITA

    Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-11 di Lapangan Upacara Desa Makmur Jaya, Kecamatan Kombeng, Kabupaten Kutim. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren tidak cukup hanya dengan mengawasi santri. Guru, pengasuh, pembimbing, hingga pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan juga perlu menjadi bagian dari pengawasan.

    Staf Ahli Bupati Kutai Timur (Kutim) Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Yuriansyah menekankan, pentingnya lingkungan pesantren yang aman dan bebas dari kekerasan maupun penyalahgunaan kewenangan.

    Upaya pencegahan perlu didukung tata tertib yang jelas, pengawasan secara proporsional, serta edukasi mengenai perilaku aman.

    Selain pengawasan, pesantren perlu menyediakan mekanisme pengaduan yang mudah diakses dan menjaga kerahasiaan pelapor.

    “Kita ingin pesantren menjadi tempat yang tidak hanya melahirkan generasi cerdas dan religius, tetapi juga ruang pendidikan yang aman, penuh kasih sayang, menjunjung martabat manusia, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” ujar Yuriansyah saat peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-11 di Lapangan Upacara Desa Makmur Jaya, Kecamatan Kombeng, Kabupaten Kutim.

    Di sisi lain, pendidikan pesantren diharapkan tidak hanya membekali santri dengan ilmu agama, tetapi juga pengetahuan umum, teknologi, keterampilan, dan pembentukan karakter. Bekal tersebut diharapkan membantu santri berperan di berbagai bidang.

    Penggunaan teknologi digital juga menjadi perhatian. Santri, guru, dan pengasuh diingatkan untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya serta menghindari fitnah, perundungan, dan ujaran kebencian.

    “Semoga santri Kutim tumbuh menjadi generasi beriman, berilmu, mandiri, bijak memanfaatkan teknologi, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah serta kemajuan bangsa,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)